LISTEN TO THIS
DENGAR INI

After poorness there will be richness, after being thirsty there will be freshness, after parting there will be a meeting, after rift there will be adhesiveness, after disconnect will being reconnected and after you cannot sleep at night you could be sleep well after it.

Setelah kefakiran itu ada kekayaan, setelah kehausan akan ada kesegaran, setelah perpisahan akan ada pertemuan, setelah keretakan akan ada kerekatan, setelah terputus akan tersambung kembali dan setelah tidak tidur malam Anda akan dapat tidur pulas.

I knew something in this life, is not necessary need to be strong but to feel strong...

Saya tahu sesuatu dalam hidup, adalah tidak penting untuk menjadi kuat tetapi bersikap kuat...

Wir Eingeschlagen Haben Und Zu Weit Zurück Zu Gehen, Gehen Sie Auf!

Kita Sudah Memulai Dan Terlalu Jauh Untuk Kembali, Lanjutkan!




Kamis, 28 Mei 2015

Bagaimana Engkau Meraih Kebenaran, Siapa Yang Kau Anggap Sebagai Kebenaran?

Adekunle Afolabi


ASTERPRESCOTT.BLOGSPOT.COM, Di Nigeria, khususnya di wilayah dengan mayoritas suku Yoruba, toleransi beragama paling minim. Di sana, sudah biasa untuk melihat Muslim masuk Kristen. Hampir tidak pernah dilaporkan seorang Kristen masuk Islam.

Namun, seorang pria, mantan pendeta, Adekunle Afolabi, pendiri dan pemimpin sebuah Gereja Seraphim, di Ekute, memecah 'kutukan' tersebut baru-baru ini. Dia memilih Islam setelah menjadi seorang Pastor Kristen selama lebih dari 25 tahun.

Sekarang ia dikenal dengan nama Islamnya, Alfa Abubakar Afolabi. Pria 45 tahun itu memeluk Islam setelah tiga kali mendapat petunjuk hidayah melalui mimpi. Sebelum memeluk Islam, Afolabi bahkan telah mendirikan sebuah komunitas gereja yang tersebar di seluruh cabang-cabang di Nigeria.

Pada mimpi pertama, Afolabi melihat jemaat Gerejanya sedang duduk di lantai Gereja, beberapa dari mereka menutupi kepala mereka dengan peci. Afolabi juga melihat bahwa orang-orang mencuci tangan dan kaki mereka, sebelum memasuki gereja. Ia tahu, bahwa ritual itu dilakukan banyak Muslim sebelum memasuki Masjid.

Kendati demikian, mimpi itu nyatanya belum membuatnya mengenal Islam lebih dekat. Ia hanya berpikir Tuhan ingin memerintahkan semua orang untuk menjaga kebersihan. Mimpi itu belum membuatnya sadar bahwa Islam tengah menyapanya untuk kali pertama.

Pada mimpi kedua, Afolabi mengaku melihat perempuan berhijab di gerejanya. Bahkan dengan mimpi itu, Afolabi meminta pada suatu Ahad agar jemaat perempuannya untuk datang dengan mengenakan jilbab. Sebagai seorang pemilik Gereja, cukup banyak yang menuruti permintaannya. Sedikitnya 10 perempuan.

Mimpi kedua itu mempertajam instingnya untuk terus mencari makna Islam dari mimpinya. Setelah itu, semakin banyak hal-hal aneh yang ia temui dalam mimpi-mimpi berikutnya. Hingga suatu hari, mimpi terakhir itu datang.

Afolabi bermimpi seseorang datang kepadanya, membangunkan tidurnya dan kemudian membawanya pada perjalanan ke suatu tempat. Sosok misterius di mimpinya itu mengajukan pertanyaan: Bagaimana engkau meraih kebenaran, siapa yang kau anggap sebagai kebenaran?

Afolabi mengaku saat itu hanya terdiam. Sosok dalam mimpinya itu kemudian menunjukkan telapak tangannya. Ia melihat bahwa jika telapak kiri itu menunjukkan angka 81 dalam angka Arab, dan di telapak kanan mengguratkan angka 18. Sosok itu menjelaskan bahwa jumlah 99 merupakan singkatan dari sembilan puluh sembilan nama Allah. Sejak saat itulah Afolabi mengaku justru lebih banyak mendatangi Masjid daripada gereja yang dipimpinnya. Sehingga akhirnya mengundang seorang Imam di pusat kota, seorang ulama muslim untuk berkhotbah di gereja. Dengan Imam itu pula, Afolabi kemudian dipimpin untuk membaca dua kalimat syahadat.

Edited By : Aditya Von Herman
Source : republika.co.id



Artikel Terkait Mualaf


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentar yang baik atau lebih baik diam. Dilarang keras untuk iklan yang berbau judi, pornografi dan syirik! Jika terpaksa Anda inginkan iklan juga, di sebelah samping kanan ada text box silahkan iklankan kehendak Anda disana. Terima kasih atas pengertian Anda. Semoga Allah merahmati Anda...

-Aditya Von Herman

Über Mich

Foto saya

Herman is a student from University of BSI Margonda Depok, Indonesia major of Computer Engineering. He is the author of www.asterprescott.blogspot.com, www.explorejakartahere.blogspot.com as an article publisher, administrator and moderator on his own personal web blog since February 2013.