LISTEN TO THIS
DENGAR INI

After poorness there will be richness, after being thirsty there will be freshness, after parting there will be a meeting, after rift there will be adhesiveness, after disconnect will being reconnected and after you cannot sleep at night you could be sleep well after it.

Setelah kefakiran itu ada kekayaan, setelah kehausan akan ada kesegaran, setelah perpisahan akan ada pertemuan, setelah keretakan akan ada kerekatan, setelah terputus akan tersambung kembali dan setelah tidak tidur malam Anda akan dapat tidur pulas.

I knew something in this life, is not necessary need to be strong but to feel strong...

Saya tahu sesuatu dalam hidup, adalah tidak penting untuk menjadi kuat tetapi bersikap kuat...

Wir Eingeschlagen Haben Und Zu Weit Zurück Zu Gehen, Gehen Sie Auf!

Kita Sudah Memulai Dan Terlalu Jauh Untuk Kembali, Lanjutkan!




Jumat, 28 Februari 2014

Aku Lebih Percaya Kepada Tuhan Ketimbang Yesus

Lafadz Syahadat


ASTERPRESCOTT.BLOGSPOT.COM, Selma Cook rutin menghadiri kebaktian gereja setiap pekannya. Meski rutin, ia justru menghindari masuk sekolah agama. Tapi itu, tidak mengurangi kepercayaannya terhadap Allah.

"Aku lebih percaya kepada Tuhan ketimbang Yesus. Yang aku yakini, Yesus tak lebih seperti Nabi," kata dia seperti dilansir onislam.net, Senin (24/2).

Itu sebabnya, pendalaman agama Selma lebih banyak bagaimana ia berkomunikasi dengan Tuhan. Ia mencintai Yesus, tapi dalam pikirannya, doa secara langsung kepada Tuhan membuatnya merasa nyaman.

Mulai usia 14 tahun, Selma memutuskan tidak lagi pergi ke gereja. Ia merasa tidak bisa menerima pemikiran gereja. "Apa yang aku dengar tidak membawaku lebih baik," kata dia.

Suatu hari, Selma bertemu seorang imigran asal Lebanon, dia seorang Muslim. Bersama Nadia, nama imigran tersebut, Selma banyak berdiskusi tentang Islam. Sebelumnya, Selma memang banyak mendengar tentang Islam ketika ia berada di bangku kuliah.

"Aku biasa mengunjunginya. Banyak hal yang aku tanyakan soal Islam kepada Nadia," kata dia.

Satu pertanyaan dikemukannya, apakah benar Muhammad adalah Nabi penutup.  Selma mengaku, ia belum pernah mendengar tentang itu sebelumnya. "Jawaban Nadia membuatku berpikir. Selama bertahun-tahun aku membaca buku tentang beliau," kata dia. Masa itulah, momentum Salma untuk memeluk Islam. Banyak tantangan yang dihadapinya ketika itu. Termasuk, bagaimana mempraktekan Islam dengan benar. Ia menyadari pemahamannya tentang Islam masih dangkal.

Ia mulai mendalami Islam ketika berada di Sydney, Australia. Banyak hal yang ia pelajari, termasuk bagaimana tata cara berpakaian seorang Muslim. Bagaimana tata cara shalat dan implementasinya dalam kehidupan sehari-hari.

"Sampai sekarang aku terus belajar menjadi Muslim yang sempurna, Insya Allah," kata dia.

Edited : Aster Prescott
Source : ressay.files.wordpress.com, republika.co.id



Artikel Terkait Mualaf


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentar yang baik atau lebih baik diam. Dilarang keras untuk iklan yang berbau judi, pornografi dan syirik! Jika terpaksa Anda inginkan iklan juga, di sebelah samping kanan ada text box silahkan iklankan kehendak Anda disana. Terima kasih atas pengertian Anda. Semoga Allah merahmati Anda...

-Aditya Von Herman

Über Mich

Foto saya

Herman is a student from University of BSI Margonda Depok, Indonesia major of Computer Engineering. He is the author of www.asterprescott.blogspot.com, www.explorejakartahere.blogspot.com as an article publisher, administrator and moderator on his own personal web blog since February 2013.