LISTEN TO THIS
DENGAR INI

After poorness there will be richness, after being thirsty there will be freshness, after parting there will be a meeting, after rift there will be adhesiveness, after disconnect will being reconnected and after you cannot sleep at night you could be sleep well after it.

Setelah kefakiran itu ada kekayaan, setelah kehausan akan ada kesegaran, setelah perpisahan akan ada pertemuan, setelah keretakan akan ada kerekatan, setelah terputus akan tersambung kembali dan setelah tidak tidur malam Anda akan dapat tidur pulas.

I knew something in this life, is not necessary need to be strong but to feel strong...

Saya tahu sesuatu dalam hidup, adalah tidak penting untuk menjadi kuat tetapi bersikap kuat...

Wir Eingeschlagen Haben Und Zu Weit Zurück Zu Gehen, Gehen Sie Auf!

Kita Sudah Memulai Dan Terlalu Jauh Untuk Kembali, Lanjutkan!




Senin, 15 September 2014

Tapi Islam Itu Kan Agama Orang Arab

Mualaf ilustrasi

ASTERPRESCOTT.BLOGSPOT.COM, Nichole Arel tak berhenti bersyukur atas hidayah yang diberikan Allah SWT kepadanya. Nikmat iman dan nikmat Islam. "Betapa bersyukurnya saya," kenang dia seperti dilansir onislam.net, Ahad (14/9).

Arel tak pernah menduga hidayah itu datang. Ini mengingat, ia seorang yang percaya dengan ajaran gereja. Arel sejak kecil sudah diperkenalkan kedua orangtuanya terkait ajaran Kristen. "Namun, keluarga saya hanya mengenalkan dua hal pada saya, yakni misa Natal dan Paskah. Sejujurnya, saya kecewa dengan itu," kata dia. Seiring bertambahnya usia, Arel belajar untuk berhenti bertanya soal keyakinan. Rasa frustasinya itu ia tuangkan dalam bacaan. Ia baca buku-buku tentang budaya dan agama dunia. Ini termasuk sejarah Katolik.

Waktu berlalu, Arel masih berusaha untuk tidak memikirkan agama. Namun, itu tidak lama. Nyatanya, Arel merasa membutuhkan agama, ia haus akan kebutuhan spiritual. Rasa haus itu mengantarkan Arel untuk mengetahui sisi lain dari ajaran agama yang dikenalnya.

"Saya tidak paham konsep trinitas. Apa kemudian bisa ini menjadi alasan Tuhan memberikan kemampuan berpikir pada manusia," tanya dia,

Sekian lama mencari, Arel tak jua menemukan apa yang dicarinya. Perasaan putus asa segera muncul. Arel pun pasrah, namun ia masih percaya adanya Tuhan. Suatu hari, Arel mulai kembali membaca Alkitab. Kali ini, perhatiaanya terfokus pada peristiwa dunia. Ia habiskan waktu menulis surat kepada pemerintah AS untuk melindungi hak-hak Palestina dan Sudan. Ia terpikir untuk menjadi relawan ke Palestina. Sejak itu, ia mulai membaca tentang literatur Islam, utamanya Alquran. Satu hal menarik didapatkan Arel, Islam punya konsep Ketuhanan yang menurutnya dapat diterima logika. Ia semakin kagum, bahwa agama yang dibawa Rasulullah ini seperti panduan hidup yang lengkap.

"Tapi Islam itu kan agama orang Arab," tanya dia dalam hati. Arel berkesimpulan, tidak mungkin warga Arab menerima dirinya sebagai Muslim.

Saat itu, Arel seperti mencari tahu soal asumsinya itu. Sejak itu, ia mulai meninggalkan gereja. Namun, tetap membaca Alkitab. "Saya selalu berdoa bisa menemukan apa yang saya cari," ucapnya.

Suatu hari, Arel bertemu sengan seorang Muslimah. Dengan segudang pertanyaan dipikirannya, Arel memberanikan diri untuk bertanya. "Apakah Anda Muslim," tanya Arel. Perempuan itu mengiyakan. Arel segera mengutarakan niatnya untuk mempelajari Alquran. Perempuan itu segera mengarahkan Arel ke masjid.

Tubuhnya gemetar seketika saat persis di depan pintu masjid. Hati dan pikirannya berkecamuk. Namun, spontan saja, kakiya melangkah seolah tanpa sadar. Tubuhnya tertarik gravitasi yang tidak dipahami Arel. Di sana, ia bertemu Muslimah, yang dahulunya merupakan mualaf.

"Saya nyatakan masuk Islam saat itu juga, Alhamdulillah," kenang dia,

Tahun pertamanya, ia habiskan untuk memperdalam ajaran Islam. Ia pelajari bahasa Arab guna mempermudah mengkaji Alquran. "Alhamdulillah, saya menemukan kedamaian setiap hari. Allah memang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang," kenang dia.

Edited By : Aditya Von Heman
Source : republika.co.id



Artikel Terkait Mualaf


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentar yang baik atau lebih baik diam. Dilarang keras untuk iklan yang berbau judi, pornografi dan syirik! Jika terpaksa Anda inginkan iklan juga, di sebelah samping kanan ada text box silahkan iklankan kehendak Anda disana. Terima kasih atas pengertian Anda. Semoga Allah merahmati Anda...

-Aditya Von Herman

Über Mich

Foto saya

Herman is a student from University of BSI Margonda Depok, Indonesia major of Computer Engineering. He is the author of www.asterprescott.blogspot.com, www.explorejakartahere.blogspot.com as an article publisher, administrator and moderator on his own personal web blog since February 2013.