LISTEN TO THIS
DENGAR INI

After poorness there will be richness, after being thirsty there will be freshness, after parting there will be a meeting, after rift there will be adhesiveness, after disconnect will being reconnected and after you cannot sleep at night you could be sleep well after it.

Setelah kefakiran itu ada kekayaan, setelah kehausan akan ada kesegaran, setelah perpisahan akan ada pertemuan, setelah keretakan akan ada kerekatan, setelah terputus akan tersambung kembali dan setelah tidak tidur malam Anda akan dapat tidur pulas.

I knew something in this life, is not necessary need to be strong but to feel strong...

Saya tahu sesuatu dalam hidup, adalah tidak penting untuk menjadi kuat tetapi bersikap kuat...

Wir Eingeschlagen Haben Und Zu Weit Zurück Zu Gehen, Gehen Sie Auf!

Kita Sudah Memulai Dan Terlalu Jauh Untuk Kembali, Lanjutkan!




Minggu, 24 Mei 2015

Richard Beauchamp: Dia Merasakan Masjid Sebagai Rumah Spiritualnya Yang Baru

Mualaf ilustrasi


ASTERPRESCOTT.BLOGSPOT.COM, Richard Beauchamp nampak duduk di dalam mobilnya yang terparkir di depan masjid. Saat itu, ia merasa gugup melihat hilir mudik jamaah masjid di kawasan Irving, dallas, Texas tersebut karena hatinya juga ingin masuk ke dalam juga. Akhirnya, ia meyakinkan dirinya untuk masuk dan mencari takmirnya. “Tak disangka, mereka sangatlah baik saat menyambutku pertama kali dan rasanya mudah untuk bolak-balik kesana,” ujar Beauchamp (31 tahun) seperti dilansir Dallasnews.com.

Walhasil, tak segan ia bercerita bahwa ia penganut Kristen yang ingin mempelajari Islam pada para pengurus masjid yang ditemuinya. Akhirnya, Beauchamp disarankan datang kembali saat shalat Jumat. Ketika itu, Beauchamp yang sama sekali belum mengetahui syarat maupun rukun dalam ibadah Islam memilih duduk di sebuah kursi. Sementara para jamaah shalat Jumat tengah melaksanakan kewajibannya.

“Ternyata, kemudian saya tahu kursi itu untuk para lansia yang tidak bisa duduk di lantai. Para jamaah lainnya tidak memberitahuku sebelumnya,” kenangnya sembari tertawa.

Perkenalannya dengan Islam hanya ditemukannya lewat buku-buku bacaan. Namun, ia merasakan gundah saat berusia belasan tahun. Batinnya bertanya, mengapa Yesus menjadi penebus dosa umatnya, lalu kenapa bayi yang baru lahir langsung diklaim mempunyai dosa.

Konsep Trinitas Kristiani pun, ia pertanyakan. Lantaran dalam logikanya, umat Kristiani diwajibkan percaya adanya Tuhan dan kekuasaan Trinitas secara bersamaan.Jawaban atas pertanyaan-pertanyaannya tadi ternyata baru terjawab setelah setahun mengajak diskusi para pengurus masjid tersebut. Dia merasakan masjid sebagai rumah spiritualnya yang baru. Namun, ia masih berdilema karena menjadi seorang Muslim berarti membuatnya meninggalkan seluruh gaya hidupnya.

"Saat itu saya seorang pria Amerika berumur 20 tahun yang suka nongkrong di pub dan bergaul bebas dengan para perempuan. Jika aku sudah memilih menjadi Muslim, maka aku harus menghentikan kebiasaan itu, terutama menghentikan minum alkohol,” papar Beauchamp dengan lugas.

Teman-temannya pun bahkan mendebatnya dengan keras melebihi tentangan dari orang tuanya sendiri. Belum lagi dengan cerita-cerita konflik di Timur Tengah yang dibumbui dengan citra kekerasan sempat menjadi pertimbangannya.

"Di masa transisi itu, saya mengalami pergulatan batin, terutama dalam menepis prasangka tentang Muslim yang ekstrem. Tapi, di sisi lain, kegiatan intens saya ke masjid membuat pikiran negatif itu lenyap,” tuturnya.

Akhirnya, sekitar tahun 2001,  Beauchamp mengucapkan kalimat syahadat. Pada tahun 2006, ia terbang ke Indonesia untuk mempersunting seorang gadis asal Indonesia yang menjadi teman korespondensinya.

"Sebagian besar orang Amerika terdistorsi cerita negatif tentang Islam setelah peristiwa 9/11. Itu menyakitkanku sebagai seorang mualaf Amerika karena sejatinya Islam membawa kedamaian bagi semua dan sebuah perasaan tenang yang sebelumnya belum pernah kutemui,” tutup Beauchamp.

Edited By : Aditya Von Herman
Source : republika.co.id



Artikel Terkait Mualaf


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentar yang baik atau lebih baik diam. Dilarang keras untuk iklan yang berbau judi, pornografi dan syirik! Jika terpaksa Anda inginkan iklan juga, di sebelah samping kanan ada text box silahkan iklankan kehendak Anda disana. Terima kasih atas pengertian Anda. Semoga Allah merahmati Anda...

-Aditya Von Herman

Über Mich

Foto saya

Herman is a student from University of BSI Margonda Depok, Indonesia major of Computer Engineering. He is the author of www.asterprescott.blogspot.com, www.explorejakartahere.blogspot.com as an article publisher, administrator and moderator on his own personal web blog since February 2013.