LISTEN TO THIS
DENGAR INI

After poorness there will be richness, after being thirsty there will be freshness, after parting there will be a meeting, after rift there will be adhesiveness, after disconnect will being reconnected and after you cannot sleep at night you could be sleep well after it.

Setelah kefakiran itu ada kekayaan, setelah kehausan akan ada kesegaran, setelah perpisahan akan ada pertemuan, setelah keretakan akan ada kerekatan, setelah terputus akan tersambung kembali dan setelah tidak tidur malam Anda akan dapat tidur pulas.

I knew something in this life, is not necessary need to be strong but to feel strong...

Saya tahu sesuatu dalam hidup, adalah tidak penting untuk menjadi kuat tetapi bersikap kuat...

Wir Eingeschlagen Haben Und Zu Weit Zurück Zu Gehen, Gehen Sie Auf!

Kita Sudah Memulai Dan Terlalu Jauh Untuk Kembali, Lanjutkan!




Jumat, 19 April 2013

Operasi Bagration Kekalahan Terbesar Wehrmacht Di Front Timur

Peta Operasi Bagration


Ribuan tawanan yang berasal dari Tentara ke-4 Jerman di 'parade' kan di jalan kota Moskow sebagai penghinaan terhadap Hitler, dan juga sebagai perlambang ketangguhan tentara komunis Stalin di mata rakyatnya, 17 Juli 1944


Foto para tawanan Jerman di Belorusia, Juli 1944. Terlihat jelas wajah murung dan frustasi mereka. Dua prajurit di depan bahkan telah kehilangan sepatunya!


Unit anti serangan udara Luftwaffe yang sekarang mengalihkan senjata AA 88mm menjadi anti-tank demi mengantisipasi gelombang serangan Soviet yang makin menggila


Buku yang membahas tentang Operasi Bagration, seri Flames Of War


Pada Perang Dunia II, Operasi Bagration adalah serangan umum oleh tentara Soviet untuk mengusir tentara Nazi dari Belarusia yang menyebabkan hancurnya Satuan Tentara Tengah Jerman dan mungkin merupakan kekalahan Wehrmacht yang terbesar selama Perang Dunia II.

Satuan Tentara Tengah terbukti sulit untuk dihancurkan sebagaimana ditunjukkan oleh kekalahan Zhukov dalam operasi Mars. Tetapi pada bulan Juni 1944, situasinya berbeda karena meskipun garis depannya telah diperpendek, Satuan ini jadi terbuka setelah hancurnya Satuan Tentara Selatan pada pertempuran-pertempuran yang terjadi sesudah Pertempuran Kursk, Pembebasan Kiev dan Pembebasan Krimea pada akhir musim panas dan berlanjut sampai musim gugur dan musim dingin 1943 - 1944 yang kemudian dinamakan periode ketiga Perang Patriotik Besar.

Operasi Bagration, digabung dengan Operasi Lvov-Sandomierz yang dimulai beberapa minggu kemudian di Ukraine, menyebabkan Uni Soviet menguasai kembali praktis semua wilayahnya berdasarkan perbatasan tahun 1941, bergerak ke wilayah Jerman di Prusia Timur, dan mencapai pinggiran Warsawa setelah menguasai wilayah Polandia di timur sungai Vistula.

Pertempuran ini digambarkan sebagai kemenangan teori "seni operasi" Soviet - yaitu koordinasi total antara semua gerakan di garis depan dan lalu lintas sinyal untuk menipu musuh mengenai arah serangan yang sebenarnya. Meskipun satuan yang terlibat sangat banyak, para komandan garis depan Soviet membuat musuh mereka bingung tentang poros serangannya hingga pihak Jerman sangat terlambat untuk memperbaiki keadaan.

Serangan ini dimulai pada pagi tanggal 22 Juni 1944, tepat tiga tahun setelah serangan Jerman ke Uni Soviet. Namun Panglima Tertinggi Angkatan Perang (OKW) telah memperkirakan serangan terhadap Satuan Tentara Selatan, yang sudah sangat lemah dan dipukul mundur dari sebagian besar Ukraina, dan karena itu mendapatkan bantuan persenjataan dari Satuan Militer Tengah sesaat sebelum serangan.

Operasi Bagration mempertarungkan 1.700.000 tentara Soviet yang terbagi dalam 200 divisi dengan 6000 tank dan artileri melawan 34 divisi Jerman dari Satuan Tentara Tengah. Hasilnya adalah hampir 350.000 tentara Jerman terbunuh atau tertawan.

Operasi Lvov-Sandomierz yang berlangsung tidak begitu jauh dari Operasi Bagration dimulai pada tanggal 17 Juli 1944, dengan cepat memukul mundur tentara Jerman di Ukraina. Serangan yang sangat cepat membawa pasukan Soviet ke gerbang Warsawa pada akhir Juli. Operasi Bagration juga memotong dan mengisolasi unit Jerman dari Satuan Tentara Utara yang bertempur di Courland. Operasi ini membantu Soviet bergerak ke Balkan pada bulan Agustus 1944.

Operasi ini dihentikan hanya setelah garis pasokan Soviet terancam karena terlalu banyak dikerahkan, begitu hebatnya sesuai dengan kemenangan mereka. Namun, masih tetap muncul pertikaian tentang keputusan pasukan Soviet untuk menawarkan bantuan yang terbatas - dan terlambat - kepada Pasukan Polandia dalam Pemberontakan Warsawa yang mulai tepat ketika pasukan-pasukan Soviet mencapai perbatasan timur kota itu.

Yang ikut menyebabkan kekalahan Jerman adalah pemindahan unit-unitnya untuk menghadapi invasi Normandia dua minggu sebelumnya. Karenanya, empat "Front" (satuan militer) Soviet dengan jumlah keseluruhan lebih dari 120 divisi menghantam garis pertahanan Jerman yang dipertahankan oleh sedikit pasukan. Soviet memperoleh rasio sepuluh banding satu untuk tank dan tujuh banding satu untuk pesawat dibandingkan musuhnya. Kelebihan Soviet dalam hal jumlah dan kualitas menyebabkan Jerman kewalahan.

Ibukota Belorusia, Minsk, direbut pada tanggal 3 Juli, memerangkap 50.000 tentara Jerman. Sepuluh hari kemudian Tentara Merah mencapai perbatasan Polandia pada masa sebelum perang. Hancurnya Satuan Tentara Tengah membuat Jerman kehilangan 2.000 tank dan 57.000 kendaraan lainnya. Korban di pihak Jerman diperkirakan 300.000 meninggal, 250.000 terluka, dan sekitar 120.000 tertawan; korban keseluruhan 670.000 orang. Korban di pihak Soviet adalah 60.000 terbunuh, 110.000 terluka, dan sekitar 8.000 hilang. Selain itu Soviet juga kehilangan 2.957 tank, 2.447 artileri, dan 822 pesawat.

Dibandingkan pertempuran lainnya, pertempuran ini adalah kemenangan terbesar Soviet dalam hal jumlah, karena menyebabkan 4 kali lipat korban di pihak Jerman dan berhasil menguasai kembali wilayahnya dalam jangka waktu 2 bulan. Ini adalah satu dari sedikit pertempuran dimana Jerman kehilangan lebih banyak tentara dibandingkan Soviet.

Tentara Jerman tidak pernah pulih dari kehilangan material dan pasukan yang dideritanya kali ini setelah kehilangan seperempat dari tentaranya di Front Timur, sama dengan persentase kehilangan di Stalingrad.

Nama operasi ini diambil dari nama Jenderal Petr Bagration, yang gugur pada Pertempuran Borodino.

Statistik Operasi Bagration :

Kekuatan 800.000 1.700.000 Jumlah korban (Estimasi Soviet)
400.000 tewas,
158.000 tertangkap,
590.000 terluka
(Estimasi Jerman)
260.000 tewas,
250.000 terluka,
116.000 tertangkap 178.507 tewas/hilang,
587.308 terluka/sakit,
Total korban: 765.815

Edited : Aster Prescott
Source : id.wikipedia.org, en.wikipedia.org, espritdecorps.ca, jewishvirtuallibrary.org, flamesofwar.com, madhatterrgames.com, alifrafikkhan.blogspot.com



Artikel Terkait NSDAP


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentar yang baik atau lebih baik diam. Dilarang keras untuk iklan yang berbau judi, pornografi dan syirik! Jika terpaksa Anda inginkan iklan juga, di sebelah samping kanan ada text box silahkan iklankan kehendak Anda disana. Terima kasih atas pengertian Anda. Semoga Allah merahmati Anda...

-Aditya Von Herman

Über Mich

Foto saya

Herman is a student from University of BSI Margonda Depok, Indonesia major of Computer Engineering. He is the author of www.asterprescott.blogspot.com, www.explorejakartahere.blogspot.com as an article publisher, administrator and moderator on his own personal web blog since February 2013.