LISTEN TO THIS
DENGAR INI

After poorness there will be richness, after being thirsty there will be freshness, after parting there will be a meeting, after rift there will be adhesiveness, after disconnect will being reconnected and after you cannot sleep at night you could be sleep well after it.

Setelah kefakiran itu ada kekayaan, setelah kehausan akan ada kesegaran, setelah perpisahan akan ada pertemuan, setelah keretakan akan ada kerekatan, setelah terputus akan tersambung kembali dan setelah tidak tidur malam Anda akan dapat tidur pulas.

I knew something in this life, is not necessary need to be strong but to feel strong...

Saya tahu sesuatu dalam hidup, adalah tidak penting untuk menjadi kuat tetapi bersikap kuat...

Wir Eingeschlagen Haben Und Zu Weit Zurück Zu Gehen, Gehen Sie Auf!

Kita Sudah Memulai Dan Terlalu Jauh Untuk Kembali, Lanjutkan!




Minggu, 11 Agustus 2013

Perbedaan Perbandingan Kamera Pocket Digital, Prosumer, Dan DSLR

ASTERPRESCOTT.BLOGSPOT.COM, assalamualaikum sobat semua selamat pagi. Minal 'Aidin wal-Faizin mohon maaf lahir batin sobat pembaca sekalian. Dalam moment-moment lebaran pastinnya cocok untuk ambil banyak pictures dan jalan-jalan sekalian mengabadikan moment. Mungkin ada yang baru mebeli kamera? atau masih bingung untuk memilih kamera? dengan ungkapan-ungkapan adanya kamera Pocket, Prosumer, dan DSLR. Mari yuk sobat sekalian kita mengetahui sedikit perbandingan perbedaan antara kemera berikut diatas ;

Kamera Pocket Digital



Bentuk kamera Pocket Digital biasanya lebih kecil dan simple daripada rivalnya Prosumer dan DSLR, mudah di masukkan kantong atau di manapun sobat menginginkannya. Banyak orang tergiur dengan desain yang menawan dan elegan juga simpel. Tidak terbatas dari golongan manapun sudah dapat di pastikan, kamera jenis Pocketlah yang terbanyak dimiliki dibandingkan dengan tipe jenis Prosumer dan DSLR.

Untuk fitur kamera Pocket ini sendiri penggunaannya sangat mudah. Dengan sistem yang sudah di otomasi, user hanya perlu untuk melihat area bidikan dan tekan tombol shutter (istilah ini dikenal juga dengan "just point and shoot"). Kemudahan ini tampaknya menjadi salah satu alasan mengapa banyak orang lebih memilih kamera pocket dari pada tipe lainnya. Sayangnya, fitur-fitur di dalamnya seringkali tidak mangijinkan kita untuk men-setting manual, dan ini adalah salah satu kelemahan kamera Pocket.

Namun terkadang software yagg di sediakan pada kamera Pocket ada kalanya sudah menyamai dan melebihi dengan DSLR.  Contohnya kemampuan untuk mengurangi getaran (Vibration Reduction) agar hasil foto tidak blur, kemampuan untuk mendeteksi area focus yang diinginkan, adanya fasilitas Live View (objek dapat terlihat pada LCD) dan kemapuan rekam video. Sebenarnya fasilitas Live View dan kemampuan rekam video ini sudah ada pada beberapa tipe DSLR, namun harganya akan membuat sobat memikirkannya lagi untuk membeli sebuah DSLR. Menurut Ast untuk orang yang hobby photography mungkin seperti orang yang hobby memiliki gadget baru ya sobat, pastinya akan lebih sering berpuasa demi untuk membeli berapapun harga kamera DSLR ini.

Sensor pada kamera berfungsi sebagai penangkap gambar. Pada kamera Pocket tentu saja sensor image tidak sebesar pada kamera jenis Prosumer dan DSLR.  Dan memang di desain sedemikian rupa, karena memang kebutuhan untuk kamera pocket tidak memerlukan sensor berukuran besar. Namun akibatnya, area hasil bidikan akan terpotong. Berbeda denga DSLR yang mempunya sensor lebih besar sehingga cakupan area hasil bidikannya lebih besar.

Untuk lensa yang di sediakan pada kamera Pocket biasanya cukup wide. Zoom optical juga cukup mumpuni untuk sebuah kamera Pocket. Namun tentu saja lensa ini tidak dapat di ganti layaknya DSLR.

Jika ditilik dari kemampuan  dan kemudahan yang di tawarkan oleh sebuah kamera Pocket, user yang dituju adalah user yang hanya menginginkan kemudahan dalam penggunaan kamera (atau bisa juga ya sobat gak melulu untuk orang yang menginginkan kemudahan photo tetapi ada juga user yang sedang mempelajari seni photography dengan memanfaatkan dana yang terbatas juga gadget yang murah). Pocket kamera cukup dapat diandalkan sebagai alat untuk mengabadikan momen-momen penting atau untuk belajar photography dasar.

Kamera Prosumer



Kata “Prosumer“ diambil dari PROfesional dan conSUMER. Kamera  yang berjenis “point and shoot” ini mempunyai fitur lebih lengkap dibandingkan dengan kamera saku, antara lain pengaturan exposure dan iso secara manual. Ada beberapa orang yang menggunakan kamera jenis ini untuk memulai belajar fotografi karena dirasa lebih praktis dan fungsional daripada kamaera DSLR.

Diatas kertas memang kemampuan kamera prosumer  masih dibawah kamera DSLR dan diatas kamera saku. Di beberapa kamera prosumer ada yang dilengkapi dudukan  lampu kilat (Flash) sehingga dapat ditambahkan flash external yang berdaya lebih besar dan bisa di bouncing.

Setingan programnnya bisa kita atur secara manual. Aperture, ISO dan Shutter Speed bisa kita atur secara manual. Sehingga kreatifitas kita tidak di batasi oleh system yang otomatis. Dan yang lebih menggiurkan,  hampir semua Prosumer memiliki kemampuan rekam video dan fasilitas Live View. Sebuah fasilitas yang harus di bayar mahal pada sebuah kamera DSLR. Dan mungkin pada sebagian Prosumer, objek yang kita lihat melalui jendela bidik/ViewFinder tidak langsung dari lensa (bukan TTL), melainkan melalui sensor kamera, sehingga yang kita lihat di View Finder adalah LCD mungil yang menampilkan objek.

Sensor yang digunakan kamera Prosumer biasanya lebih besar dari kamera Pocket dan lebih kecil dari kamera DSLR. Ini adalah salah satu perbedaan mendasar antara kamera Prosumer dan DSLR. Dan ini akan berhubungan erat dengan kemampuan sensor untuk menagkap bokeh (blur) dan adanya Crop Factor (pemotongan gambar karena perbedaan ukuran sensor) yang dihasilkan oleh kamera Prosumer.

Untuk lensa Prosumer sendiri tidak bisa digonta-ganti layaknya DSLR. Memang inilah perbedaan yang paling utama antara Prosumer dan DSLR.  Tapi, FL (Focal Length/panjang pembesaran) pada lensa prosumer biasanya adalah lensa jenis sapu jagad, dengan aperture/diafragma/bukaan yang besar. Benar-benar menggiurkan untuk sebuah lensa.

Prosumer ditujukan bagi konsumen yang ingin memperdalam dunia fotografi dengan menawarkan fitur yang menyamai kamera DSLR, serta mencangkokkan lensa yang mumpuni. Lebih ringkas dari DSLR, tidak perlu membawa berbagai peralatan perang yang lengkap, cukup kamera saja, tidak perlu bawa-bawa lensa (karena memang tidak dapat di ganti).

DSLR



Kamera refleks lensa tunggal‎ (bahasa Inggris: Single-lens reflex (SLR) camera) adalah kamera yang menggunakan sistem jajaran lensa jalur tunggal untuk melewatkan berkas cahaya menuju ke dua tempat, yaitu Focal Plane dan Viewfinder, sehingga memungkinkan fotografer untuk dapat melihat objek melalui kamera yang sama persis seperti hasil fotonya. Hal ini berbeda dengan kamera non-SLR, dimana pandangan yang terlihat di viewfinder bisa jadi berbeda dengan apa yang ditangkap di film, karena kamera jenis ini menggunakan jajaran lensa ganda, 1 untuk melewatkan berkas cahaya ke Viewfinder, dan jajaran lensa yang lain untuk melewatkan berkas cahaya ke Focal Plane.

Sudah barang tentu semua setingan bisa kita atur secara manual. Aperture, ISO dan Shutter speed bisa kita atur semau kita. Semua DSLR dapat dipastikan mempunya kemampuan ini. Setingan-setingan pada DSLR inilah membuat kita bisa mengontrol setingan kamera untuk menghasilkan foto-foto yang sesuai dengan kreatifitas kita masing-masing (selain lensa tentunya).

Perbedaan fitur yang sering di bicarakan saat ini antara DSLR satu dan lainnya adalah fitur Live View dan kemampuan rekam Video. Kemampuan ini mempunyai mekanisme yang berbeda dari kamera Pocket dan Prosumer, sehingga munculnya fasilitas ini pada DSLR akan mendongkrak harga DSLR.

DSLR mempunyai sensor yang lebih besar dibandingkan kamera Pocket ataupun Prosumer, area objek menjadi lebih lebar/wide.  Ukuran sensor berbanding lurus dengan biaya produksi, maka tidak heran jika pada umumya jenis kamera DSLR harganya lebih mahal dari Prosumer dan kamera Pocket. Teknologi sensor pada DSLR biasanya low noise. Dengan demikian gambar yang di produksi relatif bersih dari titik pixel yang menghasilkan anomaly warna.

Berbicara mengenai DSLR, tentunya tak bisa dilepaskan dari kebutuhan akan lensa. Karena kelebihan DSLR adalah, salah satunya, bisa mengganti lensa dengan berbagai tipe yang sobat inginkan. Banyak dari para penghobi fotografi mengkoleksi berbagai jenis lensa, entah itu akan digunakan atau tidak, karena berbagai tipe lensa tersebut memiliki berbagai fungsi yang berbeda.

Sangat cocok digunakan untuk konsumen/user yang ingin memperdalam dunia fotografi. Tentunya sobat harus mempelajari teknik-tekniknya. DSLR hanyalah sebuah alat, namun kreatifitas ada pada diri sobat sekalian. Membeli DSLR bukan berarti hasil foto yang akan dihasilkan bagus juga, sobat tetap harus mengetahui teknik-tekniknya.

Nah bagi sobat Ast sekalian yang masih bingung-bingung apa itu tiga kamera yang telah disebutkan diatas, insya Allah artikel ini berguna bagi sobat sekalian. Jangan lupa sobat sesama pencinta photography di moment besar seperti lebaran ini mari yuk kita abadikan moment sebanyak mungkin bawa kamera kemanapun, supaya lebih banyak moment yang didapat. Auf wiedersehen...

Edited : Aster Prescott
Source : lensafotografi.com, infinityme.wordpress.com, google.com



Artikel Terkait Photography


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentar yang baik atau lebih baik diam. Dilarang keras untuk iklan yang berbau judi, pornografi dan syirik! Jika terpaksa Anda inginkan iklan juga, di sebelah samping kanan ada text box silahkan iklankan kehendak Anda disana. Terima kasih atas pengertian Anda. Semoga Allah merahmati Anda...

-Aditya Von Herman

Über Mich

Foto saya

Herman is a student from University of BSI Margonda Depok, Indonesia major of Computer Engineering. He is the author of www.asterprescott.blogspot.com, www.explorejakartahere.blogspot.com as an article publisher, administrator and moderator on his own personal web blog since February 2013.