LISTEN TO THIS
DENGAR INI

After poorness there will be richness, after being thirsty there will be freshness, after parting there will be a meeting, after rift there will be adhesiveness, after disconnect will being reconnected and after you cannot sleep at night you could be sleep well after it.

Setelah kefakiran itu ada kekayaan, setelah kehausan akan ada kesegaran, setelah perpisahan akan ada pertemuan, setelah keretakan akan ada kerekatan, setelah terputus akan tersambung kembali dan setelah tidak tidur malam Anda akan dapat tidur pulas.

I knew something in this life, is not necessary need to be strong but to feel strong...

Saya tahu sesuatu dalam hidup, adalah tidak penting untuk menjadi kuat tetapi bersikap kuat...

Wir Eingeschlagen Haben Und Zu Weit Zurück Zu Gehen, Gehen Sie Auf!

Kita Sudah Memulai Dan Terlalu Jauh Untuk Kembali, Lanjutkan!




Jumat, 26 Desember 2014

Muslim Ini Yang Menemukan Kamera Pertama Di Dunia

Ibn Al-Haytham (Dalam Bahasa Inggris)


ASTERPRESCOTT.BLOGSPOT.COM, Bismillah hirrahman nirrahim assalamualaikum selamat siang semua. Bicara mengenai sejarah kamera, kebannyakan orang tahu bahwa penemu kamera pertama di dunia adalah orang barat. Tahukah kalian? Bahwa penemu pertama kamera di dunia adalah seorang muslim yang berasal dari Irak bernama Ibn Al-Haytham atau dikenal dengan barat Alhazen. Lebih lengkapnya lagi silahkan Sobat simak artikel berikut ini :

Tahukah kalian? Sesungguhnya kata “kamera” yang hingga saat ini kita kenal ternyata berasal dari bahasa Arab, yaitu “qamara”. Jauh sebelum bangsa Barat menemukan kamera tersebut, prinsip-prinsip dasar dari pembuatan kamera ternyata telah ditemukan dan dicetuskan oleh seorang pakar sarjana Muslim yakni sekitar 1.000 tahun yang lalu.

Adalah seorang ilmuwan Islam yang ahli dalam bidang sains, falak, matematika, geometri, pengobatan, dan filsafat. Ia banyak pula melakukan penelitian mengenai cahaya, dan telah memberikan banyak inspirasi pada ahli sains barat, seperti Roger Bacon, dan Kepler dalam menciptakan mikroskop serta teleskop.

Sejak kecil Ibnu Al-Haitham (Abu Ali Muhammad Al-Hassan ibnu Al-Haitham) dikenal memiliki otak yang sangat cerdas. Beliau menempuh pendidikan pertama di tanah kelahirannya Irak. Setelah beranjak dewasa, beliau merintis karier sebagai pegawai pada pemerintahan di Basrah. Selanjutnya setelah beberapa lama beliau bekerja dengan pihak pemerintahan di Basrah, beliau pergi ke kota Baghdad dan Ahwaz.

Kecintaan beliau terhadap ilmu pengetahuan telah membawanya hingga menuju negara Mesir. Selama di Mesir tersebut, Ibnu Al-Haitham mendapatkan banyak kesempatan untuk melakukan beberapa pekerjaan penelitian perihal aliran Sungai Nil dan menyalin berbagai buku mengenai falak dan matematika. Kemudian, beliau pun berhasil menempuh study di Universitas Al-Azhar (Kairo-Mesir) yang didirikan oleh Kekhalifahan Fatimiyah. Secara otodidak, beliau mempelajari sampai menguasai beragam disiplin ilmu misalnya ilmu matematika, falak, pengobatan, geometri, filsafat, dan ilmu fisika.

Ibnu Al-Haitham adalah ilmuwan yang suka sekali melakukan berbagai penelitian. Di laboratorium beliau yang sangat sederhana, akan tetapi cukup lengkap di Kota Basra (Irak) tersebut, beliau melakukan berbagai penelitian untuk menetapkan sudut pandang serta sudut pantul, pembekokan cahaya dalam kaca dan air, serta berbagai posisi bayangan di atas cermin-cermin cembung, cekung, datar, dan bulatan yang berbentuk bola. Dari seluruh penelitian itu, Ibnu Al-Haitham telah meletakkan dasar-dasar pembuatan lensa kamera.

Ibnu Al-Haitham juga melakukan berbagai penelitian penting dalam kamera obscura bersama dengan Kamaluddin Al-Farisi. Keduanya itu berhasil meneliti serta merekam fenomena-fenomena kamera obscura. Penemuan tersebut, tentunya berawal ketika keduanya itu lagi mempelajari perihal gerhana matahari. Kajian ilmu optik yang berupa kamera obscura itulah yang telah menjadi dasar dari kinerja kamera yang hingga saat sekarang ini telah banyak digunakan oleh umat manusia.

Teori yang dipecahkan oleh Ibnu Al-Haitham itu telah mampu mengilhami penemuan film yang selanjutnya disambung-sambung serta diputar dan dimainkan kepada para penonton.

Penemuan Ibnu Al-Haitham yang paling sangat populer yaitu mengenai sifat mata yang sebenarnya. Beliau berpendapat bahwasanya sinar cahaya itu bergerak mulai dari obyek kemudian berjalan menuju kemata. Benda akan dapat terlihat sebab ia memantulkan sinar kedalam mata. Retina mata adalah wadah dari penglihatan dan tidak yang mengeluarkan cahaya. Teori yang dilahirkan Ibnu Al-Haitham tersebut telah mampu mematahkan teori penglihatan yang sudah diajukan dua pakar ilmuwan asal Yunani yang benama ptolemaeus dan Euclides pada saat berabad-abad sebelumnya, mereka (ptolemaeus dan Euclides) berpendapat bahwasanya benda terlihat karena memancarkan cahaya.

Ibnu Al-Haitham sangat dikenal sebagai seorang yang teliti dan juga berhati-hati. Secara serius beliau itu mempelajari serta mengkaji seluk-beluk perihal ilmu optik. Beragam teori mengenai ilmu optik tersebut, sudah dilahirkan dan dicetuskannya. Ibnu Al-Haitham pun mencetuskan sebuah teori mengenai berbagai macam fenomena fisik seperti mislanya bayangan, pelangi dan juga gerhana. beliau juga sudah mencetuskan teori mengenai lensa pembesar. Teori itulah yang digunakan oleh para ahli sain di negara Italia dalam menghasilkan kaca pembesar pertama di seluruh dunia.

Ibnu Al-Haitham telah dihargai sebagai Master ilmuwan optika terbesar sepanjang masa, sejajar dengan Witelo dan juga Ptolemeus yang menjadi salah satu perintis ilmu optika dunia. Berkat pemikiran-pemikiran beliau lah, ilmu optika mencapai puncak taraf kemajuan yang sungat mencengangkan. Terutama pada pada abad sekarang ini.

Ibnu Al-Haitham atau nama lengkapnya Abu Ali Muhammad Al-Hassan ibnu Al-Haitham, wafat di kota Kairo negara Mesir, pada tahun 1039.

Edited : Aditya Von Herman
Source : harrymclaughlin.com, mutiarapublic.com



Artikel Terkait Biography Tokoh ,Photography


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentar yang baik atau lebih baik diam. Dilarang keras untuk iklan yang berbau judi, pornografi dan syirik! Jika terpaksa Anda inginkan iklan juga, di sebelah samping kanan ada text box silahkan iklankan kehendak Anda disana. Terima kasih atas pengertian Anda. Semoga Allah merahmati Anda...

-Aditya Von Herman

Über Mich

Foto saya

Herman is a student from University of BSI Margonda Depok, Indonesia major of Computer Engineering. He is the author of www.asterprescott.blogspot.com, www.explorejakartahere.blogspot.com as an article publisher, administrator and moderator on his own personal web blog since February 2013.