LISTEN TO THIS
DENGAR INI

After poorness there will be richness, after being thirsty there will be freshness, after parting there will be a meeting, after rift there will be adhesiveness, after disconnect will being reconnected and after you cannot sleep at night you could be sleep well after it.

Setelah kefakiran itu ada kekayaan, setelah kehausan akan ada kesegaran, setelah perpisahan akan ada pertemuan, setelah keretakan akan ada kerekatan, setelah terputus akan tersambung kembali dan setelah tidak tidur malam Anda akan dapat tidur pulas.

I knew something in this life, is not necessary need to be strong but to feel strong...

Saya tahu sesuatu dalam hidup, adalah tidak penting untuk menjadi kuat tetapi bersikap kuat...

Wir Eingeschlagen Haben Und Zu Weit Zurück Zu Gehen, Gehen Sie Auf!

Kita Sudah Memulai Dan Terlalu Jauh Untuk Kembali, Lanjutkan!




Minggu, 08 September 2013

Major Frank Neubert (1915-2003), Peraih Kemenangan Udara Pertama Dalam Perang Dunia II!

Frank Neubert sebagai Oberleutnant


Frank Neubert sebagai Hauptmann


Pertemuan yang mengharukan. Dua mantan seteru di medan tempur kini bertemu kembali setelah 50 tahun berlalu: Frank Neubert (kiri) dan Wladyslaw Gnys


Frank Neubert adalah peraih kemenangan udara pertama dalam Perang Dunia II, alias pilot pertama yang menembak jatuh musuhnya dalam perang tersebut. Uniknya lagi, dia bukanlah pilot tempur yang tugasnya memang menghajar musuh di angkasa, melainkan seorang pilot Junkers Ju 87 "Stuka" yang tugas utamanya adalah mengebom sasaran di darat sembari menukik ke bawah!

Frank Neubert dilahirkan tanggal 28 September 1915 di Herrenalb/Schwarzwald. Dia menjadi anggota unit "Immelmann-Geschwader" dari sejak tahun 1936, dan ikut ambil bagian dalam invasi Jerman ke Polandia, yang lebih dikenal dengan nama "Operasi Fall Weiss". Di pagi hari tanggal 1 September 1939, skuadron pengebom tukik Stuka-nya sudah menyebar kehancuran dengan menebar titipan bomb seenaknya di atas landasan udara Polandia di Krakow (landasan udara tersebut ternyata sudah kosong melompong, karena sehari sebelumnya pesawat-pesawat yang diparkir disana dengan tergesa-gesa dipindahkan ke landasan udara cadangan lain!).

Dalam serangan tersebut, Unteroffizier Neubert dan gunnernya yang bernama Franz Klinger (bukan kelenger) menjadi terpisah dengan rekan-rekan satu unitnya karena terhalang oleh awan tebal. Mereka kehilangan arah! Selama beberapa menit Neubert melacak keberadaan target utamanya, dan malahan sempat bertemu dengan Ju 87B lain yang sama-sama "tersesat". Akhirnya mereka berhasil menemukan landasan udara yang dicari-cari, yang kini sudah kosong. Daripada pulang tanpa hasil, Neubert memutuskan untuk tetap menjatuhkan "titipannya" disana.

Dalam perjalanan pulang kembali ke markas, Neubert melihat sepasang pesawat tempur PZL P-11 Polandia yang sedang siap-siap untuk lepas landas. Dia memperhatikan bahwa salah satu dari mereka menyerang Ju 87 Leutnant Brandenburg yang merupakan rekannya. OK, dia memutuskan untuk menyerang balik! Neubert berhasil melepaskan dua buah rentetan tembakan ke pesawat yang dipiloti oleh Kapitan (drużynowy) Medwecki, yang ternyata berpangkat komandan skuadron! Pesawat dengan tulisan angka "11" tersebut langsung keliyengan dan jatuh menghantam tanah setelah sebelumnya disambar kobaran api.

Pada saat yang bersamaan, pesawat Polandia kedua yang dipiloti oleh podporucznika (Letnan Dua) Wladyslaw Gnys datang membantu rekannya yang sudah nyungseb. Dalam beberapa detik Gnys sudah mengambil posisi di belakang Stuka milik Brandenburg dan membuka tembakan. Awan tebal ternyata menjadi penyelamat pesawat Jerman yang mendapat hujan peluru tersebut. Brandenburg dan Neubert berhasil pulang dengan selamat kembali ke pangkalannya di lapangan udara Nieder-Ellguth. Dalam pertempuran yang terjadi saat itu Frank Neubert kemungkinan besar mencatat kemenangan udara pertama dalam Perang Dunia II. Semuanya tergantung dari waktu serangan tersebut: Beberapa sumber melaporkan bahwa peristiwa itu terjadi pukul 5.30 subuh, tapi ada juga sumber lain yang menunjukkan bahwa sebenarnyalah ia terjadi sekitar pukul 7.00 pagi. Kalau pendapat pertama yang diambil, sudah tentu Neubert tak terbantahkan lagi menjadi pemegang kemenangan pertama Perang Dunia II, tapi kalau pendapat kedua yang diambil maka pemenangnya adalah Porucznik (Letnan) Stanislaw Skalski dari Polandia, yang mengaku bahwa dia telah menembak jatuh sebuah pesawat pengintai Hs 126 Jerman pada pukul 5.32.

Dari tanggal 10 Mei 1940 sampai dengan Juli 1940 Neubert menjadi Staffelführer dari 1./St.G. 2, terus dari Juli 1940 sampai dengan September 1940 menjabat sebagai Staffelkapitän dari 2./St.G. 2. Selanjutnya adalah Gruppenkommandeur dari 1./St.G. 2 dari bulan September 1941 sampai dengan Januari 1942.

Selama perang Balkan di musim panas 1941, Neubert mencatat prestasi yang menonjol dalam pertempuran di Rupel Pass (Yugoslavia). Dalam serangan terhadap kapal-kapal perang Inggris di Teluk Corinth yang berada di wilayah antara Pireus dan Suda Bay, Oberleutnant Neubert dari 2./St.G. 2 berhasil menenggelamkan sebuah kapal tanker berbobot 4.000 ton, ditambah dengan satu buah kapal penjelajah dan satu perusak. Belum cukup? Ia juga merusakkan kapal-kapal lain dengan total tonase 13.000 GRT! Tentu saja prestasi ini tidak pantas kalau dibiarkan begitu saja, dan pada tanggal 24 Juni 1942 Frank Neubert dianugerahi Ritterkreuz. Saat itu ia sudah terlibat dalam 150 misi pemboman tukik.

Dari tanggal 18 Maret 1942 sampai dengan 14 Oktober 1942 dia menjadi Kommandeur dari I./Sturzkampffliegerschule 1 di Wertheim. Antara tanggal 15 Oktober 1942 sampai dengan 10 Oktober 1943 Neubert ditransfer lagi untuk menjadi Gruppenkommandeur dari II./Sch.G. 1 di Front Timur.

Pada tanggal 30 Januari 1943 Hauptmann Frank Neubert terluka ketika pesawat Henschel Hs 129 B-2 (W.Nr. 0306) yang dipilotinya terbakar dan ditembak jatuh oleh tembakan anti pesawat udara Rusia di dekat Skurbiy. Setelah sembuh dari luka-lukanya, dia kembali bertugas sebagai Gruppenkommandeur dari II./SG 101 antara tanggal 11 Oktober 1943 dan 22 Februari 1945. Dari tanggal 26 Februari 1945 sampai dengan akhir Perang Dunia II dia bekerja sebagai staff di General der Schlachtflieger.

Selama karir perangnya, Frank Neubert terlibat dalam 150 misi tempur, dengan 230 di antaranya dilakukan dengan menggunakan pesawat Stuka. Dia melanjutkan karirnya di Bundeswehr pasca perang dari tanggal 2 Mei 1958 sampai dengan 28 September 1972 dengan pangkat terakhir sebagai Oberstleutnant.

Frank Neubert meninggal dunia tanggal 13 Desember 2003 di Gütersloh.

Edited : Aster Prescott
Source : das-ritterkreuz.de, elknet.pl, poznan.gazeta.pl, wehrmacht-awards.com, alifrafikkhan.blogspot.com



Artikel Terkait NSDAP


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentar yang baik atau lebih baik diam. Dilarang keras untuk iklan yang berbau judi, pornografi dan syirik! Jika terpaksa Anda inginkan iklan juga, di sebelah samping kanan ada text box silahkan iklankan kehendak Anda disana. Terima kasih atas pengertian Anda. Semoga Allah merahmati Anda...

-Aditya Von Herman

Über Mich

Foto saya

Herman is a student from University of BSI Margonda Depok, Indonesia major of Computer Engineering. He is the author of www.asterprescott.blogspot.com, www.explorejakartahere.blogspot.com as an article publisher, administrator and moderator on his own personal web blog since February 2013.