LISTEN TO THIS
DENGAR INI

After poorness there will be richness, after being thirsty there will be freshness, after parting there will be a meeting, after rift there will be adhesiveness, after disconnect will being reconnected and after you cannot sleep at night you could be sleep well after it.

Setelah kefakiran itu ada kekayaan, setelah kehausan akan ada kesegaran, setelah perpisahan akan ada pertemuan, setelah keretakan akan ada kerekatan, setelah terputus akan tersambung kembali dan setelah tidak tidur malam Anda akan dapat tidur pulas.

I knew something in this life, is not necessary need to be strong but to feel strong...

Saya tahu sesuatu dalam hidup, adalah tidak penting untuk menjadi kuat tetapi bersikap kuat...

Wir Eingeschlagen Haben Und Zu Weit Zurück Zu Gehen, Gehen Sie Auf!

Kita Sudah Memulai Dan Terlalu Jauh Untuk Kembali, Lanjutkan!




Rabu, 03 September 2014

Saya Pun Mengundurkan Diri Dari Gereja, Dan Memutuskan Menjadi Muslim

Mualaf Ilustrasi


ASTERPRESCOTT.BLOGSPOT.COM, Jason Cruz terlahir di keluarga Katolik Roma di New York. Setiap pekannya, keluarga Cruz kerap menghadiri gereja. Cruz muda pun mulai merintis menjadi imam Katolik Roma. "Namun, niatan saya ini tidak diterima. Saya sayang marah, tapi saya tidak tahu apa yang terjadi jika keinginan saya itu disambut positif," ucapnya seperti dilansir onislam.net, Senin (1/9). Cruz semakin terpuruk ketika orang tuanya memutuskan untuk berpisah.

Sejak itu, Cruz lebih tertarik mendatangi klub malam ketimbang gereja. Di klub malam, Cruz bermimpi bisa menjadi politisi yang menetap di sebuah penthouse mewah di Manhattan, sehingga ia bisa setiap kali berpesta. Mimpi itu coba ia mulai dengan melanjutkan sekolahnya ke perguruan tinggi.

Namun, cerita itu berubah. Ia memilih pindah ke Arizona. Cruz mengaku tidak paham hingga sekarang, apa yang membuatnya memutuskan pindah ke kota kecil. Yang pasti, kondisi Cruz jauh dari kata membaik. Ia mulai mengkonsumsi obat-obatan terlarang. Hidupnya pun kian berantakan.

"Entahlah, seperti apa hidup saya saat itu. Terlalu banyak trauma dan narkoba," kata dia.

Suatu hari, ada keinginan untuk berubah muncul dari diri Cruz. Ia berpikir memulainya dengan memeluk satu agama, yang ia yakini akan membawa keteraturan dalam hidupnya. Ia memulai dengan mempelajari Hindu. Ia meyakini, ajaran Hindu bisa mengurangi penderitaannya.

"Awalnya, mampu membuat saya berhenti dari obat-obatan. Saya mulai hidup secara normal," kata dia.

Perlahan kepercayaan itu mulai luntur. Ia memutuskan kembali menjadi seorang Kristen. Muncul kembali keinginannya untuk menjadi imam Katolik Roma. Pada tahun 2005, Cruz mulai mengikuti program seminari, dan ia ditahbiskan sebagai imam. Layanan pertama yang ia lakukan adalah menjalin hubungan antar agama. Ia belajar tradisi agama yang berbeda di Phoenix. Lalu memaparkan pesan perdamaian dari gerejanya. Ketika mengunjungi Sinagog, ia terbilang sudah memahami ajaran Yahudi. Namun, berbeda ketika ia menyambangi masjid.

Di sana, Cruz bertemu Ahmad Al Akoum. Ia adalah Direktur Regional Masyarakat Muslim Amerika (MAS). Banyak penjelasan yang diperoleh Cruz dari Alkoum tentang Islam dan Muslim.  Secara rutin, Cruz berdialog dengan Al Koum. Dari pertemuan itu muncullah rasa ketertarikan. Cruz merasa tersentuh dengan ajaran Islam. Cruz melihat ada kebenaran hakiki dalam Islam. "Saya pun mengundurkan diri dari gereja, dan memutuskan menjadi Muslim. Alhamdulillah," ucapnya.

Sejak menjadi Muslim, hidup Cruz berubah drastis. Dengan dibimbing Al Koum, Cruz melalu masa sulit saat beradaptasi dengan keyakinan barunya. Ia sempat mengalami stres, namun banyak pihak yang membantunya sehingga perlahan kondisi Cruz mulai membaik.

Semakin mantap belajar Islam, Cruz mulai ikut ambil bagian dalam aktivitas di MAS. Di sana, ia menjadi manajer program pencegahan penyalahgunaan alkohol dan narkoba. "Insya Allah, saya ingin terus belajar Islam, belajar Fikih dengan harapan membantu memajukan umat Islam," kata dia.

Edited By : Aditya Von Herman 
Source : republika.co.id



Artikel Terkait Mualaf


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentar yang baik atau lebih baik diam. Dilarang keras untuk iklan yang berbau judi, pornografi dan syirik! Jika terpaksa Anda inginkan iklan juga, di sebelah samping kanan ada text box silahkan iklankan kehendak Anda disana. Terima kasih atas pengertian Anda. Semoga Allah merahmati Anda...

-Aditya Von Herman

Über Mich

Foto saya

Herman is a student from University of BSI Margonda Depok, Indonesia major of Computer Engineering. He is the author of www.asterprescott.blogspot.com, www.explorejakartahere.blogspot.com as an article publisher, administrator and moderator on his own personal web blog since February 2013.