LISTEN TO THIS
DENGAR INI

After poorness there will be richness, after being thirsty there will be freshness, after parting there will be a meeting, after rift there will be adhesiveness, after disconnect will being reconnected and after you cannot sleep at night you could be sleep well after it.

Setelah kefakiran itu ada kekayaan, setelah kehausan akan ada kesegaran, setelah perpisahan akan ada pertemuan, setelah keretakan akan ada kerekatan, setelah terputus akan tersambung kembali dan setelah tidak tidur malam Anda akan dapat tidur pulas.

I knew something in this life, is not necessary need to be strong but to feel strong...

Saya tahu sesuatu dalam hidup, adalah tidak penting untuk menjadi kuat tetapi bersikap kuat...

Wir Eingeschlagen Haben Und Zu Weit Zurück Zu Gehen, Gehen Sie Auf!

Kita Sudah Memulai Dan Terlalu Jauh Untuk Kembali, Lanjutkan!




Kamis, 23 Mei 2013

Piri Reis 1465-1554, Muslim Penginspirasi Atlas Masa Modern

Peta sejarah Ancona oleh Piri Reis


Peta Eropa buatan Piri Reis

Piri Reis atau nama lengkapnya Hacı Ahmed Muhiddin Piri (Hadji Ahmed Muhiddin Piri). Reis (Laksamana) adalah Laksamana-ı Derya, geograf, dan kartograf Utsmaniyah yang lahir antara tahun 1465 dan 1470 dan meninggal antara 1554 atau 1555. Piri Reis adalah kartografer Muslim terkemuka yang mewariskan peta dunia terlengkap pertama yaitu Peta Piri Reis

Piri Reis lahir di Gallipoli, Turki, yang merupakan wilayah pantai. Ia hidup ditahun 1465-1554 atau tahun 877-961 dalam kalender Hijriyah. Nama aslinya, Muhiddin Piri. Ayahnya bernama Haci Mehmet, Pamannya Laksamana terkenal Kemal Reis. Ia menghabiskan masa kanak-kanak dan remaja bersama pamannya, Kemal Reis. Pamannya, yang mendorong Piri mencintai laut, pelayaran dan ilmu kartografi, adalah pelaut dan kapten kapal terkemuka di masa kekhalifahan Ottoman, Turki sekarang ini.

Piri Reis mengikuti jejak sang paman menjadi Pelaut, navigator dan Kartografer (Ahli Pembuat Peta) terkemuka di abad 16 yang pada akhirnya mewariskan peta dunia terlengkap yang pertama pada dunia yang juga menandung banyak misteri.

Peta Piri Reis yang mengagumkan tersebut sempat menghilang sekian ratus tahun. Peta tersebut ditandatangani oleh Piri Reis sendiri bertanggal Muharam 919 Hijriyah atau 9 Maret – 7 April 1513 Masehi. Tapi sayangnya, Peta yang tertulis di atas kulit rusa tersebut ditemukan hanya berupa cuplikan Peta berukuran 90 x 65 cm yang merupakan bagian dari Peta Dunia yang utuh. Dan hanya bagian itulah yang diketahui selamat hingga sekarang.

Ia terkenal karena peta-petanya dalam Kitab-ı Bahriye (Buku Navigasi), dan juga peta dunianya yang diselesaikan pada tahun 1513 dan ditemukan di Istana Topkapi di Istanbul pada tahun 1929.

Pada tahun 1528, Piri Reis menggambar peta dunia kedua, dengan menggunakan dua puluh peta asing dan mappa mundi (Arab, Spanyol, Portugal, Cina, India, dan Yunani), termasuk peta milik Christopher Columbus.

Perjalanan Hidup Dan Karir Kelautan  

Sayangnya sobat Ast sekalian selama bertahun-tahun, sedikit yang diketahui tentang identitas Piri Reis. Jika namanya diterjemahkan berarti Kapten Piri. Berdasarkan arsip Ottoman, bahwa nama lengkapnya adalah "Hadji Muhiddin Piri Ahmed" dan ia lahir di Gelibolu (Gallipoli) Eropa pada masa kekaisaran Ottoman atau disebut Turki sekarang. Dan sayangnya lagi tanggal pasti kelahirannya tidak diketahui. Gelar Hadji (dalam bahasaTurki: Haci) yang melekat pada Piri Reis atau Hadji Ahmed Muhiddin Piri dan juga pada gelar nama ayahnya Hadji Mehmed Piri menunjukkan bahwa mereka telah menyelesaikan ibadah haji ke baitul makkah. Secara gitu ya sobat Ast gelarnya haji pastinya dong harus sudah naik haji.

Piri Reis mulai melibatkan diri dalam dunia kelautan sejak tahun 1481 bersama pamannya Kemal Reis. Yang pada waktu itu adalah seorang pelaut dan kapten kapal terkemuka, yang kemudian hari menjadi terkenal sebab bergabungnya beliau dalam angkatan laut kekaisaran Ottoman. Selama periode ini bersama dengan pamannya Piri Reis bannyak melibatkan diri dalam peperangan lautan yang melibatkan kekaisaran Ottoman melawan Spanyol, Republik Genoa, Republik Venesia, termasuk pada pertempuran Leparto I atau bisa disebut (pertempuran Zonchio) yang terjadi pada tahun 1499, dan juga pertempuran Leparto II atau bisa disebut (pertempuran Modon) yang terjadi pada tahun 1500.

Ketika pamannya Kemal Reis meninggal pada tahun 1511 (disebabkan kapal yang ditumpanginya rusak oleh badai di laut mediterania yang pada waktu itu dalam perjalanan memimpin menuju ke Mesir). Setelah itu Piri kembali ke Gelibolu, dimana ia memulai studinya tentang pernavigasian.

Pada tahun 1516, Piri Reis bergabung kembali dalam angkatan laut kekaisaran Ottoman. Dan beliau juga ambil bagian pada waktu penaklukan mesir oleh kekaisaran Ottoman pada rentang tahun 1516-1517. Pada tahun 1522 ia juga ikut serta dalam pengepungan Rhodes melawan Knights of St. John (alias kesatria dari St. John sobat Ast sekalian). Yang berakhir dengan menyerahnya Knights of St. John kepada kekaisaran Ottoman pada tanggal 25 Desember 1522 yang menghasilkan persetujuan dipindahkannya Knights of St. John dari Rhodes pada tanggal 1 Januari 1523.

Pada tahun 1547, Piri dinaikan pangkatnya menjadi Reis (Laksamana) sebagai komandan angkatan laut kekaisaran Ottoman di samudra Hindia dan juga laksamana angkatan laut di Mesir, yang berkantor pusat di Suez. Pada 26 Februari 1548 beliau merebut kembali Aden dari Portugis diikuti penagkapan Muscat, yang mana telah diduduki Portugis sejak tahun 1507 juga pulau penting strategis yaitu Kish. Lebih lanjut ke arah timur, Piri Reis menangkap pemimpin besar portugis di pulau Hormuz tepat di selat Hormuz di pintu masuk dari teluk Persia. Ketika portugis mengalihkan perhatian mereka ke teluk Persia, Piri Reis menduduki semenanjung Qatar dan pulau Bahrain untuk menduduki pangkalan strategis Portugis di pantai Arab.

Lalu Piri Reis kembali ke Mesir dalam usianya menjelang 90 tahun. Ketika beliau menolak untuk mendukung gubernur Ottoman dari Basra yang bernama Kubad Pasha, dalam kampanyenya beliau melawan Portugis di teluk Persia utara. Dan oleh sebab penolakannya itu Piri Reis dijatuhi hukuman mati , beliau dipenggal pada tahun 1554.

Kitab-ı Bahriye (Book of Navigation): 1521-1525

Piri Reis adalah penulis Kitab-ı Bahriye slah satu dari buku pernavigasian pra-moderen yang paling terkenal. Termasuk didalamnya peta dunia, dan walaupun beliau bukanlah seorang penjelajah dan tidak pernah berlayar ke Atlantik beliau menyusun lebih dari dua puluh peta Arab, Spanyol, Portugis, China, India, juga Yunani kuno kedalam gambaran peta yang lebih komprehensif (luas) dari peta-peta yang ada pada masanya. Pada petannya beliau juga menyertakan peta terkini dari penjelajahan benua Afrika, dan Amerika dalam peta dunia pertamannya pada tahun 1513. Beliau juga mencantumkan sumber dari peta buatannya sebagian diambil dari peta buatan kolombus juga Alexander The Great. Nah sobat Ast sekalian juga para pembaca, disini mennunjukan bahwa sudah patut dan selayaknya kita sebagai manusia berakhlak baik harus menghargai orang lain siapapun dia seperti contoh Piri Reis ini yang tetap menulis sumber jelas pada peta buatannya. Dalam buku karya Piri Reis ini berisi informasi rinci pelabuhan, teluk semenanjung, pulau-pulau, pantai, dan benteng-benteng strategis. Seperti halnya buku pernavigasian yang memmuat astronomi juga  informasi lokal dari segala aspek kebudayaan daerah masing-masing negara. Ada tiga puluh tulisan sekitar peta dunia, dua puluh sembilannya dalam bahasa Turki dan satu dalam bahasa Arab. Yang pertama selesai pada tahun 1513, tetapi setelah bannyak identifikasi ulang tahun penyelesaiannya menjadi molor ke tahun 1521. Dan ditinjau kembali pada rentang tahun 1524-1525 dengan penambahan informasi dan grafik yang lebih baik. Peninjauan ini dilakukan dalam rangka penghadiahan kepada Suleiman I. Kitab-ı Bahriye ini berisi 434 halaman dan 290 peta.

Kitab-ı Bahriye ada dua seksi atau yang lebih gampangnya dua bagian lah sobat Ast. Pada bagian pertama dalam kitab ini didedikasi untuk menginformasikan tentang jenis-jenis badai, teknik menggunakan kompas, portolan grafik dengan informasi rinci tentang pelabuhan dan pantai, metode pencarian arah dengan menggunakan bintang-bintang, dan karakteristik utama lautan dan tanah disekitar mereka. Penekanan khusus diberikan kepada penemu benua baru oleh Christopher Colombus dan orang-orang dari Vasco da Gama dan pelaut Portugis lainnya dalam perjalanan mereka ke India dan sebagian ke Asia.

Bagian kedua seluruhnya terdiri dari grafik portolan dan panduan pelayaran. Setiap topik berisi peta sebuah pulau atau pantai. Dalam buku pertama (1521), bagian ini memiliki total 132 portolan grafik, sedangkan buku kedua (1525) memiliki total 210 portolan grafik. Bagian kedua dimulai dengan deskripsi Selat Dardanella dan berlanjut dengan pulau dan garis pantai Laut Aegea, Laut Ionia, Laut Adriatik, Laut Tyrrhenian, Laut Liguria, Riviera Perancis, Kepulauan Balearic, pantai Spanyol, Selat Gibraltar, Kepulauan Canary, pantai-pantai Afrika Utara, Mesir dan Sungai Nil, Levant dan garis pantai Anatolia. Bagian ini juga berisi deskripsi dan gambar dari monumen terkenal dan bangunan di setiap kota, serta informasi biografis tentang Piri Reis yang juga menjelaskan alasan mengapa dia lebih menyukai untuk mengumpulkan grafik dalam buku, bukan gambar peta tunggal, yang tidak akan dapat menampung informasi lebih banyak dan detail.

Satu abad setelah meniggalnya Piri dan pada pertengahan abad ke-17, versi ketiga bukunya diproduksi yang mana meniggalkan gaya penulisan naskah versi kedua sedangkan ada penambahan pada bagian kartografis naskah. Versi ini termasuk peta baru berskala besar, sebagian salinan Italia (dari Battista Agnese dan Jacopo Gastaldi) dan Belanda (Abraham Ortelius) karya abad sebelumnya. Peta ini jauh lebih akurat dan menggambarkan Laut Hitam, yang tidak termasuk dalam peta aslinya.

Salinan Kitab-i Bahrie ditemukan di berbagai perpustakaan dan museum di seluruh dunia:

Salinan dari edisi pertama (1521) ditemukan di Istana Topkapi, Perpustakaan Nuruosmaniye dan Perpustakaan Raya Sulaimaniah di Istanbul, Perpustakaan Universitas Bologna, Perpustakaan Nasional Wina, Perpustakaan Negara Dresden, Perpustakaan Nasional Prancis di Paris, British Museum di London, Perpustakaan Bodleian di Oxford dan Walters Art Museum di Baltimore.

Salinan dari edisi kedua (1525) ditemukan di Istana Topkapi, yang Köprülüzade Fazil Ahmed Pasa Perpustakaan, Perpustakaan Raya Sulaimaniah dan Perpustakaan Nasional Perancis.

Haduuuuuhhh masya Allah dan Alhamdulillahh telah selesai Aster Prescott ini menulis kebali serta menterjemahkan artikel berbahasa inggris ini dengan waktu yang sangat cukup menyita lebih dari 7 jam meloto terus duduk di kursi panas yang membuat encok kambuh, perut lapar gak peduli waktu, juga mata sakit kepala pucing, dan lain sebagainya. Lebay??? bodo amat dah yang penting fertig alias selesai.

Dan semoga  perjuangan Ast yang melelahkan ini bisa jadi lahan pahala dan ilmu pengetahuan buat semua Amin... Saya Aster Encok eh Aster Prescott sangat-sangat dengan hormat jika anda ingin copy paste artikel ini mohon dengan nama Allah capek bung buat artikel yang cukup relevan sempurna dan translate dari bahasa inggris yang gak jelas menjadi kata-kata baku yang baik dan benar dalam bahasa indonesia itu sulit bung, apalagi saya menulis dan mentranslate artikel ini semua murni dari pikiran sendiri dan sedikit dari google translator yang gak relevan "alias gak baku". Saya mohon dengan sangat amat hargailah pejuang ilmu pengetahuan online "bukan hannya saya saja masih bannyak orang lain" yang bannyak bekerja tanpa megenal lelah dan waktu "dan gak ada bayaran alias kerja bakti!" yang menulis untuk pengetahuan orang bannyak. Mohon diberikan source backlink ke blog saya sebagai Author artikel ini. Semoga berguna dan bermanfaat dan selamat sakit pinggang.

Author : Aster Prescott
Rewrite And Translated By : Aster Prescott
Source : http://en.wikipedia.org/wiki/Piri_Reis
Notes: Mohon hargai saya bila ingin copy paste artikel ini, mungkin ini sepele buat anda tapi coba deh artikel bahasa asing loe translate ke indonesia dalam bahasa sebaku mungkin satu baris aja, kiranya pusing gak sobat??? nah maka dari itu saya sudah baik mendukung kebebasan copy paste artikel online untuk tujuan ilmu pengetahuan yang baik dan benar dan sekali lagi hargai saya.



Artikel Terkait Biography Tokoh


1 komentar:

Berkomentar yang baik atau lebih baik diam. Dilarang keras untuk iklan yang berbau judi, pornografi dan syirik! Jika terpaksa Anda inginkan iklan juga, di sebelah samping kanan ada text box silahkan iklankan kehendak Anda disana. Terima kasih atas pengertian Anda. Semoga Allah merahmati Anda...

-Aditya Von Herman

Über Mich

Foto saya

Herman is a student from University of BSI Margonda Depok, Indonesia major of Computer Engineering. He is the author of www.asterprescott.blogspot.com, www.explorejakartahere.blogspot.com as an article publisher, administrator and moderator on his own personal web blog since February 2013.