LISTEN TO THIS
DENGAR INI

After poorness there will be richness, after being thirsty there will be freshness, after parting there will be a meeting, after rift there will be adhesiveness, after disconnect will being reconnected and after you cannot sleep at night you could be sleep well after it.

Setelah kefakiran itu ada kekayaan, setelah kehausan akan ada kesegaran, setelah perpisahan akan ada pertemuan, setelah keretakan akan ada kerekatan, setelah terputus akan tersambung kembali dan setelah tidak tidur malam Anda akan dapat tidur pulas.

I knew something in this life, is not necessary need to be strong but to feel strong...

Saya tahu sesuatu dalam hidup, adalah tidak penting untuk menjadi kuat tetapi bersikap kuat...

Wir Eingeschlagen Haben Und Zu Weit Zurück Zu Gehen, Gehen Sie Auf!

Kita Sudah Memulai Dan Terlalu Jauh Untuk Kembali, Lanjutkan!




Sabtu, 27 September 2014

Saya Berharap Semua Umat Manusia Bisa Mengetahui Kebenaran, Perdamaian Dan Keindahaan Islam

Mualaf ilustarsi


ASTERPRESCOTT.BLOGSOT.COM, Michelle berasal dari keluarga Yahudi di New York. Ibunya, lahir di komunitas Yahudi, Afrika Selatan. Namun, keluarganya tidak pernah merasa nyaman dengan agama.

"Ketika ayah meninggal, ibu menikah lagi dengan seorang Katolik. Itulah awal saya dan keluarga mulai mengenal Tuhan," kenang dia seperti dikutip onislam.net, Rabu (24/9).

Sejak usia 5 tahun, ia dikenalkan Yesus sebagai Tuhan. Namun, Michelle tidak pernah merasa nyaman dengan hal itu. Ketidaknyamanan Michelle semakin bertambah saat ayah tirinya mulai berlaku kasar.

"Saya semakin merasa tak nyaman," ucapnya.

Selanjutnya, Michelle dan keluarga pindah ke Amerika Serikat. Mulai muncul dari pikiran Michelle untuk kabur dari rumah. Iapun mewujudkan niatan itu. Sebagai konsekuensinya, ia mulai bekerja keras demi bertahan hidup.

"Tidak waktu bagi saya untuk mengenal Tuhan. Saya tidak merasa Tuhan membantu saya dengan cara apapun. Jadi, mengapa repot-repot," kata dia.

Perlahan Michelle coba kembali mengenal Tuhan dalam kepercayaan Yudaisme. Tapi tetap, Michelle masih kurang 'sreg' soal agama. Seiring perjalanan waktu, ia bertemu dengan seorang Muslim. Yang membuatnya heran, bagaimana seorang Muslim berpakaian begitu rapat. "Mereka tampak berbeda," kata dia

Perbedaan itu rupanya membuat Michelle terkesan. Ia coba untuk mengetahui lebih lanjut informasi tentang Islam dan Muslim. Dibacalah, sejarah kehidupan Nabi Muhammad. Selanjutnya ia lanjutkan dengan membaca Alquran.

"Setelah membaca Al Fatihah, saya tahu, saya harus kembali menjadi Muslim," kata dia.

Alhamdulillah, Michelle akhirnya memutuskan menjadi Muslim. Saat itulah, ibunya meninggal karena kanker. "Islam membuatku kuat. Islam membuatku melalui rasa sakit itu," kata dia.

"Saya mulai lega, Alhamdulillah, saya berharap semua umat manusia bisa mengetahui kebenaran, perdamaian dan keindahaan Islam."

Edited : Aditya Von Herman
Source : republika.co.id



Artikel Terkait Mualaf


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentar yang baik atau lebih baik diam. Dilarang keras untuk iklan yang berbau judi, pornografi dan syirik! Jika terpaksa Anda inginkan iklan juga, di sebelah samping kanan ada text box silahkan iklankan kehendak Anda disana. Terima kasih atas pengertian Anda. Semoga Allah merahmati Anda...

-Aditya Von Herman

Über Mich

Foto saya

Herman is a student from University of BSI Margonda Depok, Indonesia major of Computer Engineering. He is the author of www.asterprescott.blogspot.com, www.explorejakartahere.blogspot.com as an article publisher, administrator and moderator on his own personal web blog since February 2013.