LISTEN TO THIS
DENGAR INI

After poorness there will be richness, after being thirsty there will be freshness, after parting there will be a meeting, after rift there will be adhesiveness, after disconnect will being reconnected and after you cannot sleep at night you could be sleep well after it.

Setelah kefakiran itu ada kekayaan, setelah kehausan akan ada kesegaran, setelah perpisahan akan ada pertemuan, setelah keretakan akan ada kerekatan, setelah terputus akan tersambung kembali dan setelah tidak tidur malam Anda akan dapat tidur pulas.

I knew something in this life, is not necessary need to be strong but to feel strong...

Saya tahu sesuatu dalam hidup, adalah tidak penting untuk menjadi kuat tetapi bersikap kuat...

Wir Eingeschlagen Haben Und Zu Weit Zurück Zu Gehen, Gehen Sie Auf!

Kita Sudah Memulai Dan Terlalu Jauh Untuk Kembali, Lanjutkan!




Minggu, 12 Mei 2013

7 Tips Dan Trik Untuk Komposisi Foto Yang Lebih Baik


Ada banyak cara untuk memotret seperti layaknya fotografer. Tetapi, untuk mendapatkan foto yang enak dilihat dan pesan yang disampaikannya terbaca, perlu di komposisikan dengan tepat. Walaupun begitu tidak ada peraturan baku untuk membuat komposisi yang baik, ada beberapa teknik komposisi yang cukup penting dalam beberapa kasus. Berikut ini adalah 7 tips dan trik untuk membantu anda membuat komposisi yang lebih baik.

Sederhana:

Photo by Niklas Plessing


Ini adalah peraturan paling mendasar dari komposisi. Semakin sederhana komposisi, semakin berpengaruh pada hasil foto. Sederhana, tidak berarti menghilangkan pesan dan arti yang ingin disampaikan. Penyederhanaan hanya di tingkat komposisi dan penyusunan elemen-elemen yang ada dalam frame. Komposisi yang sederhana akan fokus pada subjek utama tanpa pengalihan perhatian oleh elemen yang ada disekitarnya. Untuk memperoleh komposisi yang paling sederhana, selalu, pikirkan apa yang sebenarnya ingin anda foto dan buatlah elemen tersebut dominan, sementara itu singkirkan apapun yang tidak ada hubungannya dengan foto anda.

Memandu Perhatian:

Photo by Steve Webel


Ketika mengkomposisi, cobalah untuk membawa pandangan mata pemirsa lurus ke arah subjek. Jangan biarkan pandangan mata mereka mencari sekeliling frame dengan bebas. Untuk itu, anda dapat menggunakan beberapa bentuk garis berbeda dalam komposisi anda, seperti garis diagonal dan garis cembung atau cekung yang dengan mudah mengarahkan perhatian langsung ke elemen. Juga, bentuk melengkung dan lingkaran dapat sangat membantu membawa pandangan mata mereka tetap di dalam frame dan yang paling penting, mengumpulkan semuanya di dalam.

Sempurnakan Background:

Photo by Gregory Bastien


Banyak fotografer yang lupa bahwa background dapat menentukan hasil foto bahkan lebih besar daripada subjek itu sendiri. Mempunyai subjek yang menarik tidak berarti anda pasti akan mendapatkan hasil yang baik. Semakin anda sempurnakan background anda, semakin banyak kesempatan yang anda dapatkan untuk mendapatkan foto-foto terbaik. Jadi, tidak peduli subjek apa yang anda foto, anda perlu memperhatikan apa yang ada di dalam background anda, untuk menghilangkan elemen-elemen yang tidak perlu atau memasukkan pola elemen yang menarik, atau sebuah garis yang tajam. Hal ini dapat diterapkan di jenis foto apapun. Jika anda mengambil foto potrait, anda harus mengaburkan atau blur background anda untuk membuat orang yang anda foto tampak lebih tajam, dan jika anda adalah fotografer perkotaan atau senang foto jalan, anda harus memperhatikan settingan terbaik kamera anda, sempurnakan komposisinya dan tunggulah subjek anda. Walaupun anda mengaburkan background anda atau memasukkannya dalam foto, anda tetap harus mengkomposisikannya agar tetap serasi dengan subjek anda dan hilangkan elemen-elemen yang tidak diinginkan.

Biarkan Ruang Kosong Disekitar Subject:

Photo by Yassine Hakimi


Terkadang, foto yang bagus dapat menjadi jelek karena sesuatu yang disebut “kekurangan udara” atau terlalu penuh tanpa ada ruang kosong disekitarnya. Subjek tersebut kebanyakan ditempatkan ditengah gambar dengan ruang kosong yang kecil dilihat dari setiap sisi bingkainya. Untuk masalah ini, tempatkan subjek di satu garis potong, anda perlu berimajinasi untuk itu, dan anda mendapatkan cukup ruangan untuk foto tersebut bernafas. Misalnya, pada masalah portrait, merupakan ide yang baik untuk memberikan ruang searah dengan pandangan subjek. Atau, dalam kasus memotret subjek yang bergerak, adalah lebih baik untuk memberikan ruangan kosong di depan subjek tersebut.

Sebuah Frame Dalam Frame:

Photo by robysaltori


Ini adalah teknik komposisi lama; dan masih terpakai untuk banyak jenis subjek. Dengan memasukkan frame subjek anda berikut elemen-elemen nya, anda akan memaksa mata pemirsa untuk melihat melalui subjek. Dengan begitu anda seperti memberitahukan pada pemirsa seperti apa dan dimana melihatnya (melihat subjek yang dimaksud), tidak perlu lagi bertanya sampai menemukan titik yang menarik.

Gunakan Permukaan Yang Tinggi:

Photo by svenwerk


Memotret dari titik pandang yang tinggi dapat memberikan efek menarik ppada foto anda. Karena mata manusia tidak terlalu terbiasa dengan sudut, akan lebih mudah mengambil foto dari sudut yang tinggi. Sudut yang tinggi dapat dipakai untuk beberapa jenis fotografi. Efisien penggunaannya khususnya untuk foto landscape (aerial fotografi). Landscape ditunjukkan dari titik yang tidak biasa dimana pola, garis, dan bentuk pada elemen-elemen yang berbeda disatukan.

Berlatihlan, walaupun tanpa kamera:
Langkah yang baik untuk mempelajari lebih banyak tentang komposisi adalah tetap memotret, walaupun tanpa kamera. Hanya mata dan imajinasi anda yang dibutuhkan. Anda dapat memperbaiki keahlian komposisi anda ketika berjalan di jalan, menaiki bus, atau apapun yang anda lakukan. Anda hanya perlu memperhatikan segala sesuatu disekitar anda dan cobalah untuk menemukan bagaimana hal-hal tersebut dapat difoto. Temukanlah subjek anda, bayangkan bagaimana background yang tepat untuknya, komposisikan foto anda, tanamkan dalam kepala anda kesederhanaan, garis dan pola. Lalu potretlah sebuah gambar dengan berani. Anda akan menyadari bahwa hal ini sangatlah mudah bahkan lebih mudah lagi setelah anda menggunakan kamera.

Edited : Aster Prescott
Source : photopoly.net, Mitrakamera



Artikel Terkait Photography


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentar yang baik atau lebih baik diam. Dilarang keras untuk iklan yang berbau judi, pornografi dan syirik! Jika terpaksa Anda inginkan iklan juga, di sebelah samping kanan ada text box silahkan iklankan kehendak Anda disana. Terima kasih atas pengertian Anda. Semoga Allah merahmati Anda...

-Aditya Von Herman

Über Mich

Foto saya

Herman is a student from University of BSI Margonda Depok, Indonesia major of Computer Engineering. He is the author of www.asterprescott.blogspot.com, www.explorejakartahere.blogspot.com as an article publisher, administrator and moderator on his own personal web blog since February 2013.