LISTEN TO THIS
DENGAR INI

After poorness there will be richness, after being thirsty there will be freshness, after parting there will be a meeting, after rift there will be adhesiveness, after disconnect will being reconnected and after you cannot sleep at night you could be sleep well after it.

Setelah kefakiran itu ada kekayaan, setelah kehausan akan ada kesegaran, setelah perpisahan akan ada pertemuan, setelah keretakan akan ada kerekatan, setelah terputus akan tersambung kembali dan setelah tidak tidur malam Anda akan dapat tidur pulas.

I knew something in this life, is not necessary need to be strong but to feel strong...

Saya tahu sesuatu dalam hidup, adalah tidak penting untuk menjadi kuat tetapi bersikap kuat...

Wir Eingeschlagen Haben Und Zu Weit Zurück Zu Gehen, Gehen Sie Auf!

Kita Sudah Memulai Dan Terlalu Jauh Untuk Kembali, Lanjutkan!




Minggu, 22 Februari 2015

Melissa Hardy, Saya Sekarang Seorang Muslim

Mualaf ilustrasi


ASTERPRESCOTT.BLOGSPOT.COM, Melissa Hardy sejak kecil selalu diajarkan berdoa sebelum tidur. Baginya, itu merupakan momen menyenangkan sebagai pribadi beragama. Melissa pun terbilang rajin mengikuti kegiatan keagamaan. Termasuk kamp musim panas, hal yang mungkin banyak dihindari remaja Jerman.

"Tapi muncul pertanyaan serius dalam pikiran saya. Mengapa Tuhan bisa mati," kenang dia seperti dilansir Onislam, Senin (9/2).

Melissa mulai bingung dengan pertanyaan yang diajukannya sendiri. Dalam pikirannya, muncul kata iman. "Saya percaya, iman merupakan cara untuk mengetahui apakah dasar agama saya adalah nyata dan benar," ucapnya. Setiap kali mencoba konfirmasi soal pertanyaannya itu, Melissa tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan. Ia hanya bisa membawa pertanyaan itu dalam pikirannya. Hingga suatu hari, ia terpikir untuk mempelajari Yudaisme.

Pemikiran ini muncul karena ia menyaksikan film 'The Pianist'. Film itu berkisah seorang Yahudi yang bertahan hidup dari kejaran Nazi. "Saya menjadi benci Palestina dan cinta Israel," kenangnya.

Seiring berjalannya waktu, munculah rasa hampa dalam keyakinan Melissa. "Saya tidak memiliki hal yang bisa dipercaya. Saya merasa ada yang hilang. Tapi saya tidak tahu apa yang harus dilakukan," kata dia. Merasa frustasi, Melissa melampiaskannya dengan mabuk dan berpesta. Namun, Melissa tidak merasa cocok dengan gaya hidup tersebut. Akhirnya, ia pun kembali melakukan pencarian.

Melissa kemudian teringat tentang Islam. Sepengetahuannya, Islam merupakan agama bangsa Arab. Tapi ia merasa penasaran, dan memutuskan untuk membaca literatur tentang Islam. "Saya beli beberapa buku. Saya baca laman Islam seperti Islamonline," kata dia.

Ketika mempelajari Islam, Melissa merasa terkejut. Islam menyatakan tiada Tuhan selain Allah. Islam juga mewajibkan shalat dan berpuasa bagi setiap Muslim. "Islam juga mewajibkan bagi yang mampu untuk melaksanakan haji," kata dia.

Sejak itu, ia mulai belajar shalat. Kemudian, ketika Ramadhan tiba, Melissa turut berpuasa. Langkah lain yang dilakukan, ia kenakan hijab. "Saya juga belajar umat Islam percaya bahwa Yesus (Anak Perawan Maria) Sebagai seorang Nabi. Muhammad adalah Nabi terakhir. Saya tahu, mereka mengimani Alkitab dan Taurat," kata dia.

"Saya masuk Islam pada bulan Mei 2004 di usia 16. Saya sekarang seorang Muslim. Islam telah membentuk tidak hanya keyakinan, tetapi juga pendapat dan tindakan saya. Alhamdulillah," ucapnya.

Edited By : Aditya Von Herman
Source : republika.co.id



Artikel Terkait Mualaf


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentar yang baik atau lebih baik diam. Dilarang keras untuk iklan yang berbau judi, pornografi dan syirik! Jika terpaksa Anda inginkan iklan juga, di sebelah samping kanan ada text box silahkan iklankan kehendak Anda disana. Terima kasih atas pengertian Anda. Semoga Allah merahmati Anda...

-Aditya Von Herman

Über Mich

Foto saya

Herman is a student from University of BSI Margonda Depok, Indonesia major of Computer Engineering. He is the author of www.asterprescott.blogspot.com, www.explorejakartahere.blogspot.com as an article publisher, administrator and moderator on his own personal web blog since February 2013.