LISTEN TO THIS
DENGAR INI

After poorness there will be richness, after being thirsty there will be freshness, after parting there will be a meeting, after rift there will be adhesiveness, after disconnect will being reconnected and after you cannot sleep at night you could be sleep well after it.

Setelah kefakiran itu ada kekayaan, setelah kehausan akan ada kesegaran, setelah perpisahan akan ada pertemuan, setelah keretakan akan ada kerekatan, setelah terputus akan tersambung kembali dan setelah tidak tidur malam Anda akan dapat tidur pulas.

I knew something in this life, is not necessary need to be strong but to feel strong...

Saya tahu sesuatu dalam hidup, adalah tidak penting untuk menjadi kuat tetapi bersikap kuat...

Wir Eingeschlagen Haben Und Zu Weit Zurück Zu Gehen, Gehen Sie Auf!

Kita Sudah Memulai Dan Terlalu Jauh Untuk Kembali, Lanjutkan!




Rabu, 11 Juni 2014

Kara Mustafa Pasha Sang Penakluk Eropa Yang Gagal Total!

Lukisan Kara Mustafa Pasha di museum Vienna Austria, lihat Sob betapa lukisan ini menggambarkan raut wajah penyesalan, kekalahan, kesedihan yang sangat mendalam dari seorang jenderal perang kesultanan Ottoman yang bernama lengkap Merzifonlu Kara Mustafa Pasha


ASTERPRESCOTT.BLOGSPOT.COM, assalamualaikum Sobat Ast sekalian dan selamat pagi-pagi buta 1 : 30 AM. Lagi-lagi Ast ingin membahas tentang sejarah nih Sob, masih ingat postingan Ast yang berjudul "Jerman Dan Perjanjian Versailles" yang Ast sudah singgung tentang kekalahan Kara Mustafa atas orang-orang Eropa. Disini Ast akan berusaha membahas tentang orang ini Sob, mari tanpa bannyak cakap kita langsung saja pada Biography Of Kara Mustafa Pasha.

Merzifonlu Kara Mustafa Pasha (1634/1635 - 25 Desember 1683) adalah seorang pemimpin militer Ottoman dan wazir agung yang merupakan karakter sentral dalam upaya terakhir Kekaisaran Ottoman pada ekspansi ke Eropa.

Lahir dari orang tua yang berdarah Turki Merzifon, awalnya ia menikah dengan gadis dari keluarga berpengaruh Köprülü dan setelahnya menjabatan sebagai utusan ke Damaskus untuk saudara iparnya grand wazir Koprulu Fazil Ahmed Pasha. Dan antara tahun 1663 atau 1666 ia menjadi Kapudan Pasha (Grand Admiral dari Angkatan Laut Ottoman). 

Ia menjabat sebagai komandan pasukan darat dalam perang melawan Polandia pada tahun 1672, yang berakhir dengan dimasukkannya provinsi Podolia ke dalam kekaisaran Ottoman. Kemenangan tersebut memungkinkan Ottoman untuk mengubah daerah Cossack dari Ukraina selatan menjadi protektorat. Pada 1676, ketika saudaranya iparnya Koprulu Fazil Ahmed Pasha meninggal, Mustafa menggantikannya sebagai perdana menteri. Dan pada tahun 1678 terjandi pemberontakan di Cossack yang pada akhirnya Kara Mustafa kurang berhasil mengatasi pemberontakan ini karena campur tanggan Rusia yang membantu para pemberontak Cossack dan membuat Turki menandatangani perjanjian damai pada tahun 1681, yang berakhir pada dikembalikannya tanah Cossack kepada Rusia.

Pada 1683, ia meluncurkan kampanye utara ke Austria dalam upaya terakhir untuk memperluas kerajaan Ottoman setelah lebih dari 150 tahun berperang. Pada pertengahan Juli, dengan tentaranya yang berjumlah 100.000 orang telah mengepung Wina (dijaga oleh 10.000 tentara Habsburg). Pada bulan September, ia telah mempelajari segala seluk beluk benteng dan musuhnya sang kara mustafa berfikir dia akan menang atas Wina. 

Tapi pada tanggal 12 September 1683, tentara gabungan Jerman dan Polandia di bawah Raja Jan Sobieski mengambil keuntungan dari kelengahan sang Kara Mustafa dalam memperhitungkan strategi, dia tidak menyangka sebelumnya bahwa ada satu point yang terlewat dari hasil berbulan-bulan Kara Mustafa mempelajari benteng musuhnya itu, yaitu bukit disekitar benteng yang menjadi akhir dari perjalanan hidup Kara Mustafa, disanalah pasukan gabungan Jerman dan Polandia menyerang posisinya. Ini semua bermula ketika orang-orang didalam benteng yang sudah dikepung pasukan Kara Mustafa itu memberi kode untuk bala bantuan dari luar dengan sekam api yang dilontarkan ke udara tanpa Kara Mustafa menyadari bahwa itu adalah kode dari musuhnya untuk memanggil bantuan dari luar benteng. 

Terlambat sudah bagi Kara Mustafa untuk menyadari kelalaiannya, panglima pasukan gabungan Jerman Polandia mengirim pesan kepada Kara Mustafa bahwa mereka telah mengepungnya dari balik bukit dan memintanya untuk mundur. Akhirnya drama pengepungan ini yang seharusnya Kara Mustafa mengepung musuhnya yang ada didalam benteng sekarang berbalik Kara Mustafalah yang dikepung dari dua arah dari balik bukit dan dari dalam benteng! Paniklah orang tua ini dan memerintahkan pasukannya untuk dibagi dua menghadapi dua pasukan yang mengepung mereka. 

Dan sang penakluk ini akhirnya berperang bersama para pasukannya sampai pada tanggal 25 Desember 1683, Kara Mustafa dieksekusi di Belgrade. Dia Kara Mustafa meninggal dengan tali sutra yang diikatkan di lehernya, dan itu merupakan hukuman mati yang dijatuhkan pada orang-orang yang berpangkat tinggi di Kekaisaran Ottoman. Kata-kata terakhirnya adalah, "Pastikan Anda mengikat simpul yang tepat". Lalu kepala Kara Mustafa dipenggal dan dikirim ke kepada Sultan Mehmed IV. 

Disinilah akhir dari perjuangan antara AGAMA dan KEKERASAN, dan pada dasarnya Islam tidak pernah membenarkan merebut kekuasaan dengan cara kekerasan seperti sang Kara Mustafa sudah lakukan. Kalian orang-orang Islam seharusnya belajar dari sejarah yang nyata, yang sudah terbukti bahwa kekerasan tidak akan menyelesaikan masalah apapun. Dan kalian tahu? Sang pahlawan yang pada akhirnya kalah dengan hina ini dicap oleh bangsa Eropa hingga sekarang ini sebagai seorang "PENAKLUK!" dan "BUKAN PEMBAWA KEMENANGAN". Ada dimana kalian Sobat-Sobatku sekalian harus belajar dari masa lalu, dari kesalahannya, dari kemenangannya dan dari apapun yang bisa Sobat petik pelajarannya. 

Jadilah agen Muslim yang lebih toleran, lebih cinta damai, lebih memakai otak/akal/fikiran untuk meraih sebuah kekuasaan yaitu tegaknya Islam di bumi Allah ini. Mulai sekarang jangan rasis dia yang nasrani biarlah nasrani, dia yang yahudi biarlah yahudi, dia yang kafir biarlah kafir tugas kita adalah memberi kabar gembira dan juga peringatan, dan jangan sebar kebencian. Saya ada reference buku yang bagus untuk kalian baca Sob, Covernya dibawah ini :


Yups, 99 Cahaya Di Langit Eropa! Buku ini akan membuka pikiran dan wawasan Sobat tentang kebesaran dan kemajuan peradaban Islam di masa lampau yang pernah berkuasa sampai Spanyol! Dan juga mendidik jiwa-jiwa yang rasis menjadi seorang yang pennyayang dan Muslim yang lebih bisa menghargai dan bersukur. Saya punya quotes "ILMU PENGETAHUAN ADALAH SEGALANYA, MAKA HORMATI BUKU, HARGAI BUKU, BACA BUKU". Saya Aditya Von Herman bukan maksud saya menggurui kalian, semoga apa yang sudah saya tulis bisa menjadi bahan pelajaran untuk diri saya pribadi ini yang masih bannyak kekurangan dan para pembaca sekalian...

Written By :   Aditya Von Herman 
Source :  upload.wikimedia.org, en.wikipedia.org, Buku 99 Cahaya Di Langit Eropa
Notes :  ILMU PENGETAHUAN ADALAH SEGALANYA, MAKA HORMATI BUKU, HARGAI BUKU, BACA BUKU.



Artikel Terkait Advice (Nasihat) ,Biography Tokoh ,Education


7 komentar:

  1. Ya bener banget sob islam gk ngajarin kekerasan islam ngajarin kemuliaan bahkan dalam berperang sekalipun


    http://WeeklyYouthPay.com/?ref=33255

    BalasHapus
  2. gud sob,,setuju sekali...mempelajari sejarah untuk bekal supaya tidak mengulangi kesalahan yg sama...tidak perlu mengatakan bit'ah pada sekelompok keyakinan tertentu pdhl sama2 muslim, mengapa harus merasa paling benar dimata Allah meski harus menebar kebencian...

    BalasHapus
  3. Allah Tidak pernah membenarkan invasi alias membeli masalah lu jual baru kita beli,.....Indonesia sdh membuktikan toleransi beragama tinggi coba tanya para nasrani apakah mereka takut mati dibunuh oleh muslim Indonesia???? saya sering tanya tidak sama sekali,.....dan terbukti ekonomi Indonesia mereka banyak kuasai,...artimnya mereka enjoy,....

    BalasHapus
  4. udah nengok muvienya. Bagus amat!

    BalasHapus
  5. Invasi yang dilakukan muslim bertujuan untuk membuka pintu dakwah. Dan inshaallah Roma akan dibuka selanjutnya sesuai dg hadits rasulullah.

    BalasHapus
  6. Sejarah membuktikan bukan sedikit umat Islam yang gugur sebagai syahid terutama melalui perjuangan menentang golongan kafir.
    Hakikat sebenarnya mereka yang mati syahid bukanlah mati tetapi mereka hidup di sisi Allah SWT dan sentiasa mendapat rahmat dan rezeki daripada Allah SWT.

    BalasHapus
  7. Menurut ane belum waktunya islam menguasai roma
    "Tidak akan terjadi kiamat sebelum konstatinopel & roma jatuh ketangan islam"

    BalasHapus

Berkomentar yang baik atau lebih baik diam. Dilarang keras untuk iklan yang berbau judi, pornografi dan syirik! Jika terpaksa Anda inginkan iklan juga, di sebelah samping kanan ada text box silahkan iklankan kehendak Anda disana. Terima kasih atas pengertian Anda. Semoga Allah merahmati Anda...

-Aditya Von Herman

Über Mich

Foto saya

Herman is a student from University of BSI Margonda Depok, Indonesia major of Computer Engineering. He is the author of www.asterprescott.blogspot.com, www.explorejakartahere.blogspot.com as an article publisher, administrator and moderator on his own personal web blog since February 2013.