LISTEN TO THIS
DENGAR INI

After poorness there will be richness, after being thirsty there will be freshness, after parting there will be a meeting, after rift there will be adhesiveness, after disconnect will being reconnected and after you cannot sleep at night you could be sleep well after it.

Setelah kefakiran itu ada kekayaan, setelah kehausan akan ada kesegaran, setelah perpisahan akan ada pertemuan, setelah keretakan akan ada kerekatan, setelah terputus akan tersambung kembali dan setelah tidak tidur malam Anda akan dapat tidur pulas.

I knew something in this life, is not necessary need to be strong but to feel strong...

Saya tahu sesuatu dalam hidup, adalah tidak penting untuk menjadi kuat tetapi bersikap kuat...

Wir Eingeschlagen Haben Und Zu Weit Zurück Zu Gehen, Gehen Sie Auf!

Kita Sudah Memulai Dan Terlalu Jauh Untuk Kembali, Lanjutkan!




Rabu, 17 September 2014

WASPADA!!! Modus Penjual Sring Bed Keliling

Ilustrasi

ASTERPRESCOTT.BLOGSPOT.COM, Assalamualaikum Sobat Ast yang baik hatinya semua. Hati-hati Sob baru kemarin Ast share tentang WASPADA!!! Modus Penipuan Dalam Angkot tepat pada tanggal September, 15 2014 dan pada hari tanggal Setember, 16 2014 malam hari sekitar jam 6:45 PM malahan ada modus baru penjual spring bed keliling tepat disekitar rumah Ast (tepatnya ini modus lama tapi Ast baru tahu hari itu malam itu ketika searching di mbah Google). 

Memang penjual penipu ini sudah dua kali datang ke lingkungan sekitar rumah Ast menjajakan sring bed abal-abal. Mereka berkilat lidah ini kasur sedang discount hari ini doang katanya, harganya jika di toko satu juta lebih. Singkat kata dari harga 1 juta mereka hannya menjual 700 ribu rupiah saja (perhatian jika Anda menanggapi dan terjebak tipuan mulut mereka harga bisa saja turun jadi 400 ribu rupiah!).

"Jadilah pembeli yang pintar", kenapa? Jika kita pikir harga spring bed seharga paling murah 1,2 juta di toko, ko bisa ini penjual menjajakan spring bed discount untuk hari ini saja seharga 700 ribu rupiah dan datang malam-malam begini dan alasan bla bla bla. Dan mereka si penipu ini identik aggressive dan akan marah jika jualanya ditanya-tanya sama orang yang gak mereka tawarkan barang contoh tetangg (karena mereka menyembunyikan sesuatu dibalik mulut manis mereka).

Ast ada contoh sharing dari web dan blog tetangga tentang modus spring bed keliling ini, kalian lebih baik hati-hati lagi Sob coba dibaca yang ini :

Ibu Seno
13 March 2011 | 17:44

Kurang lebih 2-3  minggu ini, saya beberapa kali melihat  ada mobil dengan bak terbuka  berseliweran membawa  springbed dan perlengkapannya lewat depan rumah saya. Saya pikir ada orang pindahan rumah.

Minggu lalu , si pembawa barang sempat bertanya ke saya alamat seseorang yang katanya tinggal di jalan ini.  Berhubung saya belum terlalu lama tinggal di wilayah ini, dan baru beberapa tetangga yang saya kenal, saya tak tahu nama yang ditanyakan si pembawa barang ini. Lalu saya coba bantu menanyakan ke rumah sebelah yang sudah lama tingggal di daerah ini, tapi juga tidak mengenal orang yang ditanyakan.

Si penjual barang tersebut menitipkan sebentar mobil barang + sopirnya, sedangkan dia berjalan ke arah depan sambil mencari alamat yang di tuju.

Tidak lama berselang, orang tersebut datang lagi ke rumah saya dan berkata.

“Bu saya tidak menemukan alamat ini. saya bisa di potong gaji nih sama boss. Ibu bisa bantu saya gak, tolong ibu beli barang ini, saya kasih harga murah deh.. “

“Ini faktur jual saya ke yang mestinya saya jual ke orang ini ( yang alamatnya tidak di temukan), saya jual ke ibu 1/2 harga ini deh. ” Lanjutnya

Saya tolak penawarannya, karena saya tidak memerlukan barang yang di tawarkan. Bahkan ketika dia akan menambahkan item barang lain sebagai hadiah pun,  tetap saya tolak, ya karena saya benar-benar tidak butuh.

Sabtu kemarin, kejadian lagi.  Modusnya hampir sama,mobil dan orangnya berbeda, tapi barang yang di jual hampir sama.  Mobil pengantar barang langsung berhenti di depan rumah saya dan ada orang yang  ketuk pintu pagar. Ketika saya keluar , orang itu langsung  menyodorkan faktur atas nama Ibu Diana, dengan alamatnya memang benar alamat rumah saya.

Tentu saja saya tolak, nama saya bukan Diana dan saya juga tidak memesan springbed.

Saya tanya ada nomor telponnya Ibu Diana ?

Dia jawab Bu Diana kasih nomor HP tapi tidak aktif.

Ah.. saya lagi2 gak percaya.

Saya langsung bilang silahkan cari di RT yang lain mungkin ada nomor yang sama.

Si penjual lagi2 coba membujuk saya sambil bilang, saya hampir setengah hari bu cari alamat ini, kalau gak ketemu saya bisa di potong si boss gajinya. Ibu bantu saya beli kasur ini dengan setengah harga.. bla bla bla…

Ah.. sama aja dengan yang minggu lalu, ujung2nya mah  jualan juga…

Males berurusan dengan yang begini terus, akhirnya saya bilang dengan sedikit ancaman, ini bapak dari toko apa ya, jual merk springbednya apa ? Kalau cara bapak menawarkan produk seperti ini saya bisa tulis di koran atau internet lho pak cara memasarkan produk bapak ini gak bener dan pabriknya bisa di tutup lho.

Si bapak penjual langsung mengucapkan terima kasih dan permisi.


Anto Kaskuser

Kejadian ini ane alamin sendiri 2x gan, jadi ane yakin ini modus penipuan baru yang bisa mewabah apabila didiamkan.

Jadi ceritanya gini, sekitar seminggu yang lalu ane main ditempat om ane di Pasar Minggu, pas baru nyampe ternyata dirumah tetangga lagi ada ribut-ribut, hal itu disebabkan si tetangga (ibu-ibu) baru membeli Spring Bed yang katanya dapet dengan diskon gede-gedean, pas di coba buat tiduran langsung ada yang patah didalemnya, padahal dibilangnya bahannya dari per, ternyata pas dibongkar isinya kayu, apesnya penjualnya udah keburu pergi.

modusnya gini gan:

Ada 2 orang dateng mengaku sopir dan kenek sebuah toko furniture di daerah X, kemudian menawarkan Spring Bed karena dia baru dapet bonus habis nganter buat kosan di .... (menyebutkan nama sebuah kos-kosan di suatu daerah), jadi mau dijual murah saja biar hasilnya bisa bagi-bagi ama temen-temennya.
katanya harga aslinya ditoko 1,2jt, nah sipenjual bilangnya diskon jadi 700rb aja.
Terjadi sedikit tawar menawar sih, tapi kata si korban (tetangga om ane) seperti terhipnotis juga, jadi setengah tidak sadar pengen segera membeli karena iming-iming diskon yang gede.

Kejadian kedua ane alamin tadi sore, oh iya, ane tinggal di Depok gan, pas ane pulang kerja ane denger tetangga kontrakan ane baru beli Spring Bed murah, katanya ada orang habis dapet bonus Spring Bed, jadi Dijual murah bla bla bla, pas dicobain gubrak!!!! (ceritanya persis ama yg diatas deeeh).

Jadi ane yakin banget ini modus penipuan baru, sasarannya Ibu-ibu rumah tangga/ kontrakan yang ditinggal suaminya kerja, jadi gampang tergiur/ terhipnotis...

Mudah-mudahan informasi ini bermanfaat.
Silahkan yang berkenan sebarkan informasi ini...

(bacanya pelan-pelan gan biar jelas, soalnya ane sendiri pas baca rada puyeng haha...)

Singgih Swasono
19 October 2010 | 14:42


Awal mulanya saya lagi santai nongkrong sambil ngobrol ‘ngalor-ngidul’ dengan teman lama yang baru tiba dari Jogya didepan rumah persis dipinggir jalan raya dan pinggir kota, jadi hal biasa sering jadi ampiran sopir-sopir mobil dan pengendara motor dari luar kota menanyakan arah jalan/alamat yang dituju.

Benar juga waktu itu ada mobil suzuki carry pakai box dengan plat nopol mobil luar kota berhenti, sudah bisa saya tebak pasti menanyakan arah jalan/alamat yang dituju, benar juga setelah turun salah satu penumpangnya mendekati kami “Pak numpang tanya arah menuju ke Baturaden, lewat mana ya” dengan logat/dialek daerah timur, setelah saya tunjukkan arah-arahnya, dari dalam mobil dua temannya turun dan langsung membuka pintu box, sambil memanggil kami “pak kesini sebentar, ini saya punya barang baru, bagus kompor gas 2 mata” saya jawab “saya sudah punya” dia tetap ngotot “coba kesini pak lihat nih ada yang lain blender, magic jar dari merek-merek terkenal, kelebihan kirim barang, jual murah, separo harga toko” dengan meyakinkan dia ambil salah satu barang yang masih dalam gardus dibungkus plastik, saya tetap jawab “sudah punya, coba tempat lain mas” karena kami tidak menanggapi dan mendekat maka barang tersebut dimasukkan dan pintu box ditutup kembali, dia melanjutkan perjalanan kembali.

melihat hal tersebut tersebut jadi bahan obrolan hangat dengan teman saya  ‘tadi itu mau jual barang, apa akhirnya menipu’, ini sudah kejadian yang ke empat dalam 10 bulan terakhir kalau tidak salah ingat dan semuanya saya tolak tegas tawaran seperti itu (saya amati/ingat-ingat: orang lain-lain, barang yang ditawarkan beda-beda, jenis mobilnya berbeda, modusnya sama dan mobil platnya dari luar daerah/propinsi). semua saya tolak dan tidak dtanggapi, karena pengalaman saya dan tetangga belakang rumah, 1 tahun yang lalu saya hampir masuk perangkap strategi marketing mereka.

Pada waktu itu sore hari jam 17.00-an saya kebetulan  pulang dari kebun lewat jalan kampung dibelakang rumah ada mobil parkir pick up L300 plat luar kota  membawa sofa, meja dan kasur dan tempat tidur ukuran sedang, dibelakang mobil ada 2 orang yang sedang memperbaiki tali pengikat barang tersebut, yang satu menegur saya menawari salah satu barang yang ada diatas pick up “pak, ini ada barang-barang pesanan tapi dibatalkan, mau saya jual murah separo harga buat ongkos pulang ke daerah barat” dasar saya sok suka akrab jadi saya tanya balik “kenapa, apa sebab dan bla-bla-bla”

Saya sedang ngobrol ‘ngalor ngidul’, terlihat ada satu orang lagi mungkin sopir turun, melepas tali pengikat sambil menurunkan barang yang dibagian atas “sudah pak, ini sofa dan mejanya 800 ribu, tanpa meja 650 ribu bla-bla-bla” biasa kecap pasti nomer satu semua. Saya jawab “tidak saya tidak perlu barang tersebut”, ganti orang yang satunya sambil menurunkan kasur model spring bed ditaruh di jalan “gini aja pak, ambil spring bed ini saja 350 ribu murah di toko berapa, kalau sama dipannya 600 ribu …bla-bla-bla” tetap ngotot “dah bapak mau nawar berapa terserah” saya tetap bilang “tidak, saya sudah punya barang tersebut, maaf saya mau pulang sudah Magrib” biasa di kampung kalau ada sesuatu pasti pada merubung dan ikut-ikutan pegang-pegang barang dan komentar, saya lihat tetangga belakang rumah jadi sasaran tembak, saya sendiri setelah itu tidak kebelakang lagi.

Setelah satu mingguan saya di panggil tetangga “pak, lihat nih sofanya ambrol/rusak yang waktu itu ditawarkan ke bapak ternyata. rangkanya pakai kayu sengon, karetnya pakai ban dalam dan busanya bekas. Covernya saja yang bagus tapi ini juga pada sobek-sobek, pakunya pakai stripples. Ini mejanya juga sama yang bagus hanya pelapisnya rangkanya kayu sengon afkir, kurang ajarnya hanya di lem tidak pakai paku, ini juga rusak diduduki anak saya, ambrol”,  ”dulu bapak harga beli berapa”, tanya saya. “dia minta 700ribu, saya tawar 600 ribu sama mejanya,  karena tidak ada kesepakatan saya tinggal pulang Sholat Magrib, tiba-tiba selesai Sholat ada yang ketuk-ketuk pintu saya keluar, lho sofa dan orang tersebut sudah di teras depan, bilangnya yaa sudah pak ini buat bapak 600 ribu + meja, ya saya bayar, ternyata saya kena tipu” saya bilang “ya gimana lagi pak sudah dibeli, saya waktu itu sebenarnya sudah curiga ini barang tidak beres, tapi gini saja coba diperbaiki lagi saja bawa ke tukang jok diseberang jalan, dan lain kali jangan ditanggapi”, wah ternyata tetangga sendiri msauk perangkap (saya kutip percakapan saya dengan bapak tetangga saja, waktu itu istrinya juga ada tapi untuk percakapan dengan ibu tetangga tidak saya kutip, maklum para ibu kalau suaminya kena tipu omelannya bisa satu halaman penuh isinya, pegel ngetiknya).

Nah kalau yang ini tetangga agak jauh tapi masih satu erte, ceritanya pada waktu kumpulan erte bapak ini buka kartu ternyata yang beli springbed + dipannya istrinya buat anaknya, crita dan nasibnya sama cuma umurnya agak panjang kurang lebih 2 mingguan dipakai anaknya tidur tidak masalah, lha ini masalahnya timbul istrinya lagi uring-uringan pindah tidur dikamar anaknya tedengar suara brak dan teriakan anaknya setelah ditengok oh ternyata dipannya ambrol/patah, otomatis yang pada mendengarkan ceritanya pada ketawa (biasa bapak-bapak kalau istrinya yang kena tipu, jadi bahan ketawaan) terus saya tanya “kena harga berapa, pak?” bapak tetangga cerita “istri saya nawar 400ribu sama dipannya, penjualnya minta 500ribu tadinya sudah tidak jadi beli tinggal pulang, malam jam 9 malam datang lagi sambil bawa spring bed+dipan minta dibayar 450 ribu dikasih bonus 2 bantal, istri saya setuju”

Dalam rapat erte masalah ini juga dibahas hasilnya ada tiga pendapat yang satu: menyatakan bahwa ini penipuan gaya baru, pendapat kedua: yang beli kurang teliti, hanya melihat bungkusnya saja tidak melihat dalamnya, pendapat ketiga: ini teknik penjualan yang ‘pintar’ menggabungkan antara ilmu marketing / seni menjual, psikologis / kelengahan konsumen dan seni akting (pada kuliah dimana ya dulunya). Akhirnya sepakat kalau ada hal seperti itu lagi jangan menanggapi apapun yang ditawarkan dan tolak dengan tegas dengan satu kata ‘tidak’

Oh ternyata teman saya yang dari Jogya juga ingin bagi pengalaman: karena telah jadi korban ‘tidak teliti’, kalau ini cat tembok aspal (asli catnya, palsu mereknya). Ceritanya begini 6 bulan yang lalu sedang merenovasi dan akan mengecat ulang tembok rumah, waktu itu hari Sabtu sore kira-kira jam 5an kedatangan 2 orang naik sepeda motor dengan dandanan/gaya seperti tukang bangunan, di cantolan motornya ada tas isinya alat-alat pertukangan sampai keluar/kelihatan, setelah basa-basi dia menawari 2 kaleng besar cat tembok alasanya bayarnya masih kurang, mau pulang anaknya sakit jadi dia dikasih sama mandornya 2 pail cat tembok merek terkenal dan mahal d*lux ditawarkan dengan harga 300ribu per pail, barangnya masih di proyek kalau minat dan setuju dengan penawaran tersebut baru barang itu akan diambil setelah sampai dibayar.

Karena punya langganan toko besi dia telp cek harga pasaran cat tembok tersebut ternyata harga toko sampai 900 ribu/pail, dengan harga 300ribu/pail langsung minta 2 pail ‘murah’ pikirnya. Setelah sholat Magrib orang tersebut datang lagi sambil membawa 2 pail cat tembok langsung ditaruh di ruang tamu, setelah dibayar lunas 600 ribu, orang tersebut juga menawari di proyek masih ada sisa 10 zak semen kalau mau dengan harga 25 ribu/zak besok pagi diantar, minta yang 5 zak dibayar dimuka, tapi teman saya tidak mau, orang tersebut pamit dan berjanji besok pagi-pagi semen akan diantar.

Besok paginya ke toko besi langgananya, setelah beli keperluanya selesai ditanya pemilik toko besi “jadi dibeli cat temboknya” “pastilah bos, murah” setelah basa-basi “saya mau satu pail saya ganti untung 500ribu boleh” jawab teman saya “boleh nanti saya ambil dan antar kesini bayarnya potong bon-bon saja”


Setelah itu meluncur pulang, langsung ambil cat tembok yang di ruang tamu, sambil diamat-amati mereknya dibaca ulang-ulang koq tulisanya mereknya ‘DELUX’ wah apa yang salah, ketukar? Ah nantikan orang tersebut sudah janji akan kesini lagi ngirim semen, pikirnya. terus teman saya telp bos toko besi alasanya cat temboknya mereknya ketukar, mungkin nati sore bisa diantar.

Sambil nunggu, teman saya sibuk kerja, tanpa sadar waktu sudah sore orang tersebut tidak nongol-nongol, baru sadar ‘ketipu’. Cat tersebut tetap dipakai mengecat rumahnya, yang satu pail dikasihkan ke saudarannya. Hasil cerita dengan teman saya menyatakan ‘saya merasa tidak ketipu’ hanya ‘saya tidak teliti’ dan masih bersyukur catnya masih bisa dipakai, karena tetangganya juga pernah dapat/beli cat dengan modus yang sama tapi cat temboknya sama sekali tidak bisa dipakai.

Catatan:

- Ngobrol ‘ngalor-ngidul’ : saling ngobrol/cerita yang berganti-ganti topik

- Percakapan aslinya pakai bahasa mbanyumasman, kaya kuwe.

Kaskuser

Jika anda ditawari oleh seseorang yang menjual spring bed murah dengan merk apapun (untuk kasus saya merek eagle)
sebaiknya jangan diterima dulu. berikut contoh kronologi pengalaman pribadi saya yang tertipu oleh penjual spring bed murah.

Sekitar jam 10 pada awal bulan Februari 2012 tiba-tiba ada mobil yang membawa beberapa buah spring bed datang kerumah saya dan menawari katanya ada harga spring bed yang biasa dijual dipasaran 800rb cuma jual 500rb, karena itu adalah barang khusus buat supir sebagai pengirimnya. selain itu orang tersebut sok sibuk ngangkat telpon karena hpnya bunyi (mungkin itu triknya biar kita cepat deal) dan katanya ditunggu oleh yang punya spring bed nya. takut telat akhirnya saya tawar 350rb (karena klo dilihat sekilas mata barang tersebut 100% baru dan bagus), dan akhirnya deal harga tersebut. ternyata setelah orang tersebut pergi dan saya perhatikan lebih detail tampak kelihatan barang tersebut barang palsu dan beberapa minggu saya pakai dan terasa tidak nyaman akhirnya saya bongkar spring bed tersebut ternyata benar-benar sangat membahayakan. berikut saya foto spring bed sebelum dan sesudah di bongkar.

saran saja hati-hati....................................ini bukan oknum tetapi sindikat.....(sudah lebih besar dan tersistematis)

Sebarkan informasi ke seluruh penjuru nusantara.

Sebelum dibongkar


Sesudah dibongkar

Cobalah Sobatku sekalian yang bijak-bijak dalam hidupnya yang baik hatinya semua, lebih waspada dan hati-hati dengan orang yang baru kenal. "Banyak orang baik memang! Tapi mereka bukan berarti bisa dipercaya. -Aditya Von Herman".

Ya Allah semakin hancur negeriku ini anak bangsa saling mangsa untuk hannya mendapatkan untung yang tak seberapa. Orang dirugikan tak pandang bulu, dan mereka melenggok merasa tak bersalah berdosa telah menzalimi orang yang tidak tahu apa-apa.

Written By : Aditya Von Herman
Source : kaskus.co.id, kompasiana.com
Notes : Banyak orang baik memang! Tapi mereka bukan berarti bisa dipercaya. -Aditya Von Herman



Artikel Terkait Advice (Nasihat) ,Education ,Tenaga Dalam Dan Bela Diri


1 komentar:

  1. Abang saya juga pernah ngalamin kena tipu springbed...beli 350rebu casingnya bagus pas ditidurin ambruk pas dibongkar sama dalemannya kya yg di atas...

    BalasHapus

Berkomentar yang baik atau lebih baik diam. Dilarang keras untuk iklan yang berbau judi, pornografi dan syirik! Jika terpaksa Anda inginkan iklan juga, di sebelah samping kanan ada text box silahkan iklankan kehendak Anda disana. Terima kasih atas pengertian Anda. Semoga Allah merahmati Anda...

-Aditya Von Herman

Über Mich

Foto saya

Herman is a student from University of BSI Margonda Depok, Indonesia major of Computer Engineering. He is the author of www.asterprescott.blogspot.com, www.explorejakartahere.blogspot.com as an article publisher, administrator and moderator on his own personal web blog since February 2013.