LISTEN TO THIS
DENGAR INI

After poorness there will be richness, after being thirsty there will be freshness, after parting there will be a meeting, after rift there will be adhesiveness, after disconnect will being reconnected and after you cannot sleep at night you could be sleep well after it.

Setelah kefakiran itu ada kekayaan, setelah kehausan akan ada kesegaran, setelah perpisahan akan ada pertemuan, setelah keretakan akan ada kerekatan, setelah terputus akan tersambung kembali dan setelah tidak tidur malam Anda akan dapat tidur pulas.

I knew something in this life, is not necessary need to be strong but to feel strong...

Saya tahu sesuatu dalam hidup, adalah tidak penting untuk menjadi kuat tetapi bersikap kuat...

Wir Eingeschlagen Haben Und Zu Weit Zurück Zu Gehen, Gehen Sie Auf!

Kita Sudah Memulai Dan Terlalu Jauh Untuk Kembali, Lanjutkan!




Jumat, 03 Mei 2013

Hollywood-Isme: Inspiring Name Atau Jaringan?

 

Siapa tak kenal Hollywood? Nyaris seluruh manusia di bumi ini kenal atau sedikitnya pernah mendengar istilah itu. Namun tahukah Anda jika nama Hollywood ternyata menginspirasikan banyak sekali studio-studio besar di banyak negara dunia, yang juga terkait dengan produksi film.

Kita semua tahu bahwa Hollywood yang dikuasai jaringan Yahudi AS itu tidak sekadar bikin film dan mendatangkan uang yang besar. Ada sisi ideologis di balik berdirinya mesin industri hiburan terbesar dan terlengkap di dunia ini. Misinya sederhana: mempromosikan The American Dreaming ke seluruh umat manusia. Apa sebenarnya “The American Dreamin” tersebut? Ini tak lain adalah: Kebebasan, Kebebasan, dan Kebebasan. Liberalisme.

Dalam benak orang banyak, kebebasan yang digaungkan Hollywood tentu positif. Bebas untuk berekspresi, bebas untuk berbicara, bebas untuk berkreasi, bebas untuk berpikir, dan sebagainya. Bukankah ini bagus?

Tapi nanti dulu, kebebasan seperti itu sebenarnya sekadar kedok bagi liberalisme absolut yang menempatkan akal manusia pada kekuasaan mutlak. Tidak ada batas-batas, apalagi agama. Inilah sebenarnya tujuan para pendiri Hollywood, yakni membuat seluruh manusia di bumi ini terseret dalam arus liberalisme sehingga tidak mau lagi tunduk pada yang namanya iman. Yang ada hanyalah pikiran (dan nafsu).

Sudah terlalu banyak kisah nyata bagaimana kemaksiatan terjadi di Hollywood. Tulisan ini tidak akan membahas hal tersebut, namun memaparkan kepada kita semua betapa nama ‘Hollywood’ ternyata menginspirasikan banyak negara untuk mengadaptasi namanya untuk studio-studio film mereka.

Tapi nanti dulu, siapa tahu, ya siapa tahu, kenyataan ini ternyata bukan sekadar “inspiring name” tetapi yang terjadi sebenarnya merupakan jaringan (Hollywod network) yang memuat visi dan misi yang sama dengan induknya. Siapa tahu?

Inilah daftar sejumlah studio-studio di berbagai negara yang namanya diambil dari nama ‘Hollywood’:

    Bollywood (Mumbai, India).
    Chollywood (Peruvian)
    Dhaliwood (Dhaka, Bangladesh).
    Dollywood (Taman Hiburan di Tennesse, AS)
    Etyekwood (nama lain Korda Studios di Budapest, Hongaria)
    Hollyhammar (Swedia)
    Hollywood North (Vancouver, Toronto, di Canada)
    Kollywood (Chennai, Tamil Nadu, Selatan India).
    Lollywood (Lahore, Pakistan).
    Mollywood (Industri Film Malayalam India).
    Mollywood (Industri Film Mormon).
    Nollywood (Nigeria).
    Pollywood (Peshawar, Pakistan).
    Sollywood (Industri Film Sindhi).
    Tollywood (Andhra Pradesh).
    Tollywood (Bengali Barat, India).
    Trollywood (Trollhättan Municipality, Swedia).
    Valleywood (Wales).
    Wellywood (Wellington, New Zealand).

Tentang Hollywood dan Jaringan Yahudi AS yang berkuasa di dalamnya, tentang sejarah dan agenda terselubungnya, tentang pengaruh global Hollywoodisme terhadap budaya dunia–termasuk di Indonesia, akan dibahas dalam majalah eramuslim digest edisi 3 yang insya Allah akan terbit awal Oktober 2007 (Majalah lawas bos, klo ente mau lebih tahu ya cari aja tuh majalah. Emang sih agak telat ana tulis tulis beginian ditahun 2013 btw thn 2007 gw masih culun tuh!, dan btw lagi "GAK ADA KATA TELAT BUAT ILMU PENGETAHUAN" hmmhmm maaf audience bawaan penyakit.

Edited : Aster Prescott
Source : eramuslim.com, digitaltrends.com



Artikel Terkait Education


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentar yang baik atau lebih baik diam. Dilarang keras untuk iklan yang berbau judi, pornografi dan syirik! Jika terpaksa Anda inginkan iklan juga, di sebelah samping kanan ada text box silahkan iklankan kehendak Anda disana. Terima kasih atas pengertian Anda. Semoga Allah merahmati Anda...

-Aditya Von Herman

Über Mich

Foto saya

Herman is a student from University of BSI Margonda Depok, Indonesia major of Computer Engineering. He is the author of www.asterprescott.blogspot.com, www.explorejakartahere.blogspot.com as an article publisher, administrator and moderator on his own personal web blog since February 2013.