LISTEN TO THIS
DENGAR INI

After poorness there will be richness, after being thirsty there will be freshness, after parting there will be a meeting, after rift there will be adhesiveness, after disconnect will being reconnected and after you cannot sleep at night you could be sleep well after it.

Setelah kefakiran itu ada kekayaan, setelah kehausan akan ada kesegaran, setelah perpisahan akan ada pertemuan, setelah keretakan akan ada kerekatan, setelah terputus akan tersambung kembali dan setelah tidak tidur malam Anda akan dapat tidur pulas.

I knew something in this life, is not necessary need to be strong but to feel strong...

Saya tahu sesuatu dalam hidup, adalah tidak penting untuk menjadi kuat tetapi bersikap kuat...

Wir Eingeschlagen Haben Und Zu Weit Zurück Zu Gehen, Gehen Sie Auf!

Kita Sudah Memulai Dan Terlalu Jauh Untuk Kembali, Lanjutkan!




Sabtu, 16 Maret 2013

Kejujuran Iblis kepada Rasulullah SAW


ASTERPRESCOTT.BLOGSPOT.COM, assalamualaikum. Diriwayatkan oleh Muadz bin Jabal ra. dari Ibnu Abbas ra.  Dia berkata "Pada suatu hari, kami bersama Rasulullah SAW sedang mengadakan pertemuan di rumah salah seorang sahabat Anshar di Madinah."

Tiba-tiba iblis memanggil dari luar,

Iblis : "Wahai penghuni rumah, apakah kalian mengizinkan aku masuk, karena kalian membutuhkan aku..?"

Rasulullah SAW bertanya kepada para sahabat,

Rasulullah SAW : "Apakah kalian tahu siapa yang berseru itu..?"

Para Sahabat : "Tentu Allah dan rasulnya yang lebih tahu."

Rasulullah SAW : "Dia adalah Iblis yang terkutuk..! Semoga Allah senantiasa melaknatnya."

Umar bin Khatab ra : "Wahai Rasulullah, apakah engkau mengizinkan aku membunuhnya..?"

Rasulullah SAW : "Bersabarlah wahai Umar, apakah engkau tidak tahu bahwa dia termasuk yang tertunda kematiannya sampai waktu yang ditentukan (Hari Kiamat)..?" Sebagaimana permintaan Iblis sendiri kepada Allah SWT yang tercantum dalam Al-Qur'an "Iblis berkata, "Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka di bangkitkan." (QS al-A'raf [7] : 14).  Kemudian Allah SWT mengabulkan permohonannya dengan jawaban yang terdapat pada ayat selanjutnya. "Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh (hidup sampai Hari Kiamat)." (QS al-A'raf [7] : 15).

Rasulullah SAW melanjutkan perkataanya,

Rasulullah SAW : "Wahai sahabat, silahkan bukakan pintu untuknya, karena dia sedang diperintahkan Allah SWT.  Kemudian perhatikan dan pahamilah apa yang dia ucapkan nanti serta dengarkan apa yang akan dia sampaikan kepada kalian..!"

Kemudian pintu di buka dan Iblis masuk di tengah-tengah kami.  Ternyata dia adalah seorang yang sudah tua bangka dan buta sebelah matanya.  Dagunya berjanggut sebanyak tujuh helai yang panjangnya seperti ranbut kuda, kedua kelopak matanya masyquqatani (memanjang terbelah ke atas tidak ke samping).  Kepalanya seperti kepala gajah yang sangat besar, gigi taringnya memanjang keluar seperti taring babi, dan kedua bibirnya seperti bibir macan.  Dalam Alqur'an di gambarkan bahwa kepala setan seperti buah zaqqum, "Buahnya (Zaqqum) seperti kepala Setan-setan." (QS ash-Shaffat [37] : 65).

Iblis masuk,

Iblis : "Assalamu' alaika ya Muhammad (Salam untukmu wahai Muhammad), assalamu' alaikum ya jama' atal muslimin (Salam untuk kalian semua wahai golongan muslimin)."

Rasulullah SAW : "Assalamu' lillah ya la' inin (Keselamatan hanya milik Allah SWT, wahai mahluk terlaknat).  Aku mengetahui engkau punya keperluan terhadap kami.  Apa keperluanmu itu wahai Iblis..?"

Iblis : "Wahai Muhammad, aku datang bukan karena keinginannku sendiri, tetapi aku datang karena ada yang memerintah dan memaksaku datang kemari."

Rasulullah SAW : "Apakah yang membuatmu terpaksa datang ke sini, wahai terlaknat..?"

Iblis : "Aku didatangi oleh malaikat utusan Tuhan Yang Maha Agung, dan dia berkata kepadaku." Berikut perkataan malaikat kepada Iblis, "Sesungguhnya Allah SWT menyuruhmu untuk datang kepada Rasulullah SAW dalam keadaan hina dan tunduk,  Engkau harus memberitahukan kepadanya bagaimana tipu muslihat, godaan, dan rekayasamu terhadap Bani Adam.  Bagaimana engkau membujuk dan merayu mereka.  Engkau harus menjawab dengan jujur semua yang ditanyakan kepadamu."  Allah SWT berfirman, "Demi kemuliaan dan keagungan-Ku, jika engkau berbohong sekali saja dan tidak berkata benar dalam memberikan jawaban pada utusan-Ku, niscaya Aku (Allah) jadikan kamu (Setan) hancur menjadi debu yang dihempas oleh angin dan Aku (Allah) puaskan musuhmu (manusia) karena bencana yang menimpamu itu, (dengan ancaman itu Iblis takut dan berkata jujur).

Memulai Berdialog

Iblis : "Wahai Muhammad, sekarang aku datang kepadamu sebagaimana aku diperintahkan.  Sekarang tanyakanlah kepadaku apa yang engkau inginkan.  Jika aku tidak memuaskanmu tentang apa yang engkau tanyakan kepadaku, niscaya musuhku akan puas atas musibah yang akan menimpaku (karena aku pasti jadi debu).  Tiada beban yang lebih berat bagiku dari pada melihat para musuhku lega dengan apa yang menimpa diriku."

Rasulullah SAW : "Baiklah aku akan mulai bertanya kepadamu, "Jika engkau benar-benar jujur, maka beritahukanlah kepadaku orang yang paling engkau benci..?"

Iblis : "Engkau, wahai Muhammad, engkau adalah mahluk Allah yang paling aku benci, dan kemudian orang-orang yang mengikuti agamamu.  Artinya orang-orang yang mengikuti agama Allah dan tidak menyimpang dari ajaran-ajaran-Nya."

Rasulullah SAW : "Siapa lagi yang engkau benci..?"

Iblis : "Anak muda yang bertaqwa dan secara total menyerahkan seluruh jiwa dan raganya kepada Allah SWT."

Rasulullah SAW : "Lalu siapa lagi...?"

Iblis : "Orang Alim (yang berilmu) dan Wara' (menjaga diri dari syubhat) dan orang yang penyabar."

Rasulullah SAW
: "Lalu siapa lagi..?"

Iblis : "Orang yang terus menerus dalam keadaan suci dan menjaga diri dari kotoran.  Yaitu orang yang selalu memperbaiki wudhunya.  Oleh karena itu banyak ahli ibadah yang selalu dalam kondisi suci (mempunyai wudhu) walaupun tidak akan melakukan shalat.  Begitu juga orang yang selalu menjaga dan membersihkan hatinya dari sifat su'uzhan (berprasangka buruk), iri hati, dengki dan sebagainya.  Kemudian orang yang menghilangkan penyakit hatinya, karena orang yang selalu bersih badan hatinya serta bersih dari dosa (selalu betaubat) orang itu dicintai Allah SWT seperti yang terdapat pada Al-Quran penutup ayat surah Al-Baqarah, "Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri." (QS al-Baqarah [2] : 222).

Rasulullah SAW : "Lalu siapa lagi..?"

Iblis : "Orang miskin (fakir) yang sabar dan tidak menceritakan atau mengadukan kefakiran dan keluh kesahnya kepada orang lain.  Keluh kesahnya hanya diadukan kepada Allah SWT semata, dan aku paling tidak senang kepada manusia yang dicintai Allah.  Bukankah Allah SWT mengatakan, "Dan Allah menyukai orang-orang yang sabar." (QS Ali-Imran [3] : 146).  Aku pasti menggoda orang seperti ini.  Dan ada kabar lagi dari Allah bahwa ampunan dan kesabaran merupakan laba dari sebuah perdagangan bagi Allah yang tidak akan ada ruginya dan hal-hal yang diutamakan, "Tetapi orang yang bersabar dan memaafkan sesungguhnya (perbuatan) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan." (QS asy-Syura [42] : 43)."

Rasulullah SAW : "Bagaimana engkau tahu bahwa dia penyabar..?"

Iblis : "Wahai Muhammad, jika dia mengadukan keluh kesahnya kepada sesama mahluk selama tiga hari,  Tuhan tidak memasukkan dirinya ke dalam golongan orang-orang yang sabar.  Harus pula engkau ketahui, bahwa orang yang sabar dan bersyukur merupakan tanda kekuasaan Allah. Dalam Al-Qur'an Allah berkali-kali menyebutkan tentang orang-orang yang sabar sebagaimana yang terdapat dalam QS Ibrahim [14] : 5, QS Lukman [3] : 31, QS Saba' [34] : 19, QS asy-Syura [42] : 33.  Dan lebih dari itu, Allah akan memberikan martabat yang tinggi padanya.  Sebagai bukti, tidak-kah engkau ingat tentang Yusuf as. yang dengan kesabarannya menjadi orang yang dimuliakan Allah.  Dan aku pasti akan merusak kesabaran umatmu dengan tipuan-tipuanku sehingga mereka tidak akan mendapat keberuntungan."

Rasulullah SAW : "Lalu siapa lagi..?"

Iblis : "Orang yang pandai bersyukur."

Rasulullah SAW : "Bagaimana engkau tahu bahwa dia bersyukur..?"

Iblis : "Jika aku melihat dia mengambil dan meletakkan sesuatu pada tempatnya yang halal, tidak tamak, qanaah (menerima apa adanya pemberian Allah) dan selalu bersedekah dari kelebihan yang dia miliki.  Aku pasti menggoda orang seperti itu agar dia tidak lagi bersyukur dan aku akan menakut-nakutinya dengan kemiskinan dan mengajaknya berbuat kejahatan."  Di dalam Al-Qur'an dijelaskan, "Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu degan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); Sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia.  Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui." (QS al-Baqarah [2] : 268).

Rasulullah SAW : "Bagaimana keadaanmu jika umatku mengerjakan shalat..?"

Iblis : "Aku merasa panas dan gemetar, tetapi aku tetap mengintai dan menggodanya agar dia dapat berpaling."

Rasulullah SAW
: "Mengapa sampai seperti itu wahai terlaknat..?"

Iblis : "Bukankah jika seorang hamba bersujud kepada Allah dengan sekali sujud saja, maka Allah mengangkat derajatnya satu tingkat.  Perintah sujud itu adalah awal dari murka Allah kepadaku sampai sekarang."  Itu tercantum dalam Al-Qur'an, "Dan (ingatlah) ketika kami berfirman kepada malaikat, "Sujudlah kamu kepada Adam, maka sujudlah mereka kecuali Iblis; dia enggan dan takabur dan adalah dia termasuk golongan orang-orang yang kafir." (QS al-Baqarah [2] : 34).

Rasulullah SAW : "Jika mereka berpuasa..?"

Iblis : "Aku terbelenggu sampai mereka berbuka puasa (dalam arti membatalkan puasanya) dengan makan dan minum atau melakukan perbuatan lain yang menyebabkan batal puasanya."

Rasulullah SAW
: "Jika mereka menunaikan ibadah haji..?"

Iblis
: "Aku menjadi gila, karena tidak tahu dari mana lagi aku akan memasukkan tipu daya.  Semua pintu sudah tertutup.  Bukankah dia sedang berkonsentrasi membaca talbiyah? Tetapi aku tetap mengintainya agar dia bisa takabur dalam beribadah."

Rasulullah SAW : "Jika mereka membaca Al-Qur'an..?"

Iblis
: "Aduh, aku meleleh seperti timah meleleh di atas api."

Rasulullah SAW : "Jika mereka berzakat..?"

Iblis : "Seakan-akan orang orang berzakat itu mengambil gergaji atau kapak dan memotongku menjadi dua."

Rasulullah SAW : "Mengapa begitu, wahai Abu Murrah..?"

Iblis : "Bukankah ada empat manfaat dalam zakat itu yang menjadikan orang yang melakukannya jauh dariku.  1.) Tuhan menurunkan berkah atas hartanya.  2). Menjadikan orang yang berzakat disenangi mahluk-Nya yang lain.  3.) Menjadikan zakatnya sebagai penghalang atara dirinya dengan api neraka.  4.) Dengan zakat, Tuhan mencegah bencana dan malapetaka agar tidak menimpanya."

Rasulullah SAW : "Kapan engkau merasa mudah membujuk umatku..?"

Iblis : "Pada tiga saat (situasi)."  1.) Sewaktu dia marah, karena dia sendiri yang telah mengobarkan nafsunya.  2.) Di saat dia bingung menentukan pilihan. (pada saat itu aku menyusup dengan cepat).  3.) Sewaktu dua orang laki-laki dan perempuan yang bukan mahram berduaan (aku tunggu sampai mereka melakukan sesuatu)."

Rasulullah SAW : "Apa pendapatmu tentang Abu Bakar..?"

Iblis
: "Wahai Muhammad, pada zaman Jahiliyah, sebelum menjadi pengikutmu dia tidak taat kepadaku, bagaimana mungkin di zaman Islam ini dia akan mentaatiku? aku sulit membujuknya, oleh karena itu dia aku tinggalkan."

Rasulullah SAW : "Apa pendapatmu tentang Umar..?"

Iblis : "Demi Tuhan, Aku takut bertemu dengan Umar karena ketegasannya dalam menyikapi perintah dan larangan syariat-mu."

Rasulullah SAW
: Apa pendapatmu tentang Utsman..?"

Iblis
: "Aku malu dengan orang yang para malaikat saja malu kepadanya."

Rasulullah SAW : "Apa pendapatmu tentang Ali bin Abu Thalib..?"

Iblis
: "Andai saja aku dapat selamat darinya dan tidak pernah bertemu dengannya (menukar dirinya kepala dengan kepala), dan kemudian dia meninggalkanku,  tetapi dia sama sekali tidak pernah melakukan hal itu." (Ali bin Abu Thalib terkenal cerdas, jadi Iblis ingin menukarkan kepalanya).

Kemudian Rasulullah SAW menyebutkan,

"Segala puji hanya bagi Allah yang telah membahagiakan umatku dan menjadikan engkau menderita sampai Hari Kiamat."

Kemudian Iblis membantah,
"Haihaata-haihaata (tidak mungkin-tidak mungkin).  Bagaimana mungkin umatmu akan bahagia sementara aku masih hidup dan tidak mati sampai Hari Kiamat..?  Bagaimana umatmu senang sementara aku masuk dalam diri mereka melalui aliran darah, daging, sedangkan mereka tidak melihatku..?  Demi Tuhan yang telah menciptakan aku dan memberi aku waktu untuk menunggu sampai hari mereka di bangkitkan, akan aku sesatkan mereka semua."

Ingat Qur'an Surat al-A'raf "Seperti mereka telah menyesatkanku, aku akan menghalang-halangi mereka dari jalan Allah yang lurus" (QS al-A'raf [7] : 16).  Lalu Iblis melanjutkan dengan mengatakan, "Aku akan datangi mereka dari semua jurusan muka-belakang, kanan-kiri dan orang yang bersyukur tidak dapat didatangi setan."
Dalam QS al-A'raf [7] : 17 Allah berfirman, "Kemudian saya akan datangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dan engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat)."

Dan siapa saja tidak terkecuali, yang bodoh atau yang pandai, buta huruf atau tidak, kafir atau beriman, kecuali baga para hamba yang mukhlis (ikhlas), seperti yan tertulis dalam Al-Qur'an, "Kecuali hamba-hamba Engkau yang mhklis di antara mereka." (QS al-Hijr [15] : 40)

Iblis melanjutkan dialog ini dan berkata kepada Rasulullah SAW :

"Apakah engkau belum pernah mendengar cerita seorang Abid (orang yang tekun beribadah) dari Bani Israil yang gemar beribadah itu.  Akulah yang menggelincirkannya dengan berbagai cara dan jurus.  Abid itu sangat tekun beribadah, namun dia orang yang kekurangan harta, maka dia pasti menginginkan uang untuk kehidupannya."  Lalu sang Iblis bercerita : Di ujung desa dimana Abid itu tinggal terdapat sekelompok orang yang selalu menyembah pohon.  Melihat keadaan itu Abid tak mau tinggal diam, tapi dia ingin berdakwa dengan caranya sendiri.  Lalu Abid itu mengambil kampak kesayangannya dan mendatangi pohon tempat ritual penyembahan tersebut dilaksanakan.  Dengan semangat yang berapi-api, Abid pun berangkat dengan tergesa-gesa.  Tetapi di tengah perjalanan Abid bertemu dengan Iblis yang kemudian membujuknya :

Iblis : "Apa perlunya engkau ke sana..? Buang buang waktu saja..! Bukankah lebih baik engkau beribadah..?"

Abid : "Aku mau menumbangkan kemusyrikan.  Kalau pohon itu tidak ditumbangkan, maka banyak orang yang terus mendatanginya dan meminta sesuatu padanya, sehingga mereka tidak lagi menyembah dan meminta kepada Allah Yang Maha Esa."

Iblis : "Kalau engkau tumbangkan pohon itu, maka orang-orang itu pasti akan mencari pohon lain yang bisa disembah dan engkau akan kewalahan mengikuti mereka.  Biarkan saja mereka dan tetaplah engkau beribadah."

Abid
: "Tidak ada seorang pun yang dapat menghalangi keinginanku ini."

Iblis : "Sudahlah Abid lebih baik engkau beribadah saja."

Abid : "Bukankah yang akan aku kerjakan ini adalah bagian dari ibadah..? Kalau engkau tetap menghalangiku, ayo sekarang kita bertarung dan siapakah di antara kita yang menang..!

Lalu keduanya pun bertarung dan akhirnya pertarungan itu dimenangkan oleh sang Abid.  Tubuh iblis diinjak oleh kaki Abid.  Ketika Abid hendak mengayunkan kampaknya pada tubuh Iblis yang telah diinjaknya itu, Iblis pun meminta ampun dan berjanji tidak akan menghalangi dakwahnya, bahkan berjanji akan membantunya.  Setelah Abid menerima maaf dari Iblis, kemudian Iblis dilepaskan dari injakan kakinya, lalu Iblis itu mulai merayunya kembali.

Iblis : "Jadi engkau ingin beribadah..? Baiklah, aku akan membantumu.  Engkau tidak pernah melakukan ibadah dengan bersedekah bukan..? Bukankah sedekah itu bagian dari ibadah..?"

Abid : "Ya..!, cepat apa yang akan engkau lakukan untuk membatu saya..?"

Iblis : "Setiap bangun dari tidur, coba engkau lihat apa yang ada di bawah bantalmu.  Engkau akan menemukan uang satu Dinar, dan dengan uang itu engkau bisa menyedekahkannya sebagai ibadah."

Abid : "Awas.. kalau engkau bohong..!"

Abid pun lalu tidur.  Ketika bangun dia tidak lupa mengangkat bantalnya untuk membuktikan perkataan sang Iblis.  Dan benar di bawah bantal dia menemukan uang satu Dinar.  Abid pun tersenyum gembira melihat kenyataan itu.

Keesokan harinya saat dia bangun tidur, Abid mengulangi kembali mengangkat bantalnya, dan dia kembali mendapati uang satu Dinar di bawah bantalnya.  Sehingga pada hari-hari berikutnya dia merasa tidak perlu ragu lagi.

Namun untuk hari ke tiga, uang Dinar yang dijanjikan itu tidak ada.  Abid pun marah dan dia segera mengambil kampaknya untuk menebang pohon yang dijadikan sesembahan banyak orang.  Di tengah perjalanan, Abid berjumpa lagi dengan Iblis dan menyatakan akan kebohongannya itu.  Tanpa basa-basi Abid lalu mengajak Iblis untuk bertarung lagi.

Untuk kedua kalinya Abid dan Iblis bertarung.  Keduanya bertarung dengan sepenuh kekuatan.  Namun pada pertarungan kali ini Iblis yang menang.

Tahukah engkau mengapa Abid sekarang kalah..? Sebab dia tidak lagi ikhlas kepada Allah.  Dia telah mengalihkan niatnya pada uang satu Dinar.  Sehingga kekuatan yang dimilikinya tidak seperti dulu.  Keikhlasannya telah ternoda dan dia tidak merasakannya, sehingga Allah mencabut kekuatannya itu.

Kemudia dialog antara Rasulullah SAW dengan Iblis dilanjutkan

Rasulullah SAW : "Siapakah orang yang mukhlis itu menurutmu..?

Iblis : "Apakah engkau tidak tahu wahai Muhammad, barang siapa cinta Dirham dan Dinar, maka dia tidak termasuk orang yang ikhlas untuk Allah.  Jika aku melihat orang yang tidak suka Dirham dan Dinar, serta tidak suka puji dan pujaan, maka aku tahu bahwa dia adalah orang yang ikhlas karena Allah, oleh karena itu aku tinggalkan dia.  Sesungguhnya orang yang cinta harta, pujian dan hatinya tergantung pada nafsu (syahwat) dunia, dia lebih rakus dari orang yang aku jelaskan kepadamu.  Tak tahukah engkau bahwa cinta harta termasuk salah satu dosa besar..? "Wahai.. Muhammad, tak tahukah engkau bahwa mencintai kedudukan dan sombong termasuk dosa besar..?" "Wahai.. Muhammad, tidak tahukah engkau, akulah yang memalingkan niat para pemimpin dari uamtmu..? mula-mula mereka memikirkan umat (amanah), tapi lama kelamaan mereka hanya memikirkan diri sendiri dan keluarganya, sampai akhirnya mereka menjadi rakus dan semua milik rakyat dikuasai, dan itu semua adalah kepandaianku."  "Wahai Muhammad, tidak tahukah engkau, bahwa aku punya tujuh puluh ribu anak.  Setiap anak dari mereka mempunyai tujuh puluh ribu setan.  Di antara mereka telah aku tugaskan untuk menggoda golongan ulama, orang-orang pandai, sebagian lagi aku tugaskan untuk menggoda anak muda, sebagian lagi menggoda orang tua, dan sebagian lagi menggoda orang-orang yang lemah.  Adapun anak-anak muda, tidak ada perbedaan di antara kami dan mereka, sementara anak-anak kecilnya, mereka bermain apa saja yang mereka kehendaki bersamanya.  Sebagian telah aku tugaskan untuk menggoda orang-orang yang rajin beribadah, sebagian lagi untuk kaum yang menjauhi dunia (zuhud) (orang-orang zuhudpun tetap digoda setan dengan kezuhudannya).  "Setan itu masuk ke dalam dan luar diri mereka, dari suatu keadaan ke keadaan yang lain, dari satu pintu ke pintu yang lain.  Mereka mempengaruhi manusia dengan banyak sebab.  Setan mengambil keikhlasan mereka dan menjadikan mereka menyembah Allah tanpa rasa ikhlas."  "Apakah engkau tidak tahu kisah seorang pendeta yang beribadah secara ikhlas selama tujuh puluh tahun, sehingga orang yang sakit menjadi sehat berkat dakwahnya.  Kemudian aku tidak pernah meninggalkannya sampai ia berzina, membunuh, berbohong, ingkar dan akhirnya bertekuk lutut dan besujud kepadaku.  Dialah yang disebut Allah dalam Al-Qur'an, "Bujukan orang-orang munafik itu adalah seperti (bujukan) setan ketika mereka berkata pada manusia, "Kafirlah engkau..!" Maka tatkala manusia itu kafir dia berkata, sesungguhnya aku berlepas dari diri kamu karena sesungguhnya aku takut kepada Allah Tuhan semesta alam." (QS al-Hasyr [59] : 16)

Iblis
: "Apakah engkau tidak tahu wahai Muhammad, bahwa kebohongan itu berasal dariku.  Akulah yang pertama kali berbohong.  Barang siapa berbohong, maka dia adalah temanku, dan barang siapa berbohong kepada Allah, maka dia adalah kekasihku. Apakah engkau tidak tahu, bahwa aku bersumpah kepada Adam dan Hawa, untuk memperkuat tipu dayaku kepadanya? dan kemudian keduanya mencicipi buah itu dan tergelincir menjadi orang yang teraniaya seperti aku.

Al-Qur'an menerangkan "Setan bersumpah pada keduanya (Adam dan Hawa), sesungguhnya Iblis pada keduanya termasuk yangmemberi nasehat. (al-A'raf [7] : 21).  Tetapi kemudian Adam dan Hawa bertaubat dan menyesali perbuatannya dan Allah menerima taubat tersebut sehingga keduanya tidak lagi berdosa.  Namun aku enggan untuk semua itu (bertaubat) dan kini aku ingin menyesatkan mereka saja.  Siapa yang menjadi pengikutku, maka akan menjadi temanku di neraka.

Wahai Muhammad, engkau harus tahu bahwa sumpah palsu merupakan kesenangannku.  Ghibah (membicarakan kejelakan orang lain) dan namimah (mengadu domba) adalah kegemaranku.  Melihat yang jelek-jelek adalah kesukaan dan kesenanganku.  Akulah yang menghembuskan kebencian suami pada istrinya juga sebaliknya.  Barang siapa telah membenci istrinya kemudian dia mengucapkan kata talak (bersumpah untuk cerai) lalu dia mendekati istrinya dengan syahwat, maka ketahuilah bahwa itu adalah perbuatan dosa, dan barangsiapa membiasakan lisannya dengan ucapan cerai, maka istrinya menjadi haram baginya.  Jika mereka memiliki keturunan, maka anak-anak mereka adalah anak hasil zina.  Mereka masuk neraka hanya karena satu kata saja.

Wahai Muhammad, sesungguhnya di antara umatmu ada yang mengakhirkan shalat satu jam, dua jam atau bahkan lebih.  Setiap kali dia mau shalat, akulah yang menemani dia dan yang menggodanya.  Aku katakan padanya, 'Masih ada waktu, belum terlambat, dan engkau juga sedang sibuk.'  Aku lakukan ini agar dia tidak mendapatkan waktu fadhilah (utama), sehingga dia mengerjakan shalatnya di akhir waktu.  Maka kemudian Allah memukul wajahnya.  Jika dia menang atasku, maka aku kirim satu setan yang akan membuatnya lupa shalat atau puasa.  Jika dia tetap menang atasku, aku tinggalkan dia sampai ketika dia mengerjakan shalat aku bisikkan kepadanya, 'Lihatlah kiri dan kanan' sehingga dia menengok, saat itu aku usap wajahnya dengan tanganku dan aku cium antara kedua matanya, lalu aku katakan padanya, 'Aku telah menyuruh melakukan perbuatan yang tidak baik selamanya.'  Dan engkau sendiri tahu wahai Muhammad, siapa yang sering menoleh dalam shalatnya, maka Allah akan memukul wajahnya.  Jika dia menang atasku dalam shalat berjamaah, maka ketika dia shalat sendirian, aku perintahkan dia untuk tergesa-gesa, sehingga dia lalai dalam shalatnya.  Dia melakukan shalat seperti ayam mematuk biji-bijian dengan tergesa-gesa.  Jika dia menang atasku, maka ketika shalat berjamaah aku cambuk dia dengan lijam (cambuk), lalu aku angkat kepalanya sebelum imam mengangkat kepalanya, aku goda dia sehingga mendahului imam.  Engkau tahu bahwa siapa yang melakukan itu, maka shalatnya batal dan pada Hari Kiamat nanti Allah akan mengganti kepalanya dengan kepala keledai.  Akulah yang selalu membisikkan di hati orang yang shalat agar dia menyalahkan imamnya, sementara dia sendiri tidak dapat melakukannya (menyalahkan orang lain).  Jika dia masih menang atasku, aku ingatkan kepadanya hal-hal yang membuatnya lupa, lalu aku hembus dia agar mengantuk, sehingga dia lupa mensucikan Allah ketika shalat.  Jika dia masih menang, aku tiup hidungnya sampai dia menguap.  Jika dia tidak meletakkan tangan di mulutnya, maka setan masuk ke dalam perutnya dan dengan begitu dia bertambah rakus di dunia dan cinta dunia, dan dia akan menjadi pendengar kami yang setia.

Wahai Muhammad, bagaimana umatmu bahagia sedangkan di antara mereka ada yang tidak berbakti kepada orang tuanya.  Dia hanya memikirkan haknya, sementara dia lalai dengan kewajiban-kewajibannya.  Dia terus aku jadikan lupa ketika dia berada dalam perut ibunya, bahkan kadang-kadang aku pandangkan hina ibu-bapaknya, sehingga dia mengecilkan mereka.  Kalau hal ini bisa aku lakukan, maka aku punya pengikut karena dia pasti sengsara di dunia.  Bila dia sengsara di dunia, maka kebanyakan mereka menjadi pengikutku dan di akherat kelak menemani aku di neraka.

Bagaimana umatmu bahagia, sementara aku mengajak orang miskin untuk meninggalkan shalat.  Aku katakan kepadanya, 'Shalat tidak wajib atasmu' shalat hanya diwajibkan atas orang-orang yang mendapatkan nikmat dari Allah."  Aku katakan pada orang-orang yang sakit, "Tinggalkan shalat, sebab ia tidak wajib atasmu, shalat hanya diwajibkan atas orang-orang sehat," karena Allah berkata, "Tidak ada halangan bagi orang yang buta, tidak (pula) bagi orang pincang, tidak (pula) bagi orang yang sakit." (QS an-Nur [24] : 61).

Ketahuilah Muhammad bahwa berapa banyak umatmu yang telah aku sesatkan dengan angan-angan kosong dan menghiasi perbuatan jahat dengan perbuatan baik.
Wahai Muhammad, bagaimana engkau bahagia melihat umatmu, sementara aku mengeluarkan seperenam umatmu dari Islam.  Walau demikian ada juga umatmu yang aku takuti."

Rasulullah SAW : "Siapa dari umatku yang paling engkau takuti..?"

Iblis : "Umatmu yang tidak menunda mandi besar (janabah, haid, nifas) dan gemar bersuci.  Bukankah aku terbuat dari api dan umatmu mandi dengan air, maka aku takut dengan air itu."

Rasulullah SAW : "Apalagi..?"

Iblis : "Umatmu yang sedang marah, kemudian lekas berwudhu, sebab dengan berwudhu tidak bisa lagi aku dekati, karena kemudian dia menjadi tenang dan sadar dengan wudhunya itu."

Rasulullah SAW
: "Wahai terlaknat, siapa teman dudukmu...?"

Iblis : "Pemakan riba.  Aku kacaukan dia dengan menyamakan jual beli dengan riba.  Aku yakinkan dengan syirkah (kerja sama) dan pasti dia mengikutiku, karena pada hakekatnya umatmu mencintai harta lebih dari mencintai Allah SWT.  Itu semua upayaku."

Rasulullah SAW : "Siapa teman kepercayaanmu..?"

Iblis
: "Pezina.  Dalam urusan ini, umatmu dalam genggamanku, sehingga mereka tidak dapat meninggalkan itu.  Aku hiaskan perbuatan itu sebagai hal wajar dan merupakan kebutuhan hingga akhirnya menjadi baik asal tidak merugikan orang lain.  Sementara Allah menetapkan bahwa zina itu fahisyah (keji) dan sesat, tapi tetap aku hiaskan pada umatmu dan telah banyak dari mereka yang menjadi pengikutku."

Rasulullah SAW : "Siapa yang menjadi teman tidurmu..?"

Iblis
: "Orang yang mabuk.  Dia merasa puas dengan perbuatannya dan akan tidur bersamaku dengan nyenyak."

Rasulullah SAW : "Siapa tamumu..?"

Iblis : "Pencuri (mengambil barang orang lain dengan sengaja untuk menjadi haknya dengan paksa)

Rasulullah SAW : "Siapa utusanmu..?"

Iblis
: "Tukang sihir.  Dia Senantiasa mengobarkan dendam dengan membalas yang lebih kejam.  Sementara pekerjaan itu telah aku serahkan kepadanya.  Utusanku itu telah lihai untuk mengaturnya sehingga aku cukup mengontrolnya."

Rasulullah SAW : "Apa kesukaanmu..?"

Iblis : "Orang yang bersumpah cerai dan kemudian kuhiasi istrinya dengan hiasan yang manarik.  Bila dia telah menggauli istrinya dengan senang, maka lupalah dia akan cerainya itu.  Untuk anak buahku yang telah berhasil memisahkan suami istri, maka dia akan kuberi piala yang besar.  Ini yang pantas aku berikan padanya."

Rasulullah SAW
: "Siapa Kekasihmu..?"

Iblis
: "Orang yang meninggalkan Shalat Jumat.  Awalnya aku mengatakan hanya sekali saja.  Kemudian berlanjut hanya dua kali dan seterusnya berkali-kali, sehingga menjadi kebiasaan."

Rasulullah SAW : "Wahai terlaknat, siapa yang memotong punggungmu..?"

Iblis
: "Ringkikan kuda untuk berperang di jalan Allah.  Aku bujuk penunggangnya agar takut mati sehinga dia meninggalkan perang itu sebagai pengecut."

Rasulullah SAW : "Apa yang melelehkan badanmu..?"

Iblis
: "Taubatnya orang yang bertaubat.  Artinya kembali kepada Allah SWT.  Di sini aku merasa kalah, tapi aku gelincirkan dengan dosa lainnya sampai aku berhasil."

Rasulullah SAW : "Apa yang mengosongkan (membuat panas) hatimu..?"

Iblis
: "Istigfar yang banyak kepada Allah siang dan malam"

Rasulullah SAW : "Apa yang memuramkan wajahmu (membuat merasa malu dan hina)..?"

Iblis : "Zakat secara sembunyi-sembunyi."

Rasulullah SAW : "Apa yang membutakan matamu..?"

Iblis
: "Shalat di waktu sahur (menjelang shubuh atau sepertiga malam akhir) karena orang yang shalat malam itu akan diberi tempat kedudukan yang mulia dan terpuji di sisi Allah SWT.  'Dan pada sebagian malam hari shalat tahajutlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji. (QS al-Isra' [17] : 79)

Rasulullah SAW : "Apa yang memukul kepalamu..?"

Iblis : "Memperbanyak shalat berjamaah."

Rasulullah SAW
: "Siapa yang paling membahagiakanmu..?"

Iblis : "Orang yang sengaja meninggalkan shalat."

Rasulullah SAW : "Siapa manusia yang paling sengsara (celaka) menurutmu..?"

Iblis : "Orang kikir atau pelit yang tidak mengerti kalau sedekah itu sebenarnya untuk dirinya."

Rasulullah SAW : "Siapa yang paling menyita pekrjaanmu (menyibukkanmu)..?"

Iblis
: "Majelis-majelis yang menelaah tentang agama Allah.  Di dalam majelis ini aku menjadi gelisah."

Rasulullah SAW : "Bagaimana engkau makan..?"

Iblis : "Dengan tangan kiriku dan jari-jariku."

Rasulullah SAW : "Di mana engkau lindungkan anak-anakmu ketika panas,.?"

Iblis : "Di balik kuku-kuku manusia yang panjang (belum dipotong) untuk berteduh anakku.  Umatmu lupa pada ajaranmu tentang fitrah, yaitu memotong kuku.  Dan akulah yang melupakannya."

Rasulullah SAW : "Berapa keperluanmu yang kamu mintakan kepada Allah..?"

Iblis : "Sepuluh perkara."

Rasulullah SAW : "Apakah itu wahai terlaknat..?"

Iblis

•    Aku memohon kepada Allah SWT, agar aku punya rumah, maka rumahku adalah kamar mandi.  Maka aku senang jika umatmu berlama-lama di rumahku.
•    Aku memohon agar aku punya masjid, akhirnya pasar menjadi masjidku.  Bukankah masjidku tempat orang bohong dan bersumpah palsu, khianat dan pencukat.
•    Aku memohon agar aku punya al-Qur'an, maka syair adalah al-Qur'anku.  Ternyata umatmu mencintai syair berkat rayuanku.
•    Aku memohon agar memiliki azan, maka terompet adalah panggilan azanku.  Kebanyakan umatmu mengabaikan azan, dia merasa terpanggil dengan terompetku yang selalu berirama nafsu-nafsu.
•    Aku memohon agar aku punya tempat tidur, maka orang-orang mabuk adalah tempat tidurku, aku berikan selimut tebal agar tidak kedinginan.
•    Aku memohon agar aku memiliki teman-teman yang menolongku, maka kelompok orang yang tidak mengerti akan ketetapan Allah menjadi teman-teman yang membantuku.
•    Aku memohon agar aku punya teman-teman dekat, maka orang-orang yang menginfakkan harta kekayaannya untuk kemaksiatan adalah teman dekatku. Allah berfirman, "Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara Setan dan Setan itu sangat ingkar kepada Rabbnya." (QS al-Isra [17] : 27)
•    Aku minta kepada-Nya agar aku bisa berserikat dalam diri Bani Adam (tidak mau lenyap walau sebentar dalam mengganggu).
•    Berserikat dalam harta mereka (campur antara haram dan halal).  Umatmu senang menyerempet-nyerempet yang haram. "TERMASUK PARA WANITA MUSLIMAH YANG MENGGUNAKAN HIJAB YANG SUNGGUH-SUNGGUH MENYEREMPET-NYEREMPET ANTARA YANG BATHIL DAN YANG BENAR. MAKSUDNYA? MEREKA GUNAKAN HIJAB DI KEPALA MEREKA, TETAPI MENGGUNAKAN BAJU KETAT DAN PARAHNYA LAGI LENGAN DAN DADANYA TIDAK DITUTUPNYA MEREKA MEMBEBERKAN NYA UNTUK DILIHAT MENAWAN OLEH PARA LELAKI. SUNGGUH CELAKA WANITA SEPERTI INI, BALASANNYA ADALAH KETIKA HARI AKHIR NANTI KEPALA MEREKA AKAN SEPERTI PUNUK UNTA YAG MENONJOL DAN BERPENYAKIT SOPAK "KUSTA" KETIKA MEREKA DIBANGKITKAN NANTI."
•    Dan berserikat dalam anak-anak mereka.  Dia mengijinkanku berserikat dalam kelompok mereka (bagi yang besetubuh dengan tidak berdoa).  Itulah maksud Allah dalam Al-Qur'an "Dan hasunglah siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan ajakanmu, dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak dan beri janjilah mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh syaitan kepada mereka melainkan tipuan belaka." (QS al-Isra [17] : 64).

"Wahai Muhammad, akulah yang mengajak umatmu gemar berjudi.  Akulah yang mendampinginya sampai dia lupa keluarga, istri dan anak-anaknya, bahkan lupa pada dirinya sendiri.  Akulah yang menepuk-nepuk bahunya, baik sewaktu menang maupun kalah.  Dengan begitu dia pasti akan kembali mengulanginya.

Setiap harta yang tidak dikeluarkan zakatnya, maka aku ikut memakannya.  Dengan cara menyita hartanya sehingga tidak barakah.  Aku juga ikut makan makanan yang tercampur antara riba dan haram.  Aku juga ikut memakan segala harta yang tidak dimohonkan perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk.
Setiap orang yang tidak memohon perlindungan Allah dari Setan ketika bersetubuh dengan isterinya, maka setan akan ikut bersetubuh.  Akhirnya melahirkan anak yang mendengar dan taat kepadaku.  Oleh karena itu engkau telah mengajarkan doa tersebut kepada orang yang akan melakukan sanggama dengan isterinya.

Doa ini sebagai berukut :

BISMILLAHI ALLAHUMMA JANNABNAA SYAITHAANA WA JANNABI SYAITHAANA MAA RAZAQTANAA.

"Dengan nama Allah, yaa Allah jauhkanlah kami dari gangguan Setan dan jauhkanlah Setan dari rezki (bayi) yang akan engkau anugerahkan pada kami."

Tetapi banyak umatmu yang lupa berdoa dan akulah yang lebih menjadikan mereka lupa.  Begitu pula orang yang naik kendaraan dengan maksud mencari penghasilan yang tidak dihalalkan, maka aku adalah temannya.  Itulah maksud firman Allah, "Dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki."

Rasulullah SAW
: "Andaikan setiap yang engkau ucapkan tidak didukung oleh ayat-ayat dari kitab Allah, maka aku tidak akan membenarkanmu."

Iblis : "Wahai Muhammad, aku memohon kepada Allah agar bisa melihat anak cucu Adam sementara mereka tidak dapat melihatku.  Kemudian Allah menjadikan aku dapat mengalir melalui peredaran darah mereka. Diriku dapat berjalan kemanapun sesuai dengan kemauanku dan dengan cara bagaimana pun.  Kalau aku mau dalam sesaat pun bisa.  Kemudian Allah berkata kepadaku, "Engkau dapat melakukan apa saja yang kau inginkan."  Akhirnya aku merasa senang dan banga sampai hari kiamat.

Aku memiliki anak yang aku beri nama Atamah.  Ia akan kencing di telinga seorang hamba ketika dia tidur meninggalkan shalat Isya'.  Andaikan tidak karena itu, dia pasti tidak akan tidur terlebih dahulu sebelum menjalankan shalat.

Aku juga punya anak yang aku beri nama Mutaqadhi.  Apabila ada seorang hamba melakukan ketatan ibadah dengan rahasia dan menutupinya, maka anakku tersebut senantiasa membatalkannya dan dipamerkannya di tengah-tengah manusia sehingga semua manusia tahu.  Akhirnya Allah membatalkan sembilan puluh sembilan pahalanya, sehingga yang tersisa hanya satu pahala, sebab setiap ketaatan yang dilakukan secara rahasia akan diberi seratus pahala.

Aku punya anak lagi yang bernama Kuhyal.  Ia bertugas mengusap celak mata semua orang yang sedang berada di majelis pengajian dan ketika khatib sedang memberikan khutbah.  Sehingga mereka terkantuk dan akhirnya tidur dan tidak dapat mendengarkan apa yang dibicarakan para ulama.  Bagi mereka yang tidur tidak akan ditulis pahala sedikitpun.

Setiap kali ada perempuan keluar pasti ada setan yang duduk di pinggulnya.  Ada pula yang duduk di daging yang mengelilingi kukunya.  Di mana mereka akan menghiasi orang-orang yang melihatnya.  Kedua setan itu kemudian berkata kepadanya, "Keluarkan tanganmu", akhirnya dia mengeluarkan tangannya sehingga kukunya terlihat dan tampak nodanya.

Wahai Muhammad, sebenarnya aku tidak dapat menyesatkan sedikitpun dari umatmu, akan tetapi aku hanya dapat mengganggu dan menggoda mereka.  Andaikan aku memiliki hak dan kemampuan untuk menyesatkan, maka aku tidak akan membiarkan segelintir manusia pun di muka bumi ini yang dapat mengucapkan, "Tidak ada Rabb selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya" dan tidak akan ada lagi orang yang melakukan shalat, puasa dan zakat.

Sebagaimana halnya engkau wahai Muhammad, tidak berhak memberikan hidayah sedikitpun kepada mereka, akan tetapi engkau hanyalah seorang utusan yang menyampaikan amanah dari Allah.  Andaikan engkau memiliki hak dan kemampuan untuk memberi hidayah, maka engkau tentu tidak akan membiarkan satu oarng kafir pun berada di muka bumi ini.  Engkau dan aku mempunyai tugas masing-masing, aku membujuk manusia agar dapat terjerumus ke neraka, sedang engkau mengajak mereka menuju tempat selamat, jalan yang lurus, yaitu surga.  Engkau hanyalah sebagai hujjah (argumentasi) Allah terhadap makhluk-Nya.  Sementara aku hanyalah menjadi sebab celakanya orang yang sebelumnya sudah di cap oleh Allah menjadi orang celaka.  Orang yang bahagia dan beruntung adalah orang yang dijadikan bahagia oleh Allah sejak dalam perut ibunya, sedangkan orang yang celaka adalah orang dijadikan celaka oleh Allah sejak dalam perut ibunya.

Rasulullah SAW membacakan firman Allah dalam Al-Qur'an, "Jikalau Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat, kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu. Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka. Kalimat Tuhanmu (keputusan-Nya) telah ditetapkan: sesungguhnya Aku akan memenuhi neraka Jahannam dengan jin dan manusia (yang durhaka) semuanya." (QS Hud [11] : 118-119).  Kemudian dilanjutkan dengan ayat lain, "Tidak ada suatu keberatanpun atas Nabi tentang apa yang telah ditetapkan Allah baginya. (Allah telah menetapkan yang demikian) sebagai sunnah-Nya pada nabi-nabi yang telah berlalu dahulu. Dan adalah ketetapan Allah itu suatu ketetapan yang pasti berlaku." (QS al-Ahzab [33] : 38)

Dengan rasa iba Rasulullah SAW menawarkan sesuatu yang sangat beguna untuk Iblis agar ia mohon ampun sehingga tidak masuk neraka dengan tawaran sebagai berikut;

Rasulullah SAW
: "Wahai Abu Murrah (iblis), maukah engkau saya kenalkan bahwa Allah SWT itu Zat Yang Maha Pengampun..? Apakah engkau masih mungkin bertaubat dan kembali kepada Allah, sementara aku akan menjaminmu masuk surga..? sebagaimana firman Allah, "Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beriman, beramal saleh, kemudian tetap di jalan yang benar." (QS Thaha [20] : 82)

Namun tawaran itu ditolak iblis dengan jawaban;

Iblis : "Wahai Rasulullah, ketentuan telah memutuskan dan Qalam pun telah kering dengan apa yang terjadi seperti ini hingga Hari Kiamat nanti.  Aku enggan bertaubat dan umatmu pun akan banyak yang aku pengaruhi agar enggan bertaubat supaya sama dengan aku."

Kemudian Iblis mengakhiri perkataanya, "Maka Maha Suci Allah yang menjadikanmu sebagai tuan para Nabi dan Khatib para penduduk surga.  Dia telah memilih dan mengkhususkan dirimu.  Sementara dia telah menjadikan aku sebagai tuan orang-orang yang celaka dan Khatib para penduduk neraka.  Aku adalah makhluk celaka lagi terusir.  Ini adalah akhir dari apa yang aku beritahukan kepadamu dan aku mengatakan yang sejujurnya, karena aku tidak ingin engkau dan umatmu bahagia untuk selamanya."  Dan kemudian Iblis minta Izin meninggalkan tempat.

Edited : Aster Prescott
Notes : Tolong dipahami dan tolong diamalkan tolong dipikirkan banyak-bannyak lah berdzikir, sesungguhnya lagu nyanyian-nyanyian yang tidak berguna dan penyanyi nya kalian sembah-sembah "idolakan" itu adalah nantinya tuhan kalian di hari akhir dan nyanyian-nyayian yang menurutmu lebih merdu dan elok daripada Al-Quran dan engkau dengarkan setiap saat itulah kitab suci iblis. Bacalah juga Al-Quran walau hannya selembar supaya kalian semua termasuk orang-orang yang tidak lalai lagi beruntung. -Aster Prescott



Artikel Terkait Advice (Nasihat) ,Kisah Islami


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentar yang baik atau lebih baik diam. Dilarang keras untuk iklan yang berbau judi, pornografi dan syirik! Jika terpaksa Anda inginkan iklan juga, di sebelah samping kanan ada text box silahkan iklankan kehendak Anda disana. Terima kasih atas pengertian Anda. Semoga Allah merahmati Anda...

-Aditya Von Herman

Über Mich

Foto saya

Herman is a student from University of BSI Margonda Depok, Indonesia major of Computer Engineering. He is the author of www.asterprescott.blogspot.com, www.explorejakartahere.blogspot.com as an article publisher, administrator and moderator on his own personal web blog since February 2013.