LISTEN TO THIS
DENGAR INI

After poorness there will be richness, after being thirsty there will be freshness, after parting there will be a meeting, after rift there will be adhesiveness, after disconnect will being reconnected and after you cannot sleep at night you could be sleep well after it.

Setelah kefakiran itu ada kekayaan, setelah kehausan akan ada kesegaran, setelah perpisahan akan ada pertemuan, setelah keretakan akan ada kerekatan, setelah terputus akan tersambung kembali dan setelah tidak tidur malam Anda akan dapat tidur pulas.

I knew something in this life, is not necessary need to be strong but to feel strong...

Saya tahu sesuatu dalam hidup, adalah tidak penting untuk menjadi kuat tetapi bersikap kuat...

Wir Eingeschlagen Haben Und Zu Weit Zurück Zu Gehen, Gehen Sie Auf!

Kita Sudah Memulai Dan Terlalu Jauh Untuk Kembali, Lanjutkan!




Sabtu, 04 Mei 2013

Pentingnya Shalawat Hakikat Penciptaan Alam Semesta Karena Rasulullah SAW

Diriwiyatkan oleh Ibnu Asakir dari Qa’bul Akbar, beliau berkata “sesungguhnya Allah menurunkan sejumlah tongkat kepada Nabi Adam a.s sebanyak jumlah Nabi dan Rasul yang akan diutus Allah. Tongkat sunnahnya annbiya al-mursalin. Kemudian Nabi Adam berkata kepada putranya yang bernama Systh, wahai anakaku sesungguhnya engkau adalah penerusku kalau aku meninggal dunia, maka terima tongkat-tongkat ini dan mandatku dan konsekuensinya kamu harus memegang teguh untuk bertakwa dalam jabatan ini. Ingat, setiap kali menyebut Allah maka letakkan nama Muhammad saw setelah nama Allah. Karena sesungguhnya aku melihat nama Muhammad SAW ini tertulis ditiang-tiang Arsy, sedangkan aku itu ruhnya belum menyatu ke jasad. Kemudian aku sudah keliling ke lapis 7 langit, dan aku tidak melihat dilangit suatu tempat kecuali ditempat itu tertulis nama Muhammad SAW . Dan sesungguhnya Allah Tuhanku menempatkan aku di dalam surga. Tidaklah disurga aku lihat disitu suatu istana dan suatu kamar kecuali nama Muhammad saw tertulis padanya. Dan aku lihat bahwasanya nama Muhammad saw itu tertulis di kerongkongan-kerongkongannya bidadari-bidadari yang ada di surga. Dan aku melihat bahwasanya daun-daun yang ada di surga, pohon-pohon yang ada di surga, bahkan itu daunnya pohon tuba di situ tertulis nama Muhammad saw. Dan aku melihat daun-daun yang berada di Sidratil Muntaha, daun-daun itu bertuliskan nama Muhammad saw, dan aku melihat ditengah(dikening) mata malaikat tertulis nama Muhammad saw. Karena itu perbanyakklah menyebut nama Muhammad saw. Karena sesungguhnya para malaikat setiap saat mereka menyebut nama Muhammad saw.”

Kemudian dalam riwayat yang disebutkan oleh Ibnu A’di dan Ibnu Asahakir dari sahabat yang bernama Anas, Rasulullah saw bersabda “Ketika aku Mi’raj-kan oleh Allah, aku melihat di tiang-tiang Arsy tertulis “la illaha ilAllah Muhammad Rasulullah…”. la illaha ilAllah Muhammad Rasulullah…” dan aku perkuat Rasulullah tersebut dengan Ali, yaitu sahabat Ali bin Abi Thalib KW. Kemudian Ibnu Asahkir dari sahabat yang bernama Ali, Rasulullah saw bersabda “Ketika aku di-Isra’kan aku melihat di Arsy tertulis la illaha ilAllah Muhammad Rasulullah, Abu Bakar Assidiq, Umar Al-Faruq, Ustman dzunurain”

Tulisan “la illaha ilAllah Muhammad Rasulullah, Abu Bakar Assidiq, Umar Al-Faruq, Ustman dzunurayn”. Berarti 4 Khalifah termaktub/tertulis semuanya bersama la illaha ilAllah Muhammad Rasulullah di Arsy-Arsy nya Allah.

kemudian Abu Ya’la dan At-Tabrani dalam kitabnya Al-Aufaq juga Ibnu Asahakir kemudian Al-Hasan bin Urfah, didalam kitabnya yang terkenal dari sahabat yang terkenal yang bernama Abu Hurairah ra,.. Rasulullah saw bersabda “Ketika aku di-Isra’-kan aku dibawa menuju langit, setiap langit yang aku lewati, di situ pasti aku temukan namaku tertulis di sana Muhammad Rasulullah saw… wa Abu bakar Assidiq qolafi,.. Muhammad Rasulullah saw dan Abu Bakar Assidiq adalah sebagai penerusku..”

Dan dikeluarkan oleh Bazar dari Sayyidina Abdullan bin Umar ra qol.. Rasulullah saw bersabda “Ketika aku Mi’raj-kan ke langit, setiap langit yang kulewati, pasti disitu aku temukan nama Muhammad Rasulullah saw tertulis disana”.

Dan Darut Qutni dalam kitabnya Wal Qatib wa’nu Asahakir dari Abi Darda ra… dari Nabi saw beliau bersabda “Ketika aku Isra’kan, aku melihat di Arsy, di situ ada baju yang berwarna hijau, di baju berwarna hijau itu tertulis sebuah tulisan yang ditulis dengan cahaya yang berwarna putih cahaya yang berbentuk la illaha ilAllah Muhammadun Rasulullah Abu Bakar Assidiq Umar Al-Faruq”.

Kemudian Ibnu Asakir mengatakan dari sahabat yang bernama Jabir, bahwasanya Rasulullah saw bersabda “Di Pintu Surga tertulis la illaha ilAllah Muhammadun Rasulullah”.

Kemudian Abu Nuai dalam kitabnya Al-Ihya, dari Sayyidina Abdullah bin Abas ra berkata Rasulullah saw bersabda “Di Surga tidak ada satu pohon pun kecuali di situ daun-daunya tertulis la illaha ilAllah Muhammadun Rasulullah saw”.

Kemudian dikatakan Allah mewahyukan kepada Nabi Isa a.s “Berimanlah kamu kepada Nabi Muhammad saw dan perintahkan semua orang yang engkau temukan, semua umat yang engkau temui dari umatmu, agar mereka semua beriman kepada Nabi Muhammad saw. Sesungguhnya jika bukan karena Muhammad saw tentu tidak akan Aku ciptakan Adam, tidak akan Aku ciptakan surga, tidak akan Aku ciptakan neraka, dan sesungguhnya Aku telah menciptakan Arsy diatas air kemudian Arsy itu bergoncang maka Aku tuliskan di Arsy tersebut la illaha ilAllah Muhammadun Rasulullah, maka Arsy itu pun menjadi tenang”. Dan ini diriwayatkan oleh Al-Hakim, dan menurut Al-Hakim Hadist ini shahih.

Kemudian Ibnu Asahkir dari riwayat Abi Zubair dari Jabir ra berkata “diantara pundak Nabi Adam a.s tertulis Muhammadun Rasulullah qottamun nabiyyin, Muhammad adalah Rasul Allah dan penutup para Nabi.”

masih beranggapan mengkultuskan Nabi saw ? masih enggan bersholawat ?? bukankah sholawat sendiri bentuk pengamalan dari surah Al-Ahdzab 56:

“Innallaha wa malaikatahu yusalluna ‘alannabi ya ayyuhalladzina amanu shallu alaihi wasallimu taslima.” Sesungguhnya Allah beserta para malaikatNya senantiasa bersholawat untuk Nabi SAW. Hai orang-orang yang beriman bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkan salam penghormatan padanya (Nabi Muhammad SAW.)” (Q.S. al-Ahzab: 56).

Akhir kata sekurang-kurangnya mari kita ber shalawat untuk nabi kita tercinta Muhammad SAW, Allahuma shali ala sayyidina Muhammad wa ala ali sayyidina Muhammad.

Edited : Aster Prescott
Source : alfaqir.nabawiy.com



Artikel Terkait Islamic Religion


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentar yang baik atau lebih baik diam. Dilarang keras untuk iklan yang berbau judi, pornografi dan syirik! Jika terpaksa Anda inginkan iklan juga, di sebelah samping kanan ada text box silahkan iklankan kehendak Anda disana. Terima kasih atas pengertian Anda. Semoga Allah merahmati Anda...

-Aditya Von Herman

Über Mich

Foto saya

Herman is a student from University of BSI Margonda Depok, Indonesia major of Computer Engineering. He is the author of www.asterprescott.blogspot.com, www.explorejakartahere.blogspot.com as an article publisher, administrator and moderator on his own personal web blog since February 2013.