LISTEN TO THIS
DENGAR INI

After poorness there will be richness, after being thirsty there will be freshness, after parting there will be a meeting, after rift there will be adhesiveness, after disconnect will being reconnected and after you cannot sleep at night you could be sleep well after it.

Setelah kefakiran itu ada kekayaan, setelah kehausan akan ada kesegaran, setelah perpisahan akan ada pertemuan, setelah keretakan akan ada kerekatan, setelah terputus akan tersambung kembali dan setelah tidak tidur malam Anda akan dapat tidur pulas.

I knew something in this life, is not necessary need to be strong but to feel strong...

Saya tahu sesuatu dalam hidup, adalah tidak penting untuk menjadi kuat tetapi bersikap kuat...

Wir Eingeschlagen Haben Und Zu Weit Zurück Zu Gehen, Gehen Sie Auf!

Kita Sudah Memulai Dan Terlalu Jauh Untuk Kembali, Lanjutkan!




Kamis, 27 Februari 2014

Theresa Corbin Ia Sadar Agama Yang Paling Masuk Akal Hanyalah Islam


Theresa Corbin


ASTERPRESCOTT.BLOGSPOT.COM, Perempuan cerdas ini selalu mempertanyakan hal-hal yang dirasanya tak masuk akal. Termasuk, tentang agamanya. Theresa Corbin dilahirkan dari seorang ibu yang menjadi penganut Katolik taat serta ayahnya yang merupakan dokter hewan, tapi selalu menghabiskan waktu untuk mabuk-mabukan.

Sejak kecil, ia selalu menaruh minat yang berbeda dengan teman-temannya. Ketika anak seumurannya menghabiskan banyak waktu untuk bermain boneka barbie, ia justru banyak membaca buku. Buku yang banyak dibacanya termasuk buku agama karena ia bersekolah di sekolah Katolik.

Ia masih ingat dengan jelas. Saat itu, ia berusia 15 tahun dan sedang diberikan hukuman, kemudian ia merenung dan mempertanyakan tentang sifat sejati Yesus. Ia berlutut di bangku gereja setelah misa. Kemudian, pikiran yang mengusiknya mulai muncul. Waktu-waktu selanjutnya dihabiskannya untuk banyak mencari informasi pada kebenaran agamanya, juga melakukan diskusi dengan teman sekamarnya saat duduk di bangku kuliah.

Dua orang muda ini sama-sama kritis dan selalu mempertanyakan apa yang mereka percaya selama ini. Teman sekamarnya kemudian menemukan sebuah kesimpulan dari semua diskusi yang telah mereka berdua lakukan. Dari semua nabi sebelum Muhammad, mereka datang dengan pesan yang sama, yaitu untuk membimbing umat manusia kembali pada kebenaran. Nabi Muhammad datang sebagai nabi yang terakhir untuk menyempurnakan semua pesan tersebut. "Hingga sekarang, pesan tersebut masih bisa kita verifikasi kebenarannya dalam Alquran yang tidak pernah berubah isinya dari zaman dulu hingga sekarang," katanya.

Berdasarkan kesimpulan tersebut, temannya kemudian yakin dan masuk Islam. Corbin belum. Ia masih belum mantap untuk masuk Islam kala itu dan justru bersikap sinis pada temannya yang telah masuk Islam dan memakai jilbab. Corbin justru condong kepada keyakinan Yahudi.

Suatu saat, ia mengajukan pertanyaan kepada temannya tersebut, mengapa ia memakai jilbab? Temannya pun menjawab dengan kalimat yang sederhana.

"Ini menandakan saya adalah seorang wanita yang harus dihormati dan tidak dilecehkan. Saya bisa melindungi diri dari pandangan nafsu laki-laki. Saya bisa membuka aurat saya kepada laki-laki yang saya pilih nanti," ujarnya.

Edited : Aster Prescott
Source : google.com, islamwich.files.wordpress.com, republika.co.id



Artikel Terkait Mualaf


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentar yang baik atau lebih baik diam. Dilarang keras untuk iklan yang berbau judi, pornografi dan syirik! Jika terpaksa Anda inginkan iklan juga, di sebelah samping kanan ada text box silahkan iklankan kehendak Anda disana. Terima kasih atas pengertian Anda. Semoga Allah merahmati Anda...

-Aditya Von Herman

Über Mich

Foto saya

Herman is a student from University of BSI Margonda Depok, Indonesia major of Computer Engineering. He is the author of www.asterprescott.blogspot.com, www.explorejakartahere.blogspot.com as an article publisher, administrator and moderator on his own personal web blog since February 2013.