LISTEN TO THIS
DENGAR INI

After poorness there will be richness, after being thirsty there will be freshness, after parting there will be a meeting, after rift there will be adhesiveness, after disconnect will being reconnected and after you cannot sleep at night you could be sleep well after it.

Setelah kefakiran itu ada kekayaan, setelah kehausan akan ada kesegaran, setelah perpisahan akan ada pertemuan, setelah keretakan akan ada kerekatan, setelah terputus akan tersambung kembali dan setelah tidak tidur malam Anda akan dapat tidur pulas.

I knew something in this life, is not necessary need to be strong but to feel strong...

Saya tahu sesuatu dalam hidup, adalah tidak penting untuk menjadi kuat tetapi bersikap kuat...

Wir Eingeschlagen Haben Und Zu Weit Zurück Zu Gehen, Gehen Sie Auf!

Kita Sudah Memulai Dan Terlalu Jauh Untuk Kembali, Lanjutkan!




Jumat, 11 Oktober 2013

Keteladanan Keluarga Ibrahim

ASTERPRESCOTT.BLOGSPOT.COM, assalamualaikum sobat Ast selamat malam. Malam ini Ast mau membahas yang gak jauh-jaug dari ibadah kurban. Ya... Ada hubungannya dengan keluarga Nabi Allah Ibrahim, karena memang ibadah berkurban setiap tahunnya itu berdasarkan dari ketaqwaan Nabi Ibrahim. Baklah sobat Ast mari kita simak ;


Menjelang akhir bulan Dzulqa'dah dan selama beberapa hari di bulan Zulhijjah, setiap tahunnya jutaan Islam dari berbagai penjuru berkumpul di tanah suci untuk menunaikan rangkaian ibadah haji dengan niat dan tujuan yang sama yaitu untuk memenuhi panggilan Allah Yang Maha Pemurah dan Penyayang untuk mengunjungi rumah-Nya yang suci dan disucikan. Para jama'ah haji yang datang dari berbagai penjuru dunia ini adalah sebagian unmat Islam yang dengan izin Allah mampu memenuhi panggilan-Nya yang deserukan melalui lisan Nabi Ibrahim Alaihis Salaam, 

“Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh.” (Al-Hajj: 27)

Teladan Dalam Berqurban

Ibadah haji yang setiap tahun dilaksanakan kaum muslim di tanah suci merupakan napak tilas perjuangan Nabi Ibrahin beserta putranya Nabi Ismail Alaihis Salaam. Meskipun tidak semua umat Islam berkesempatan menunaikan ibadah haji, bukan berarti tidak bisa meneladanai dan mengambil hikmah dibalik ibadah tersebut. Diseluruh penjuru dunia, umat islam dengan berbagai latar belakang bangsa dan negara, tetap dapat menghayati perjuangan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail sebagai bentuk cinta dan pengabdian yang tulus kepada Allah.

Nabi Ibrahim Alaihis Salaam dalam lintas sejarah perjuangannya mendapatkan ujian dari Allah berupa belum diberikannya keturunan setelah bertahun-tahun menikah dengan Sarah. Nabi Ibrahim pun mengalami kegalauan dalam hati yang antara lain tercermin dalam doa dipanjatkannya ke Hadirat Allah (Surat As Shoffat 100-101).

Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang Termasuk orang-orang yang saleh.

Doa ini kemudian dikabulkan oleh Allah, dengan lahirnya seorang putra, yaitu lahirnya Nabi Ismail melalui Hajar, istri Ibrahim yang kedua 

Maka kami berikan Dia kabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar.

Atas dasar perintah Allah Azza wa Jalla Nabi Ibrahim Alaihis Salaam membawa sang anak dan ibunya untuk kemudia meninggalkan mereka di sebuah padang tandus yang disana berdiri rumah Allah, yuitu yang kemudian menjadi kota Mekkah al-Mukarromah.

Seorang ibu dan anaknya yang masih kecil, telah mendapatkan ujian berat dengan hidup di padang geresang sebagai bagian dari keyakinan akan perintah Allah Subhanahu wa Ta'ala. Betapa sulitnya hidup Siti Hajar dan Ismail, namun dengan kekuasaan-Nya Allah menolong keduannya dengan memberikan sumur (air) zm-zam sehingga bannyak orang membantu dan memakmurkan daerah tersebut. Cobaan yang diberikan Allah bagi Nabi Ibrahim dan keluarganya kembali datang melalui sebuah perintah yang sangat berat, yaitu menyembelih sang putra, padahal usianya masih muda. Sang putra pun menunjukkan tingkat keimanan yang tinggi sehingga mengikhlaskan dirinya untuk memenuhi perintah Allah melalui mimpi Ayahandanya. Hal ini antara lain terekam dalam firman Allah dalam Surat al-Shaffat 102,

Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata. "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" ia menjawab, "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar".

Kesabaran Nabi Ibrahim dan istrinya Hajar yang merelakan anaknya menjadi korban dan juga kepatuhan yang ditunjukan Ismail sebagai wujud ketundukannya kepada perintah Allah merupakan pelajaran utama didalam kisah yang diabadikan al-Qur'an ini. Al-Qur'an seolah mengingatkan seluruh manusia bahwa tidak ada pertimbangan lain yang dapat menawar jika Allah telah memberi perintah, bahkan jika pun perintah tersebut diberikan pada seorang Nabi sekali pun. Hati Nabi Ibrahim sebagai seorang ayah tentulah terasa pedih saat mengorbankan anaknya.

Namun dibalik hal tersebut, terbesit keyakinan bahwa apa yang diperintahkan Allah merupakan ujian dan pasti akan berakhir pada kebaikan dan kebahagiaan. Al-Qur'an surat al-Shaffaat ayat 103 sampai 109 menggambarkan kondisi tersebut,

"Tatkala keduanya sudah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya). Dan kami panggil dia, "Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu. Sungguh, demikianlah kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. Kami abdikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) dikalangan orang-orang yang datang kemudian. (Yaitu) "Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim".

Dijadikan Teladan Sepanjang Zaman

Rangkaian cobaan yang diterima keluarga Nabi Ibrahim inilah yang kemudian diabadikan dalam ritual ibadah haji dan juga ibadah qurban di bulan Dzulhijjah. Allah melalui kisah nabi Ibrahim Alaihis Salam memberikan hikmah yang luar biasa besar bagi kita Ummat Islam di dunia saat ini melalui gambaran pengorbanan penuh makna. Ummat Islam saat ini dengan demikian harus mampu meneladani Nabi Ibrahim dan keluarga dalam perjuangan mencapai derajat takwa kepada Allah yang senantiasa berupa proses panjang dan membutuhkan pengorbanan.

Ujian yang diberikan Allah sebagaimana tergambar dalam kisah Nabi Ibrahim dan keluarga pada dasarnya tidak hanya tertuju pada pribadi seorang saja, tetapi pada anak dan istri atau keluarga. Hal ini menunjukkan bahwa ajaran islam memandang pentingnya membangaun kekuatan keluarga dalam membangun umat. Tak mengherankan jika Allah memerintahkan orang-orang yang beriman untuk menjaga dirinya dan juga keluarganya dari siksa api neraka,

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluaragamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. al-Tahrim ayat 6:

Ibadah haji memiliki manfaat yang bersifat personal (syakhsiyah) dan juga sosial (jama'iyah). Manfaat personal dari ibadah haji antara lain adalah pertama dengan ibadah ini dosa-dosa kecil diampunkan dan jiwa akan dibersihkan dari kotoran maksiat. Bahkan dalam pandangan sejumlah ulama dari Hanafiyah menyebutkan bahwa ibadah haji juga manghapus dosa besar. Dalam kaitannya dengan hal ini, Nabi Muhammad Shollallahu Alaihi Wa Sallam bersabda

"Barang siapa berhaji, lalu tidak melakukan perbuatan rafats (perkataan kotor) dan fusuq (maksiat), maka gugur semua dosanya sebagaimana hari ia dilahirkan oleh ibunya. (HR. Bukhari  dari Abu Hurairah)

Nabi Shollallahu Alaihi Wa Sallam juga bersabda :

"Para jamaah haji dan umrah adalah tamu Allah. Jika mereka meminta kepada-Nya, maka Ia akan ijabahkan, jika mereka meminta ampunan kepada-Nya, maka Ia akan memberikan ampunan. (HR. An-nasa-ie)

"Orang yang berhaji diampuni dosanya, demikian juga orang yang dimintakan ampunan olehnya. (HR. Thabrani)

Ibdah haji mensucikan jiwa dan menyiapkannya untuk ikhlas yang menjadi dasar bagi perbaikan hidup, mengangkat makna hidup sebagai manusia, meneguhkan cita-cita, dan memperbaiki prasangka kepada Allah. 

Rewrite : Aster Prescott
Source : Lembaran Dakwah Marhamah "Kutbah Jum'at"



Artikel Terkait Advice (Nasihat) ,Islamic Religion


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentar yang baik atau lebih baik diam. Dilarang keras untuk iklan yang berbau judi, pornografi dan syirik! Jika terpaksa Anda inginkan iklan juga, di sebelah samping kanan ada text box silahkan iklankan kehendak Anda disana. Terima kasih atas pengertian Anda. Semoga Allah merahmati Anda...

-Aditya Von Herman

Über Mich

Foto saya

Herman is a student from University of BSI Margonda Depok, Indonesia major of Computer Engineering. He is the author of www.asterprescott.blogspot.com, www.explorejakartahere.blogspot.com as an article publisher, administrator and moderator on his own personal web blog since February 2013.