LISTEN TO THIS
DENGAR INI

After poorness there will be richness, after being thirsty there will be freshness, after parting there will be a meeting, after rift there will be adhesiveness, after disconnect will being reconnected and after you cannot sleep at night you could be sleep well after it.

Setelah kefakiran itu ada kekayaan, setelah kehausan akan ada kesegaran, setelah perpisahan akan ada pertemuan, setelah keretakan akan ada kerekatan, setelah terputus akan tersambung kembali dan setelah tidak tidur malam Anda akan dapat tidur pulas.

I knew something in this life, is not necessary need to be strong but to feel strong...

Saya tahu sesuatu dalam hidup, adalah tidak penting untuk menjadi kuat tetapi bersikap kuat...

Wir Eingeschlagen Haben Und Zu Weit Zurück Zu Gehen, Gehen Sie Auf!

Kita Sudah Memulai Dan Terlalu Jauh Untuk Kembali, Lanjutkan!




Selasa, 09 September 2014

Jangan Bersedih, Jika Masih Punya Sesuatu Yang Cukup


ASTERPRESCOTT.BLOGSPOT.COM, Ibnu Rumi berkata,

"Ketamakan mendekatkan kendaraan untuk orang yang sengsara.
Ketamakan adalah kendaraan orang-orang yang menderita.
Selamat datang kecukupan yang datang dengan tenang,
dan setiap kelelahan akan mendapatkan kebaikan." 

(Dan sekali-kali bukanlah harta dan bukan (pula) anak-anak kamu yang mendekatkan kamu kepada Kami sedikit pun; tetapi orang-orang yag beriman dan mengerjakan amal-amal salih, merekai itulah yang memperoleh balasan yang berlipat ganda disebabkan apa yang telah mereka kerjakann; dan mereka senantiasa aman sentosa di tempat-tempat yang tinggi (di surga)) QS. Saba: 37

Dale Carnegie mengatakan, "Angka statistik menyebutkan bahwa depresi adalah pembunuh nomor 1 di Amerika. Di sela-sela Perang Dunia II telah tebunuh sekitar 1/3 juta pasukan perang. Dan, pada saat itu juga penyakit jantung telah memakan korban sedikitnya dua juta jiwa. Di antara dua juta penduduk itu, kematian mereka disebabkan karena depresi dan ganguan saraf."

Penyakit hati adalah penyebab utama yang mendorong Dr. Alexis Carlyle mengatakan, "Para pekerja yang tidak tahu bagaimana menghadapi kesedihan akan mati lebih cepat."

Penyebabnya sangat mauk akal, dan permasalahan ajal memang telah Allah tetapkan:

(Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya) QS. Ali 'Imran: 45

Sangat sedikit orang Indian Amerika dan orang-oran Cina yang mengidap penyakit gangguan hati. Mereka adalah orang-orang yang menjalani hidup dengan sangat santai dan enteng. Sebaliknya, jumlah dokter yang mati karena serangan liver jauh lebih banyak 20 kali lipat dibandingkan para petani yang mati dengan penyakit yang sama. Sebab para dokter itu menjalani kehidupan sangat depresif. Mereka harus membayar biaya perawatan dengan harga mahal. Sangat ironis, dokter yang mengobati orang lain, namun dia sendiri sakit.

Rewrite By : Aditya Von Herman 
Source : Buku La Tahzan Hal: 162



Artikel Terkait Advice (Nasihat) ,La Tahzan (Jangan Bersedih!)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentar yang baik atau lebih baik diam. Dilarang keras untuk iklan yang berbau judi, pornografi dan syirik! Jika terpaksa Anda inginkan iklan juga, di sebelah samping kanan ada text box silahkan iklankan kehendak Anda disana. Terima kasih atas pengertian Anda. Semoga Allah merahmati Anda...

-Aditya Von Herman

Über Mich

Foto saya

Herman is a student from University of BSI Margonda Depok, Indonesia major of Computer Engineering. He is the author of www.asterprescott.blogspot.com, www.explorejakartahere.blogspot.com as an article publisher, administrator and moderator on his own personal web blog since February 2013.