LISTEN TO THIS
DENGAR INI

After poorness there will be richness, after being thirsty there will be freshness, after parting there will be a meeting, after rift there will be adhesiveness, after disconnect will being reconnected and after you cannot sleep at night you could be sleep well after it.

Setelah kefakiran itu ada kekayaan, setelah kehausan akan ada kesegaran, setelah perpisahan akan ada pertemuan, setelah keretakan akan ada kerekatan, setelah terputus akan tersambung kembali dan setelah tidak tidur malam Anda akan dapat tidur pulas.

I knew something in this life, is not necessary need to be strong but to feel strong...

Saya tahu sesuatu dalam hidup, adalah tidak penting untuk menjadi kuat tetapi bersikap kuat...

Wir Eingeschlagen Haben Und Zu Weit Zurück Zu Gehen, Gehen Sie Auf!

Kita Sudah Memulai Dan Terlalu Jauh Untuk Kembali, Lanjutkan!




Kamis, 06 November 2014

Saya Merasa Dekat Dengan Allah Dan Dapat Melihat Dunia Dengan Sebenarnya

Mualaf  Ilustrasi

ASTERPRESCOTT.BLOGSPOT.COM, Mualaf Australia Aisha mengatakan, dirinya menemukan kedamaian dan keindahan di dalam agama Islam. Pengalaman itulah yang membuatnya memutuskan untuk manjadi seorang Muslimah.

Sewaktu kecil, Aisha selalu mencari tahu mengenai filsafat dan pengetahuan serta inti dari kehidupan di dunia. Ia selalu menganalisis hal sekecil apa pun yang terjadi di dunia ini.

Aisha memulai petualangan hidupnya di Gereja Katolik saat berusia 15 tahun. Namun, setelah menyelesaikan kuliahnya, ia memutuskan untuk melakukan perjalanan ke Nepal dan India di mana ia menemukan sisi kemanusiaan yang belum pernah ditemukannya saat tinggal di Australia. Ia mengungkapkan bahwa kehidupan di antara alam dan jauh dari peradaban modern lebih indah dan bahagia. Pengalaman yang dijalaninya itu mengubah hidupnya secara drastis dan ia menyadari bahwa di mana pun dan memiliki kekuasaan apa pun, manusia tetap sama. “Inilah yang dinamakan dengan kesetaraan antara manusia,” ujarnya.

Aisha kemudian kembali ke Meulbourne dan mendaftar menjadi pekerja sosial. Ia bekerja dengan orang yang didiskriminasikan oleh kekuasaan dan tidak memiliki suara untuk berbicara bebas. Ia menemukan pengalaman yang sangat berharga dari pekerjaan tersebut. Kemudian ia memutuskan untuk bekerja dengan orang Arab di Melbourne dan memiliki banyak teman Muslim.

Selesai bekerja selama empat tahun, ia kembali melakukan perjalanannya berkeliling ke Timur Tengah untuk mengetahui kehidupan di sana. Selama enam bulan di Timur Tengah, ia pun berkeinginan untuk mempelajari Islam. Hingga pada akhirnya ia berhijrah dan memeluk agama Allah setelah menuntaskan perjalanannya.

Tepat pada tahun 2009, Aisha merasakan hal terindah dalam hidupnya setelah memutuskan untuk menjadi mualaf. Hal yang menarik yang ia temukan di dalam Islam yaitu kesetaraan antara manusia dan tidak ada perbedaan di antara sesama.

“Saya merasa dekat dengan Allah dan dapat melihat dunia dengan sebenarnya. Dan hal yang sering kudapatkan benar-benar menjadi masuk akal,” katanya seperti dikutip OnIslam.net.

Aisha mengaku sangat bangga menjadi seorang Muslimah. Namun, ia juga tak menampik bahwa pengalaman pertama menjadi seorang Muslimah tidaklah mudah, mengingat lingkungan di Melbourne. Ia merasa sedih kala Ramadhan tiba, di mana orang tua dan teman-temannya merasa sangat jauh darinya. Tapi ia tak putus asa dan tetap berdoa meminta petunjuk kepada Allah agar selalu membimbingnya.

Kini, semua hal telah berubah dan ia mendapatkan tempat di antara keluarga dan orang-orang terdekatnya.

Edited By : Aditya Von Herman
Source : republika.co.id



Artikel Terkait Mualaf


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentar yang baik atau lebih baik diam. Dilarang keras untuk iklan yang berbau judi, pornografi dan syirik! Jika terpaksa Anda inginkan iklan juga, di sebelah samping kanan ada text box silahkan iklankan kehendak Anda disana. Terima kasih atas pengertian Anda. Semoga Allah merahmati Anda...

-Aditya Von Herman

Über Mich

Foto saya

Herman is a student from University of BSI Margonda Depok, Indonesia major of Computer Engineering. He is the author of www.asterprescott.blogspot.com, www.explorejakartahere.blogspot.com as an article publisher, administrator and moderator on his own personal web blog since February 2013.