LISTEN TO THIS
DENGAR INI

After poorness there will be richness, after being thirsty there will be freshness, after parting there will be a meeting, after rift there will be adhesiveness, after disconnect will being reconnected and after you cannot sleep at night you could be sleep well after it.

Setelah kefakiran itu ada kekayaan, setelah kehausan akan ada kesegaran, setelah perpisahan akan ada pertemuan, setelah keretakan akan ada kerekatan, setelah terputus akan tersambung kembali dan setelah tidak tidur malam Anda akan dapat tidur pulas.

I knew something in this life, is not necessary need to be strong but to feel strong...

Saya tahu sesuatu dalam hidup, adalah tidak penting untuk menjadi kuat tetapi bersikap kuat...

Wir Eingeschlagen Haben Und Zu Weit Zurück Zu Gehen, Gehen Sie Auf!

Kita Sudah Memulai Dan Terlalu Jauh Untuk Kembali, Lanjutkan!




Jumat, 28 Februari 2014

Bermimpi Bersyahadat Wanita Polandia Ini Peluk Islam

Mualaf ilustrasi


ASTERPRESCOTT.BLOGSPOT.COM, Allah menciptakan manusia dengan kehendak yang bebas. Sehingga mampu membuat keputusan sendiri dan memilih takdirnya.  Inilah yang dialami Kamila Rozniata.

''Saya percaya bahwa jalan hidup kita telah direncanakan bahkan sebelum kelahiran kita. Kita sendirilah yang memilih jalan sehingga dapat menjadi lebih baik ataupun menjadi lebih buruk,'' kata Kamila. Ia menambahkan bahwa setiap manusia juga lahir sebagai Muslim dan orang tuanyalah yang memilih baginya agama dan mengajarinya tradisi dan adat istiadat mereka.

Kamila Rozniata mencari agamanya sendiri ketika telah berpisah dengan keluarganya. Awalnya dia merupakan seorang penganut katolik yang kuat. Kamila selalu rajin ke gereja setiap hari Minggu dan merayakannnya bersama-sama. “saya ingat saya bergabung untuk berdoa karena sebagai kewajiban dan panggilan hati,” ujarnya.

Ketika itu Kamila tidak mengajukan pertannyaan atau mencari sesuatu yang lebih dala mengenai agamanya. Di usianya ke 25 tahun dia merupakan gadis bahagia dengan keluarga harmonis. Kemudian dia pun meninggalkan Polandia negara asalnya dan pindah ke Connecticut, Amerika Serikat. Untuk pertama kalinya dia mendengar tentang Islam. Sejak pindah ke Connecticut, Amerika Serikat tahun 2001 Kamila Rozniata sering bertemu dengan penduduk muslim. Kamila mulai berbincang mengenai latar belakang agama masing-masing.

“Saya terkejut bahwa dalam Islam saya dapat menemukan hal-hal yang sebelumnya saya ketahui tentang penciptaan, nabi bahkan Maria dan kelahiran Yesus,” ujarnya. Dia benar-benar menikmati semua percakapan tersebut. Pada awalnya Kamila mencoba untuk meyakinkan mereka bahwa agamanya lebih baik. Tetapi dia tidak dapat memberikan alasan yang tepat untuk hal itu.

“Saya butuh pengetahuan lebih sehingga dapat menemukan kebenaran, jadi saya membaca banyak tentang membandingkan kedua agama,” ujarnya.

Pada awalnya dia benar-benar takut dan bingung. Kemudian dia menyerah dengan ibadah lamanya termasuk menghadiri gereja. Tetapi dia belum bisa menemukan dirinya dalam Islam. Dia ingin berdoa sesuai ajaran Islam tetapi tidak tahu caranya. Temannya mengatakan untuk membersihkan hati dan meminta pada Tuhan dengan kata-kata yang dimengerti oleh Kamila sendiri. Agar Kamila mendapatkan arah dan ditunjukkan jalan yang benar. Dan Allah pun memberi Kamila jawaban. “Saya bermimpi dimana saya mendengar kata yang paling penting dalam Islam, Laa ilaha illa Allah,” ujarnya. Ketika itu Kamila tidak mengetahui artinya. Kemudian dia mencari tahu bahwa artinya tidak ada Tuhan selain allah. Setelah bermimpi lafal tersebut butuh waktu satu tahun untuk melafalkan dua kalimat syahadat. Karena sulit untuk menerima atau memahami beberapa aturan Islam, khususnya jilbab.

Tepat pada 25 Ramadhan/Desember 2002 Kamila mengucapkan kalimat Syahadat. Satu tahun kemudian Kamila pun menggunkan jilbab.

Edited : Aster Prescott
Source : republika.co.id, fbcdn-sphotos-e-a.akamaihd.net



Artikel Terkait Mualaf


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentar yang baik atau lebih baik diam. Dilarang keras untuk iklan yang berbau judi, pornografi dan syirik! Jika terpaksa Anda inginkan iklan juga, di sebelah samping kanan ada text box silahkan iklankan kehendak Anda disana. Terima kasih atas pengertian Anda. Semoga Allah merahmati Anda...

-Aditya Von Herman

Über Mich

Foto saya

Herman is a student from University of BSI Margonda Depok, Indonesia major of Computer Engineering. He is the author of www.asterprescott.blogspot.com, www.explorejakartahere.blogspot.com as an article publisher, administrator and moderator on his own personal web blog since February 2013.