LISTEN TO THIS
DENGAR INI

After poorness there will be richness, after being thirsty there will be freshness, after parting there will be a meeting, after rift there will be adhesiveness, after disconnect will being reconnected and after you cannot sleep at night you could be sleep well after it.

Setelah kefakiran itu ada kekayaan, setelah kehausan akan ada kesegaran, setelah perpisahan akan ada pertemuan, setelah keretakan akan ada kerekatan, setelah terputus akan tersambung kembali dan setelah tidak tidur malam Anda akan dapat tidur pulas.

I knew something in this life, is not necessary need to be strong but to feel strong...

Saya tahu sesuatu dalam hidup, adalah tidak penting untuk menjadi kuat tetapi bersikap kuat...

Wir Eingeschlagen Haben Und Zu Weit Zurück Zu Gehen, Gehen Sie Auf!

Kita Sudah Memulai Dan Terlalu Jauh Untuk Kembali, Lanjutkan!




Selasa, 10 Juni 2014

Jerman Dan Perjanjian Versailles

Perjanjian Versailles


ASTERPRESCOTT.BLOGSPOT.COM, assalamualaikum guten tag Sobat Ast semua. Sore ini mari kita mempelajari sejarah, kali ini adalah sejarah Jerman Dan Perjanjian Versailles yang sangat timpang dimata rakyat Jerman tidak lain dan tidak bukan inilah ulah konspirasi Yahudi. Jerman yang pada saat itu adalah negara adidaya terkalahkan karena penghianatan Yahudi dalam tubuh Jerman. Pada tanggal 11 November 1918, para petinggi negara Jerman menandatangani gencatan senjata. Para Jendral dan pasukannya "DITARIK" dari medan perang. Dan peristiwa ini kelak disebut sebagai “November Criminal” buku Mein Kampf.

Peta pemangkasan wilayah Jerman pada perjanjian Versailles 1919


Dalam Perjanjian Versailles tahun 1919, negara-negara pemenang (Amerika Serikat, Inggris Raya, Prancis, dan negara sekutu lainnya) menetapkan ketentuan-ketentuan menghukum terhadap Jerman dalam hal kewilayahan, kemiliteran, dan ekonomi. Di barat, Jerman mengembalikan Alsace-Lorraine ke Prancis setelah mencaploknya lebih dari 40 tahun yang lalu. Selain itu, Belgia mendapat Eupen dan Malmedy; daerah industri Saarland ditempatkan di bawah administrasi Liga Bangsa-Bangsa selama 15 tahun; dan Denmark mendapat Schleswig Utara. Akhirnya, Rhineland didemiliterisasi; artinya, pasukan militer Jerman atau pertahanan tidak diizinkan di sana. Di timur, Polandia mendapat sebagian dari Prussia Barat dan Silesia dari Jerman. Selain itu, Cekoslowakia mendapat distrik Hultschin dari Jerman; Danzig, yang sebagian besar merupakan kota Jerman, menjadi kota bebas di bawah perlindungan Liga Bangsa-Bangsa; dan Memel, suatu jalur wilayah kecil di Prussia Timur di sepanjang Laut Baltik, pada akhirnya ditempatkan di bawah kuasa Lituania. Di luar Eropa, Jerman kehilangan seluruh koloninya. Secara keseluruhan, Jerman melepas 13 persen dari wilayah Eropanya (lebih dari 27.000 mil persegi) dan sepersepuluh dari penduduknya (antara 6,5 dan 7 juta jiwa). Suatu penghinaan luar biasa yang harus ditanggung pihak Jerman. Beberapa isu mengatakan, peristiwa dibalik perintah ditarik mundurnya pasukan Jerman adalah pengaruh dari kaum Marxisme dan "KONSPIRASI" kaum borjuis Yahudi.

Berikut ini keterangan lengkap daerah-daerah yang diserahkan Jerman kepada Sekutu :

- Lorraine, daerah-daerah yang diserahkan kepada Jerman menurut mukadimah perdamaian yang ditandatangani di Versailles pada 26 Februari 1871, dan Perjanjian Frankfurt pada 10 Mei 1871, dikembalikan kepada Perancis tanpa jajak pendapat mulai tanggal gencatan senjata 11 November 1918. area 14 522 km², penduduk 1.815.000 jiwa.

- Schleswig Utara termasuk kota-kota yang mayoritas penduduknya adalah Jerman yaitu Tondern (Tønder), Apenrade, Sonderburg, Hadersleben, dan Lügum di Schleswig-Holstein, setelah Jajak Pendapat Schleswig, diberikan kepada Denmark area 3 984 km², penduduk 163.600 jiwa.

- Provinsi Prusia Posen dan Prusia Barat, yang dicaplok oleh Prusia pada Pembagian Polandia (1772-1795), dikembalikan kepada Polandia yang telah lahir kembali. Wilayah ini telah dibebaskan oleh penduduk Polandia lokal pada Pemberontakan Wielkopolska antara tahun 1918-1919 area 53 800 km², penduduk 4.224.000 jiwa.

- Prusia Barat diberikan kepada Polandia supaya Negara ini memiliki akses bebas ke lautan, termasuk minoritas Jerman yang cukup besar dan dengan ini menciptakan Koridor Polandia.

- Wilayah Hlučínsko Hulczyn di Silesia Hulu diberikan kepada Cekoslovakia area 316 atau 333 km², dengan penduduk 49.000 jiwa.

- Bagian timur Silesia Hulu, diberikan kepada Polandia area 3 214 km², dengan penduduk 965.000 jiwa, meski 60% pada jajak pendapat memilih untuk tetap bergabung dengan Jerman.

- Kota-kota Jerman Eupen dan Malmedy diberikan kepada Belgia.

- Wilayah Soldau di Prusia Timur (stasiun kereta api rute Warsawa-Gdańsk) dibeikan kepada Polandia area 492 km².

- Bagian utara Prusia sebagai Memelland di bawah pengawasan Perancis, kemudian diserahkan kepada Lithuania tanpa jajak pendapat.

- Dari bagian timur Prusia Barat dan bagian selatan Prusia Timur (Warmia dan Masuria), sebuah daerah kecil diberikan kepada Polandia.

- Provinsi Saarland diawasi Liga Bangsa-Bangsa selama 15 tahun. Lalu setelah periode ini diadakan jajak pendapat apakah penduduk menginginkan bergabung dengan Perancis atau Jerman. Pada masa ini, produk batubara diberikan kepada Perancis.

- Pelabuhan Danzig (sekarang Gdańsk, Polandia) dengan wilayah muara sungai Wisla pada Laut Baltik dijadikan Freie Stadt Danzig (Kota Bebas Danzig) di bawah pengawasan Liga Bangsa-Bangsa. wilayah 1 893 km², dengan penduduk 408.000 jiwa.

Para Jendral pasukan Jerman di medan perang sebenarnya enggan menarik mundur pasukan, dan tidak mengakui kekalahan ini. Sebenarnya Jerman bukan dikalahkan di medan perang, melainkan oleh penghianatan dari dalam kerajaan. Dan apalagi setelah itu militer Jerman "DISUNAT" habis-habisan dalam perjanjian Versailles. Pada saat Perang Dunia I, Kekaisaran Jerman memiliki angkata perang 13.000.000 dan menjadi kekuatan utama di Eropa. Tapi setelah ditanda tangani perjanjian Versailles, Jerman hanya diizinkan memiliki 100.000 pasukan, serta dilarang memiliki pasukan udara.

Dan berikut syarat-syarat lengkap tentang pembatasan militer yang Jerman mau tidak mau harus menerima dengan berat hati :

- Jumlah Tentara Jerman maksimal yang dimiliki Jerman adalah 100.000 orang saja, dan wajib militer dihapuskan.

- Jumlah tentara Angkatan Laut Jerman maksimal 15.000 orang.

- Jumlah kapal perang bersenjata Jerman maksimal 6 (Dengan ketentuan bobot maksimal 10.000 Ton).

- Jumlah kapal perang gerak cepat Jerman maksimal 6 (Dengan ketentuan bobot maksimal 6.000 Ton).

- Jumlah kapal penghancur Jerman maksimal 12 (Dengan ketentuan bobot maksimal 800 ton).

- Jumlah kapal torpedo Jerman maksimal 12 (Dengan ketentuan bobot maksimal 200 ton).

- Batasan dalam produksi senjata (Contoh: Senapan Mesin Maxim dan Rifle Gewehr 98).

- Jerman dilarang memiliki satu pun kapal selam.

- Jerman dilarang melakukan perdagangan senjata antarnegara (Impor-Ekspor senjata).

- Jerman dilarang memiliki gas beracun.

- Jerman dilarang memiliki pesawat tempur.

- Jerman dilarang memiliki tank dan mobil bersenjata (Artileri Darat).

- Jerman dilarang melakukan blokade terhadap kapal lain

Sesungguhnya Sob awal mula dari terciptanya perjanjian Versailles ini akibat perang dunia pertama yang benar-benar cukup kisruh dan berikut kronologinya :

Perang dunia pertama atau PD I terjadi pada 28 Juli 1914 s/d 11 November 1918. PD I dimulai setelah Pangeran Franz Ferdinand dari Austro-Hongaria (sekarang Austria) beserta istrinya, dibunuh di Sarajevo Bosnia, oleh seorang nasionalis Yugoslavia beserta anggota kelompok teroris Serbia Gavrilo Princip, 28 Juni 1914. Bosnia merupakan kawasan Austria yang dituntut oleh Serbia, salah satu negara kecil di Semenanjung Balkan dimana pembunuhan tersebut telah direncanakan sebelumnya.

Pembunuhan tersebut berujung pada ultimatum Habsburg terhadap Kerajaan Serbia. Sejumlah aliansi yang dibentuk selama beberapa dasawarsa sebelumnya terguncang, sehingga dalam hitungan minggu saja semua kekuatan besar terlibat dalam perang. Dan melalui koloni mereka, konflik ini segera menyebar ke seluruh dunia. Dengan bantuan Jerman, Austria-Hungaria memutuskan perang terhadap Serbia.

Austria-Hungaria menyerang Serbia pada 28 Juli 1914. Rusia membuat persediaan untuk membantu Serbia dan diserang oleh Jerman. Perancis pun turut membantu Rusia dan diserang oleh Jerman. Untuk tiba di Paris dengan secepat mungkin, tentara Jerman menyerang Belgia, dan kemudian Britania menyerang Jerman.

Pada awalnya, Jerman memenangkan peperangan tersebut, akan tetapi Perancis, Britania, serta Rusia terus menyerang. Jerman, Austria-Hungaria, dan sekutunya disebut "Blok Sentral", dan negara-negara yang menentang mereka disebut "Blok Sekutu". Sewaktu peperangan berlanjut, negara lain pun turut campur tangan. Hampir semuanya memihak kepada Sekutu. Pada tahun 1915, Italia bergabung dengan Sekutu karena ingin menguasai tanah Austria. Dan pada tahun 1917, Amerika Serikat memasuki peperangan, dan memihak kepada Sekutu.

Meskipun Tentara Sekutu sangat kuat, Jerman terlihat seperti akan memenangkan peperangan tersebut. Setelah 1914, Jerman pun menguasai Luxemburg, hampir seluruh daratan Belgia, serta sebagian dari Perancis utara. Jerman juga menang di Barisan Timur, ketika usaha Rusia gagal. Akan tetapi, menjelang tahun 1918, tentara Jerman mengalami kelelahan. Perbekalannya tidak mencukupi dan timbul pergolakan sosial di dalam negerinya sendiri.

Pada waktu yang sama, semakin banyak tentara Amerika Serikat yang baru tiba dan langsung bergabung kepada Sekutu. Pada musim panas 1918, tentara Amerika Serikat membantu menghalau serangan Jerman terakhir di barat. Jerman pun menandatangani perjanjian gencatan senjata pada 11 November 1918, di Compiègne Forest, yang menjadi akhir dari perseturuan sesungguhnya.

Di Jerman, perjanjian ini menimbulkan keterkejutan dan rasa malu yang berperan terhadap runtuhnya Republik Weimar pada 1933, terutama karena banyak orang Jerman tidak percaya bahwa mereka harus menerima tanggung jawab penuh sebagai pemicu perang. "Empat Besar" (Big Four) yang melakukan negosiasi perjanjian ini adalah Perdana Menteri David Lloyd George dari Britania Raya, Perdana Menteri Georges Clemenceau dari Perancis, Vittorio Orlando dari Italia, dan Presiden Woodrow Wilson dari Amerika Serikat. Jerman tidak diundang ke Perancis untuk mendiskusikan perjanjian. Di Versailles saat itu, sulit untuk mencapai kesepakatan bersama karena tujuan mereka saling konflik satu sama lain. Hasil perundingan disebut-sebut sebagai suatu kompromi yang tidak disukai oleh pihak manapun.

Begitulah perang Sob tidak akan pernah menyelesaikan masalah, Jerman yang seharusnya bisa lebih besar daripada sekarang setelah kalah perang dua kali membuat negara ini sedikit melempem ditangan sekutu. Seharusnya kita sebagai orang yang terpelajar orang-orang Muslim yang tinggi derajatnya harus belajar dari bangsa lain dan sejarah dunia ini, bagaimana kita harus bersikap dan bertindak. Orang-orang Islam yang berteriak-teriak Allahhu Akbar sambil mengacung-acungkan senjata mereka adalah sampah yang nyata dalam tubuh umat Islam, dan seharusnya sejarah mengajari mereka PERANG BUKAN CARA MENYELESAIKAN MASALAH dan bangkitlah bangsa Islam dengan prestasi yang nyata bukan pedang, senjata otomatis, bomb, dll yang digunakan untuk terror bodoh belaka.

Sejarah sudah membuktikan dari mulai kekhalifahan Turki Usmani yang pada saat itu Kara Mustafa mencoba menaklukkan Eropa dengan berteriak-teriak Allahhu Akbar dan mengacung-acungkan pedang kalah dengan hina ditangan orang-orang Eropa. Mengapa? karena lagi-lagi ISLAM TIDAK MEMBENARKAN MEREBUT SESUATU DENGAN JALAN KEKERASAN!!! Perlu dipahami! Bukan dibalik putarkan bahwa kita tidak diperbolehkan berperang untuk membela bangsa, tanah air, dan negara, jika demikian lain lagi ceritanya Sob. Tannya sama ustad nanti kalo ana yang jelasin ente bilang sok tahu lagi. Perang adalah cara terakhir dari suatu persoalan jika sudah tidak ada jalan keluarnya dan semua masalah Insya Allah ada jalan keluarnya. Mengalah bukan berarti kalah, sesungguhnya mengalah untuk kebaikan adalah kemenangan yang hakiki MUTLAK!

Saya Aditya Von Herman semoga kalian tetap pada perlindungan Allah SWT, amin...

Rewrite : Aditya Von Herman
Source : ushmm.org, titozheng.wordpress.com, id.m.wikipedia.org, widananews.blogspot.com, politkum.blogspot.com, google.com
Notes : Tetap belajar, tetap semangat, tetap membaca, dan jadilah agen Muslim yang menjunjung kedamaian, kebaikan, dan toleransi. Bukan jamannya lagi senjata ditodongkan atas nama Allah dan Rasulnya.



Artikel Terkait Advice (Nasihat) ,Education


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentar yang baik atau lebih baik diam. Dilarang keras untuk iklan yang berbau judi, pornografi dan syirik! Jika terpaksa Anda inginkan iklan juga, di sebelah samping kanan ada text box silahkan iklankan kehendak Anda disana. Terima kasih atas pengertian Anda. Semoga Allah merahmati Anda...

-Aditya Von Herman

Über Mich

Foto saya

Herman is a student from University of BSI Margonda Depok, Indonesia major of Computer Engineering. He is the author of www.asterprescott.blogspot.com, www.explorejakartahere.blogspot.com as an article publisher, administrator and moderator on his own personal web blog since February 2013.