LISTEN TO THIS
DENGAR INI

After poorness there will be richness, after being thirsty there will be freshness, after parting there will be a meeting, after rift there will be adhesiveness, after disconnect will being reconnected and after you cannot sleep at night you could be sleep well after it.

Setelah kefakiran itu ada kekayaan, setelah kehausan akan ada kesegaran, setelah perpisahan akan ada pertemuan, setelah keretakan akan ada kerekatan, setelah terputus akan tersambung kembali dan setelah tidak tidur malam Anda akan dapat tidur pulas.

I knew something in this life, is not necessary need to be strong but to feel strong...

Saya tahu sesuatu dalam hidup, adalah tidak penting untuk menjadi kuat tetapi bersikap kuat...

Wir Eingeschlagen Haben Und Zu Weit Zurück Zu Gehen, Gehen Sie Auf!

Kita Sudah Memulai Dan Terlalu Jauh Untuk Kembali, Lanjutkan!




Rabu, 22 Oktober 2014

Hati-Hati Dengan Rindu


ASTERPRESCOTT.BLOGSPOT.COM, Jangan pernah merindukan sesuatu secara berlebihan. Karena, yang demikian itu menyebabkan kegelisahan yang tak pernah padam. Seorang muslim akan bahagia ketika ia dapat menjauhi keluhan, kesedihan, dan kerinduan. Demikian pula ketika ia dapat mengatasi keterasingan, keterputusan, dan keterpisahan yang dikeluhkan para penyair (kebanyakan para penyanyi model kini). Betapapun yang demikian itu adalah tanda kehampaan hati. 

("Tidaklah kamu melihat orang-orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Rabb-nya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaranya dan hatinya dan meletakan tutupan atas pengelihatannya") QS. Al-Jatsiyah: 23


Akulah yang menarik ujung kematian itu. Siapakah yang akan dituntut, ketika korban sendiri yang terdakwa?

Maksud bait syair ini adalah kita berhak merasakan sakit menderita, sebab kita adalah penyebab utama dari semua yang terjadi.

Seorang yang berasal dari Andalusia menyombongkan dirinya karena bisa merasakan suka yang melebihi batas.

Sebelum aku, orang mengeluh berat berpisah,
dan ketakutan muncul pada yang mati dan yang hidup.
Jika rusuk-rusukku menghimpun,
maka aku tidak akan lagi mendengar dan tidak pula melihat.

Bila saja di antara tulang-tulangnya berhimpun ketakwaan, dzikir, kesadaran rohani dan ilahiyah, maka kebenaran akan bisa dicapai. Disamping itu, bukti akan menjadi semakin jelas dan kebenaran akan terlihat.

("Dan, jika kamu ditimpa sesuatu godaan setan, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya, Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Sesungguhnya, orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari setan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya") QS. Al-A'raf: 200-201

Ibn Qayyim telah memberikan terapi yang sangat manjur tentang masalah ini dalam bukunya Ad da' wad Dawa atau Al jawab asy Syafi 'an Man Sa'ala 'anid Dawa' asy Syafi. Buku ini sangat terkenal. Saya sarankan kepada pembaca untuk merujuk kepada kedua buku tersebut.

Rasa suka yang berlebihan itu banyak sebabnya. Di antaranya,

1. Hati yang tidak terisi oleh rasa cinta, rasa syukur, dzikir, dan ibadah kepada Allah.
2. Membiarkan mata jalang. mengumbar mata adalah jalan yang menghantarkan pada kesedihan dan keresahan.

("Katakanlah kepada orang-orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya"") QS. An-Nur: 30

Rasulullah juag bersabda, "Pandangan (mata) itu adalah satu dari sekian banyak anak panah iblis."

Jika kau liarkan matamu kepada semua mata,
maka semua pandangan akan membuatmu lelah.
Kalu lihat pemandangan, tapi tak seluruhnya mampu kaulihat dan kautatap

3. Meremahkan ibadah, dzikir, doa, dan shalat nafilah.

("Sesungguhnya, shalat itu mencegah dari perbuatan-perbuatan keji dan munkar") QS. Al-'Ankabut: 45

Adapun obatnya,

("Demikianlah, agar Kami memalingkan daripadanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya, Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih") QS. Yusuf: 24

1. Berusaha untuk selalu berada di pintu-pintu ibadah dan memohon kesembuhan kepada Yang Maha Agung.
2. Merendahkan pandangan dan memelijhara kemaluan.

("Dan, mereka menjaga kemaluan mereka") QS. An-Nur: 30

("Dan, orang-orang yang menjaga kemaluan mereka") QS. Al-Mu'minun: 5

3. Menjauhkan hati dari hal-hal yang bisa mengikat dan berusaha melupakannya.
4. Menyembunyikan diri dengan amal salah dan berguna.

("Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas") QS. Al-Anbiya: 21

5. Menikah secara syar'i.

("Maka, kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi") QS. An-Nisa: 3

("Dan, di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya") QS. Ar-Rum: 21

Rasulullah bersabda, "Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian yang sudah mampu untuk menikah, hendaklah menikah."

Rewrite By : Aditya Von Herman
Source : Buku La Tahzan Hal: 295-297 



Artikel Terkait Advice (Nasihat) ,La Tahzan (Jangan Bersedih!)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentar yang baik atau lebih baik diam. Dilarang keras untuk iklan yang berbau judi, pornografi dan syirik! Jika terpaksa Anda inginkan iklan juga, di sebelah samping kanan ada text box silahkan iklankan kehendak Anda disana. Terima kasih atas pengertian Anda. Semoga Allah merahmati Anda...

-Aditya Von Herman

Über Mich

Foto saya

Herman is a student from University of BSI Margonda Depok, Indonesia major of Computer Engineering. He is the author of www.asterprescott.blogspot.com, www.explorejakartahere.blogspot.com as an article publisher, administrator and moderator on his own personal web blog since February 2013.