LISTEN TO THIS
DENGAR INI

After poorness there will be richness, after being thirsty there will be freshness, after parting there will be a meeting, after rift there will be adhesiveness, after disconnect will being reconnected and after you cannot sleep at night you could be sleep well after it.

Setelah kefakiran itu ada kekayaan, setelah kehausan akan ada kesegaran, setelah perpisahan akan ada pertemuan, setelah keretakan akan ada kerekatan, setelah terputus akan tersambung kembali dan setelah tidak tidur malam Anda akan dapat tidur pulas.

I knew something in this life, is not necessary need to be strong but to feel strong...

Saya tahu sesuatu dalam hidup, adalah tidak penting untuk menjadi kuat tetapi bersikap kuat...

Wir Eingeschlagen Haben Und Zu Weit Zurück Zu Gehen, Gehen Sie Auf!

Kita Sudah Memulai Dan Terlalu Jauh Untuk Kembali, Lanjutkan!




Sabtu, 22 Juni 2013

TV Digital


ASTERPRESCOTT.BLOGSPOT.COM, assalamualaikum guten Abend Freund. Rencana pada tahun 2015, Indoneia akan menerapkan digitalisasi TV. Sejak 4 konsorium TV digital melakukan uji coba pada 3 Augustus 2008 dan peresmian dilakukan pada 20 Mei 2009, sosialisasi tentang TV digital terus dilakukan. Standar siaran yang digunakan adalah DVB-T.

Aplikasi teknologi digital pada system penyiaran TV dikembangkan di pertengahan tahun 90-an dan diujicobakan pada tahun 2000. Ujicoba sistem tersebut dilakukan sampai mendapatkan hasil penerapan siaran TV digital yang paling ekonomis, sesuai dengan kebutuhan dari negara yang mengoperasikan.

Sistem Pemancar TV Digital


Di dunia ini terdapat 3 standar TV digital. Standar pertama digunakan oleh Amerika berupa standar DTV (Digital Television), kemudian di Eropa ada DVB-T (Digital Video Broadcasting Terrestrial) dan Jepang dengan sistem ISDB-Y (Integerated Service Digital Broadcasting Terrestrial). Ketiga standar tersebut tentu memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing.

Kabarnya dari ketiga standar tersebut, ISDB-T versi Jepang terkenal paling fleksibel dan memiliki lebih bannyak kelebihan, terutama pada penerimaan yang bergerak (mobile). ISDB-T lebih tahan terhadap efek ‘Doppler’. Effek ‘Doppler’ adalah perubahan nyata frekuensi atau panjang gelombangdari sebuah gelombang yang diterima oleh pengamat bergerak relative sesuai ke sumber gelombang.

Beda TV Analog dan TV Digital secara teknis, perandingan lebar pita frekuensi yang digunakan TV analog dan TV digital adalah 1:6. Artinya bila pada teknologi analog memerlukan pita selebar 8 MHz untuk satu kanal transmisi, maka pada teknologi digital dengan lebar pita frekuensi yang sama dengan teknik multiplex, dapat memancarkan sebannyak 6 hingga 8 kanal transmisi sekaligus dengan program yang berbeda.

Selain ditunjang teknologi penerima yang mampu beradaptasi dengan lingkungan yang berubah, TV digital ditunjang oleh produksi peralatan audio visual (video camera dan lainnya) yang menggunakan format digital dan sejumlah pemancar yang membentuk jaringan berfrekuensi sama sehingga daerah cangkupan dapat diperluas.

Teknologi digital efisien dalam pemanfaatan spektrum. Satu penyelenggara televisi digital memanfaatkan spektrum dalam jumlah yang besar. Artinya, tidak hannya satu kanal pembawa melainkan lebih. Penyelenggara berfungsi sebagai operator penyelenggara jaringan, yang mentransmisikan secara teresterial program dari stasiun televise lain menjadi satu paket layanan sebagaimana penyelenggara televisi kabel berlangganan yang ada saat ini.

Kelebihan Frekuensi TV Digital

1. Dapat menampung bannyak perusahaan baru. Penyelenggara televise digital berfungsi sebagai operator pennyelenggara jaringan televisi digital, sedangkan program acara televisi disediakan oleh operator khusus. Dari aspek regulasi, terdapat izin penyelenggara jaringan dan izin penyelenggara jasa program yang mampu memacu perkembangan usaha di bidang ini.

2. Penggunaan kanal yang lebih efisien. Bentuk penyelenggaraan sistem penyiaran di era digital mengalami perubahan baik dari pemanfaatan kanal maupun teknologi jasa pelayanannya. Satu kanal frekuensi yang saat ini hannya bisa diisi oleh satu program saja nantinya bisa diisi antara empat sampai enam program sekaligus di sistem digital.

3. Peningkatan kualitas gambar. TV digital memungkinkan pengiriman gambar dengan akurasi dan resolusi tinggi. Sistem TV digital mampu menghasilkan penerimaan gambar yang jernih, stabil, dan tanpa efek bayangan atau gambar ganda, walaupun pesawat penerima berada dalam keadaan bergerak dalam kecepatan tinggi. Sistem TV digital tidak mengenal gambar tidak jelas, gambar ganda (ghost), dan kualitas gambar buruk lainnya, karena pada teknik digital hannya dikenal gambar bagus atau tidak ada gambar sama sekali.


Menikmati TV Digital Pada TV Analog

Untuk melakukan migrasi dari teknologi analog ke teknologi digital membutuhkan pergantian perangkat pemancar TV dan penerima siaran TV. Karena pesawat TV analog tidak bisa menerima sinyal digital, maka diperlukan alat tambahan yang dikenal dengan nama ‘Set-Top Box’ yang berfungsi menerima dan merubah sinyal digital menjadi sinyal analog.


Set-Top Box ini berguna untuk meminimalkan resiko kerugian (bagi operator TV maupun masyarakat) agar pesawat penerima analog dapat menerima siaran analog dari pemancar TV yang menyiarkan siaran TV digital, sehingga pemirsa yang telah memiliki pesawat penerima TV analog secara perlahan-lahan dapat beralih ke teknologi TV digital dengan tanpa terputus layanan siaran yang ada selama ini.

Rewrite By : Aster Prescott
Source : Berbagai Sumber



Artikel Terkait Education


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentar yang baik atau lebih baik diam. Dilarang keras untuk iklan yang berbau judi, pornografi dan syirik! Jika terpaksa Anda inginkan iklan juga, di sebelah samping kanan ada text box silahkan iklankan kehendak Anda disana. Terima kasih atas pengertian Anda. Semoga Allah merahmati Anda...

-Aditya Von Herman

Über Mich

Foto saya

Herman is a student from University of BSI Margonda Depok, Indonesia major of Computer Engineering. He is the author of www.asterprescott.blogspot.com, www.explorejakartahere.blogspot.com as an article publisher, administrator and moderator on his own personal web blog since February 2013.