LISTEN TO THIS
DENGAR INI

After poorness there will be richness, after being thirsty there will be freshness, after parting there will be a meeting, after rift there will be adhesiveness, after disconnect will being reconnected and after you cannot sleep at night you could be sleep well after it.

Setelah kefakiran itu ada kekayaan, setelah kehausan akan ada kesegaran, setelah perpisahan akan ada pertemuan, setelah keretakan akan ada kerekatan, setelah terputus akan tersambung kembali dan setelah tidak tidur malam Anda akan dapat tidur pulas.

I knew something in this life, is not necessary need to be strong but to feel strong...

Saya tahu sesuatu dalam hidup, adalah tidak penting untuk menjadi kuat tetapi bersikap kuat...

Wir Eingeschlagen Haben Und Zu Weit Zurück Zu Gehen, Gehen Sie Auf!

Kita Sudah Memulai Dan Terlalu Jauh Untuk Kembali, Lanjutkan!




Minggu, 12 Mei 2013

Tips & Trik Memotret


1. Teruslah Memotret

Motret sebanyaknya saja. Dengan kamera digital nggak ada ruginya sama sekali, tinggal seleksi hasilnya, yang jeleknya dihapus, yang bagusnya dipindahin ke harddisk. Ambil dari berbagai sisi, angle, jarak, mungkin dengan diafragma dan lensa yang berbeda. Lama-kelamaan anda akan tahu mana angle terbaik anda, dan angle mana yang terbaik untuk suatu object tertentu. Feel-nya akan terasah. Pekalah terhadap moment yang nggak mungkin terjadi lagi. Untuk object yang kemungkinan bergerak, bergerak-gerik atau bergerak-gerak bisa menggunakan continuous mode.

2. Sudut Pandang Yang Nggak Biasa

Orang sudah biasa lihat bunga. Foto bunga akan terasa biasa kalau difoto secara biasa saja. Maka untuk membuat foto bunga yang lebih menarik, cari sudut yang berbeda, pencahayaan, kedalaman, dan komposisi yang unik juga. Menemukan posisi memotret yang unik yang menghasilkan gambar yang tidak biasa juga pengalaman yang mengesankan, apalagi posisi tersebut sulit diulang orang lain. Seperti memotret pesawat yang sedang tinggal landas dan posisi anda di ujung landas pacu.

3. Siap Siaga

Moment bisa saja terjadi tiba-tiba, bisa juga bisa diprediksi. Maka diperlukan kesiapan mental dan alat anda untuk bisa memotretnya. Apakah fokusnya sudah disiapkan dulu, ataukah moncong kamera sudah diarahkan ke arah posisi di mana kemungkinan moment bisa terjadi, seperti memotret senja, pastinya moncong diarahkan ke tempat matahari tenggelam. Perhitungkan juga waktu delay kamera. Kamera poket biasanya waktu delaynya lama, sehingga sering kehilangan moment. Untuk candid acara perkawinan, pake SLR atau DSLR, jangan pake pocket.

Motret juga harus memperhitungkan waktu atau musim. Motret kupu-kupu, pagi banget ketika kupu-kupu masih ngatuk, atau agak siangan ketika mereka istirahat.Motret senja sebaiknya musim kemarau, dan sangat bagus kalau pada saat siangnya sangat panas. Jadi kalo pas kemarau ketemu siang yang sangat panas, bersiaplah untuk memetik senja nan indah!

4. Peralatan Sesuai Dengan Kebutuhan

Apakah kita akan membawa semua peralatan yang kita punya untuk sebuah hunting/pemotretan? Tentu kita akan kelelahan sebelum pemotretan dimulai, kecuali kita punya caddy. Atau kecuali alat kita, ya cuma satu set itu. Untuk landscape, tripod adalah peralatan wajib. Sedangkan dalam candid di acara perkawinan, justru sebaliknya.

5. Fokus Pada Suatu Subject

Kadang moment unik suatu subject terjadi manakala kita sedang fokus ke subject tersebut. Sebab ketika kita sedang fokus ke sebuah subject, semua moment, aspek dan detail subject akan nampak kepada kita.Karenanya penting untuk memfokuskan diri pada sebuah subject ketika kita berburu, dengan demikian kita akan menemukan banyak hal tentang subject. tersebut, sebab indera dan jiwa kita menjadi lebih peka.Ketika saya sedang berburu awan, saya menemukan komposisi awan yang sejajar dengan kabel listrik.

6. Tiga Kunci Rahasia Foto Bagus


Foto bagus adalah foto yang menyampaikan pesan secara jelas dan menarik. Untuk menciptakannya, miliki 3 kunci rahasia berikut:
-Bagusnya SUBJECT
-Bagusnya KOMPOSISI
-Bagusnya PENCAHAYAAN

7. Momen Fotografi

Salah satu pengertian momen adalah a time of excellence. Pada fotografi di mana subject, komposisi atau pencahayaan berubah secara waktu, maka sebuah momen fotografi bisa terjadi. Momen fotografi adalah saat di mana subject, komposisi dan pencahayaan pada keadaan terbaiknya dan dalam keseimbangan yang sempurna. Decisive Moment.

8. Memilih Subject

Subject foto adalah subject pesan yang ingin disampaikan fotografer. Seperti dalam sebuah surat, subject atau perihal, adalah pesan itu sendiri. Kadang-kadang subject ditulis secara verbal, misalnya: pernyataan cinta, kadang secara abstrak, misalnya dengan sampul pink bergambar love, kadang secara posisi perangko.

Memilih subject bisa menjadi 3 kejadian:
- subject sudah ditentukan oleh pemberi order atau panitia lomba
- subject ditentukan fotografer sebelum berangkat hunting
- subject ditentukan mendadak ketika ketemu object yg akan difoto

Kadang-kadang kita memotret object yang bagus, tetapi hasilnya tidak memuaskan, salah satu penyebabnya adalah kita tidak menetapkan subject ketika memotretnya. Asal jepret, tidak mempertimbangkan subject, berarti menyepelekan peranan otak dan hati. Hasilnya pun akan disepelekan oleh otak dan hati. Setelah subject dipilih dipilih, barulah pekerjaan komposisi.

9. Komposisi

Komposisi yang bagus meliputi aspek2 :
kesederhanaan
keserasian
keseimbangan
kesatuan
keleluasaan
pergerakan
kenyamanan
keunikan

KESEDERHANAAN

kalau masih ada bagian dalam foto yang tidak perlu atau tidak mendukung subject maka bisa disederhanakan perhatikan background, sederhana tidaknya foto kerap kali ditentukan background-nya hanya ada satu object dominan, atau satu warna dominan, atau satu bentuk dominan, atau satu hal lainnya, adalah sebuah penyederhanaan menentukan sebuah POI (point of interest) adalah pendekatan kita untuk mencapai keserhanaan Keep It Sweet & Simple.

KESERASIAN
serasi dalam bentuk, serasi dalam warna, serasi dalam ukuran, serasi dalam posisi acuannya adalah POI, jika elemen lain memperkuat POI, bisa dibilang serasi.

KESEIMBANGAN
Posisikan POI secara tepat untuk mencapai keseimbangan gambar. Gunakan aturan sepertiga 'The Rule of Third' aturan sepertiga posisikan POI pada salah satu persilangan tersebut. Jumlah objek atau sub objek usahakan ganjil.

KESATUAN
hanya ada satu pesan kuat yang muncul dari foto, karena semua elemen foto bersatu dalam pernyataan subject.

KENYAMANAN

jangan letakkan POI tepat di tengah-tengah, istilahnya dead center. Jangan ada garis horisontal melintang di tengah foto, usahakan garis membentuk diagonal atau kurva horison harus horisontal, jangan miring, kalo mau moto miring, jangan sertakan horison letakkan POI di atas atau di bawah garis horison, jangan memotong.

KELELUASAAN

berikan ruang di sekitar POI untuk relaksasi mata sesudah melakukan pengamatan terhadap sebuah objek tersebut, jadi usahakan objek di sekitar POI sangat sederhana atau polos jangan menaruh POI atau objek lain yang bisa memancing perhatian terlalu di pinggir, berikan ruang untuk memulai atau mengakhiri pandangan kalau ada objek-objek yang berdekatan, berilah jarak di antaranya, atau buatlah overlap.

PERGERAKAN
gerakkan pandangan mata penikmat foto melalui penyajian garis dan perspektif, atau melalui gradasi warna atau cahaya pada titik berat foto, berikan kedalaman atau tuntun keluar dari titik tersebut.

KEUNIKAN
Tidak ada foto yang sama. Maka jangan takut memotret object yang sama. Karena mungkin saja kita menciptakan foto yang lebih bagus. Setiap pergeseran posisi kita dalam memotret meski hanya satu inchi bisa menghasilkan perbedaan significant. Banyak faktor yang membuat foto berbeda: sudut pengambilan (angle), angle view (wide angle atau sebaliknya), zoom atau mendekati object, vertikal atau horisontal atau diagonal, arah cahaya, waktu, kesehatan kita, dsb.

Dunia Photography itu mengasikkan lho sobat, jika sobat tertarik gak usah pikir-pikir panjang harus punnya kamera DSLR atau yang professional punya. Cukup niat plus tekat kuat dan jangan gampang menyerah, pasti deh bisa menghasilkan yang luar biasa. Semoga artikel ini bermanfaat khususnya untuk para pemula, terimakasih telah berkunjung. Guten Abend und auf wiederhören.

Edited : Aster Prescott
Source : kikil.org, Mitrakamera, cmsstatic1.cpit.ac.n



Artikel Terkait Photography


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentar yang baik atau lebih baik diam. Dilarang keras untuk iklan yang berbau judi, pornografi dan syirik! Jika terpaksa Anda inginkan iklan juga, di sebelah samping kanan ada text box silahkan iklankan kehendak Anda disana. Terima kasih atas pengertian Anda. Semoga Allah merahmati Anda...

-Aditya Von Herman

Über Mich

Foto saya

Herman is a student from University of BSI Margonda Depok, Indonesia major of Computer Engineering. He is the author of www.asterprescott.blogspot.com, www.explorejakartahere.blogspot.com as an article publisher, administrator and moderator on his own personal web blog since February 2013.