LISTEN TO THIS
DENGAR INI

After poorness there will be richness, after being thirsty there will be freshness, after parting there will be a meeting, after rift there will be adhesiveness, after disconnect will being reconnected and after you cannot sleep at night you could be sleep well after it.

Setelah kefakiran itu ada kekayaan, setelah kehausan akan ada kesegaran, setelah perpisahan akan ada pertemuan, setelah keretakan akan ada kerekatan, setelah terputus akan tersambung kembali dan setelah tidak tidur malam Anda akan dapat tidur pulas.

I knew something in this life, is not necessary need to be strong but to feel strong...

Saya tahu sesuatu dalam hidup, adalah tidak penting untuk menjadi kuat tetapi bersikap kuat...

Wir Eingeschlagen Haben Und Zu Weit Zurück Zu Gehen, Gehen Sie Auf!

Kita Sudah Memulai Dan Terlalu Jauh Untuk Kembali, Lanjutkan!




Jumat, 17 Mei 2013

SS-Obersturmführer Halim Malkoc 1917-1947, Muslim Satu-Satunya Yang Menerima Medali Eisernes Kreuz Atau Iron Cross!

Para imam Handschar dalam kunjungan mereka ke Potsdam, bulan Juli 1943. Berdiri dari kiri ke kanan: Imam Husejin Dzozo, Imam Ahmed Skaka, tak diketahui, SS-Schütze Zvonimir Bemwald, SS-Obersturmführer Heinrich Gaese, Imam Divisi Abdulah Muhasilovic, orang Jerman yang tak diketahui namanya, Imam Haris Korkut, Imam Dzemal Ibrahimovic, Imam Hasan Bajraktarevic, Imam Salih Sabanovic, Imam Fikret Mehmedagic, Orang Jerman tak diketahui yang cuma sebagian terlihat, dan Imam Sulejman Alinajstrovic. Berlutut dari kiri ke kanan: Imam Muhamed Mujakic, Imam Halim Malkoc, Imam Kasim Maric, Imam Hasim Torlic, and Imam Osman Delic.


Halim Malkoc (1917 - 7 Maret 1947) adalah seorang imam Muslim Bosnia yang bertugas di Waffen-SS Divisi Handschar dengan pangkat terakhir Obersturmführer (Letnan Satu). Dia terkenal karena peranannya dalam meredam pemberontakan sebagian prajurit Handschar di Villefranche-de-Rouergue tahun 1943. Atas jasanya tersebut, dipercaya bahwa Malkoc menjadi orang beragama Islam satu-satunya yang menerima medali Eisernes Kreuz dalam Perang Dunia II!

Ketika perang tersebut pecah, Malkoc telah menjadi seorang imam muda di Bosnia. Dia pun sebelumnya telah bertugas di dinas kemiliteran Yugoslavia sebagai perwira, dan dikenang sebagai seorang pemimpin militer yang berbakat. Pada tahun 1943 dia bergabung dengan Divisi Gunung SS ke-13 "Handschar" yang baru dibentuk, dan diserahi tugas sebagai imam shalat sekaligus ulama di "SS-Gebirgs-Pioneer Bataillon 13". Pada bulan Juli dia dan beberapa ulama Muslim lainnya dikirim ke Dresden untuk mengikuti "kursus Pelatihan Imam" selama tiga minggu yang diorganisasi oleh SS-Obergruppenführer Gottlob Berger dan perwira kehormatan SS Mohammad Amin al-Husseini (Mufti Besar Yerusalem). Mata pelajaran yang diberikan termasuk pengetahuan mengenai Waffen-SS; organisasi dan pangkatnya, juga pelatihan bahasa Jerman. Di waktu senggang, para imam tersebut diberikan kesempatan untuk mengunjungi tempat-tempat terkenal di Jerman seperti Berlin Opera, Kastil Babelsberg, Potsdam dan Nicholaisee.

Selama pelatihan tersebut, kaum komunis Prancis atau "agents provocateurs" yang menyusup ke dalam Divisi telah mendorong terjadinya pemberontakan di sebagian prajurit Handschar pada tanggal 17 September 1943 sehingga mengakibatkan terbunuhnya beberapa perwira Jerman yang diperbantukan disana. Malkoc dan orang Jerman Dr. Schweiger segera berusaha mengendalikan situasi yang semakin memburuk. Akhirnya, yang sebagian besar disebabkan semata oleh kelemahlembutan dan juga pengaruhnya, dia berhasil membujuk para prajurit yang memberontak untuk menyerah dan menurunkan senjatanya.

Atas jasanya tersebut yang krusial, dia dianugerahi Eiserne Kreuz II klasse pada bulan Oktober 1943. Setahun kemudian dia ditunjuk sebagai kepala imam seluruh Divisi Handschar ketika imam pertama yang ditunjuk Jerman, Imam Abdullah Muhasilović, desersi pada tanggal 21 Oktober 1944.

Setelah perang usai, pemerintah komunis yang berwenang di Yugoslavia memerintahkan untuk menghukum mati Imam Halim Malkoc. Tanggal 7 Maret 1947 dia menghembuskan nafas terakhirnya di tiang gantungan di Bihac.

By : Alif Rafik Khan
Edited : Aster Prescott
Source : en.wikipedia.org, srpska-mreza.com



Artikel Terkait NSDAP


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentar yang baik atau lebih baik diam. Dilarang keras untuk iklan yang berbau judi, pornografi dan syirik! Jika terpaksa Anda inginkan iklan juga, di sebelah samping kanan ada text box silahkan iklankan kehendak Anda disana. Terima kasih atas pengertian Anda. Semoga Allah merahmati Anda...

-Aditya Von Herman

Über Mich

Foto saya

Herman is a student from University of BSI Margonda Depok, Indonesia major of Computer Engineering. He is the author of www.asterprescott.blogspot.com, www.explorejakartahere.blogspot.com as an article publisher, administrator and moderator on his own personal web blog since February 2013.