LISTEN TO THIS
DENGAR INI

After poorness there will be richness, after being thirsty there will be freshness, after parting there will be a meeting, after rift there will be adhesiveness, after disconnect will being reconnected and after you cannot sleep at night you could be sleep well after it.

Setelah kefakiran itu ada kekayaan, setelah kehausan akan ada kesegaran, setelah perpisahan akan ada pertemuan, setelah keretakan akan ada kerekatan, setelah terputus akan tersambung kembali dan setelah tidak tidur malam Anda akan dapat tidur pulas.

I knew something in this life, is not necessary need to be strong but to feel strong...

Saya tahu sesuatu dalam hidup, adalah tidak penting untuk menjadi kuat tetapi bersikap kuat...

Wir Eingeschlagen Haben Und Zu Weit Zurück Zu Gehen, Gehen Sie Auf!

Kita Sudah Memulai Dan Terlalu Jauh Untuk Kembali, Lanjutkan!




Senin, 15 Juni 2015

Anne Coxon: Ada Kalanya Muslim Berkulit Putih Dianggap Aneh

theguardian.com


ASTERPRESCOTT.BLOGSPOT.COM, Hidayah menjadi seorang muslimah sebelumnya tak pernah terpikirkan oleh dokter  Annie Coxon. Setelah merawat ibu Sultan Oman, Annie ternyata tergerak untuk mengucapkan dua kalimat syahadat.

“Itu sekitar 23 tahun lalu saat saya bertugas merawat ibu Sultan Oman. Saya melihat prosesnya ketika menghadapi rasa sakit dengan penuh rasa spiritual. Kemudian, saya juga mengalami sejumlah mimpi yang menunjukkan jalan menuju Islam,” cetus Annie yang kemudian mengubah namanya menjadi Amina pada The Guardian, Kamis (11/6).

Ia mengakui bahwa sebenarnya saat itu sama sekali tidak tertarik mempelajari Islam. Lantaran banyak stigma terhadap ajaran Islam yang dipublikasikan media Barat. Keluarganya yang merupakan penganut Katolik Anglikan yang taat awalnya terkejut, namun kemudian bisa menerima pilihannya. Tantangan pun kian kencang saat peristiwa pemboman 9/11. Annie juga mengalami pelabelan negatif sebagai penganut agama teror. Bahkan, saudara ipar perempuannya menolak mentah-mentah membukakan pintu rumahnya saat Annie ingin berkunjung. Sebagian temannya pun menilai pilihan Annie berpindah keyakinan sebagai aksi eksentrik semata.

“Saya mencoba bergabung dengan komunitas Muslim Turki, Pakistan, dan Maroko selama tiga tahun. Namun, karena saya termasuk pionir mualaf berkulit putih, mereka awalnya tak ada yang mengucapkan selamat Idul Fitri pada saya,” jelas Annie.

Menyadari kondisinya yang berbeda, Annie tak ambil pusing. Bahkan saat ia menjalani perawatan kanker, hanya seorang pria Muslim paruh baya yang menjenguknya setiap hari sembari mendoakan kesembuhannya selama sembilan bulan.

“Yang terpenting, saya merasakan kedamaian dan kebijaksanaan dalam batin saya. Tapi, sekarang saya merasa cocok bergabung dengan komunitas Muslim Afrika,” katanya.

Annie mahfum, banyak komunitas Muslim di London terbentuk atas keterikatan latar belakang mereka sebagai imigran. Sikap tersebut terbawa hingga ke dalam lingkungan masjid.

“Ada kalanya, Muslim berkulit putih dianggap aneh. Tapi, itu tak jadi masalah,” terangnya.

Yang menjadi semangatnya adalah komentar dari para pasiennya. Mereka menilai sikap dan perilaku Annie sangatlah berbeda karena terlihat lebih sabar dan santun.

Edited By : Aditya Von Herman
Source : republika.co.id, theguardian.com



Artikel Terkait Mualaf


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentar yang baik atau lebih baik diam. Dilarang keras untuk iklan yang berbau judi, pornografi dan syirik! Jika terpaksa Anda inginkan iklan juga, di sebelah samping kanan ada text box silahkan iklankan kehendak Anda disana. Terima kasih atas pengertian Anda. Semoga Allah merahmati Anda...

-Aditya Von Herman

Über Mich

Foto saya

Herman is a student from University of BSI Margonda Depok, Indonesia major of Computer Engineering. He is the author of www.asterprescott.blogspot.com, www.explorejakartahere.blogspot.com as an article publisher, administrator and moderator on his own personal web blog since February 2013.