LISTEN TO THIS
DENGAR INI

After poorness there will be richness, after being thirsty there will be freshness, after parting there will be a meeting, after rift there will be adhesiveness, after disconnect will being reconnected and after you cannot sleep at night you could be sleep well after it.

Setelah kefakiran itu ada kekayaan, setelah kehausan akan ada kesegaran, setelah perpisahan akan ada pertemuan, setelah keretakan akan ada kerekatan, setelah terputus akan tersambung kembali dan setelah tidak tidur malam Anda akan dapat tidur pulas.

I knew something in this life, is not necessary need to be strong but to feel strong...

Saya tahu sesuatu dalam hidup, adalah tidak penting untuk menjadi kuat tetapi bersikap kuat...

Wir Eingeschlagen Haben Und Zu Weit Zurück Zu Gehen, Gehen Sie Auf!

Kita Sudah Memulai Dan Terlalu Jauh Untuk Kembali, Lanjutkan!




Senin, 15 Desember 2014

Walau Ia Dikucilkan Ahmad Tetap Memilih Untuk Memeluk Agama Islam



ASTERPRESCOTT.BLOGSPOT.COM, Bismillah hirrahman nirrahim, mualaf asal Pamulang, Tangerang Selatan Ahmad Hidayatullah mengakui bahwa dirinya sering merasa dikucilkan dan diasingkan saat memutuskan untuk memeluk agama Islam.

"Saya diusir dan dikucilkan dari keluarga, lingkungan dan teman-teman saya dulu," kata Ahmad seperti dikutip dalam buku Mengapa Kami Memilih Islam.

Perjalanan Ahmad saat masuk Islam sangat mendapat tentangan keras dari keluarganya terutama ayahnya. Ayah Ahmad tidak terima bila ia menjadi seorang mualaf. Namun dengan tekad yang sudah bulat, Ahmad tetap memutuskan untuk menjadi seorang mualaf. Ahmad pun dikucilkan oleh teman-temannya di lingkungan ia berada serta di bangku perkuliahan hingga pada akhirnya ia memutuskan untuk putus kuliah. Perkenalannya dengan Islam dimulai saat dia masuk kuliah dan sakit-sakitan. Sebelum ia melangkah ke perguruan tinggi, Ahmad memiliki pergaulan yang tidak baik saat masih sekolah menengah atas. Ia dan teman-temannya sering merokok, minum minuman keras, melakukan maksiat dan sebagainya.

"Saat itu saya tidak bisa mengontrol diri dan melakukannya secara bebas hingga akhirnya saya memiliki penyakit yang cukup parah," ujar Ahmad.

Ahmad divonis oleh dokter memiliki penyakit pada paru-parunya. Hal tersebut akibat terlalu sering merokok dan berakibat membuat paru-parunya bolong. Dokter pun memprediksi bila umur Ahmad tidak akan lama bertahan.

"Saya sangat menyesal dan tidak mau melanjutkannya lagi," kata Ahmad.

Segala macam pengobatan sudah dilakukan oleh kedua orang tuanya. Termasuk keluar masuk rumah sakit mulai dari RSCM, Rumah Sakit Pondok Indah, hingga rumah sakit di Singapura. Namun tidak ada kemajuan yang berarti hingga pada akhirnya ia dipertemukan oleh seorang ustaz bernama Aesp Syarifuddin seoerang guru ngaji di SMP Al Amanah.

Ahmad dan keluarga pun bertemu dengan ustaz Asep dan membicarakan tentang penyakit yang diderita Ahmad. Merasa kaget, ustaz Asep mengatakan kepada Ahmad bahwa bila ingin sembuh ia harus memperbanyak salat sunnah, witir dan terutama dzikir. Ayah Ahmad yang merupakan seorang penganut Protestan menentang ajaran ustaz Asep.

Namun, ia juga ingin anaknya selamat dan tidak kembali merasa kesakitan. Hingga pada akhirnya ayah Ahmad pun menyetujui saran ustaz Asep. Ahmad pun berangsur pulih dan ketika melakukan rontgen ke rumah sakit dokter pun terkejut karena penyakit Ahmad sudah hilang.

Ahmad pun terus melakukan ketiga hal yang dianjurkan oleh ustaz hingga pada akhirnya ayahnya tidak setuju untuk terus melakukan hal tersebut. Ayahnya pun marah kepada Ahmad, tapi ia tetap merasa nyaman untuk melakukannya dan hingga pada akhirnya ia memutuskan untuk menjadi mualaf.

"Saya akhirnya memutuskan masuk Islam dan mengucapkan dua kalimat syahadat, Alhamdulillah setelah itu hidup saya menjadi lebih sehat dan bahagia," kata Ahmad.

Walau ia dikucilkan dan diusir serta tidak diakui lagi oleh keluarganya, Ahmad tetap memilih untuk memeluk agama Islam. Ahmad percaya dan yakin bahwa agama yang dipeluknya itu merupakan ajaran yang benar.

Edited By : Aditya Von Herman
Source : republika.co.id



Artikel Terkait Mualaf


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentar yang baik atau lebih baik diam. Dilarang keras untuk iklan yang berbau judi, pornografi dan syirik! Jika terpaksa Anda inginkan iklan juga, di sebelah samping kanan ada text box silahkan iklankan kehendak Anda disana. Terima kasih atas pengertian Anda. Semoga Allah merahmati Anda...

-Aditya Von Herman

Über Mich

Foto saya

Herman is a student from University of BSI Margonda Depok, Indonesia major of Computer Engineering. He is the author of www.asterprescott.blogspot.com, www.explorejakartahere.blogspot.com as an article publisher, administrator and moderator on his own personal web blog since February 2013.