LISTEN TO THIS
DENGAR INI

After poorness there will be richness, after being thirsty there will be freshness, after parting there will be a meeting, after rift there will be adhesiveness, after disconnect will being reconnected and after you cannot sleep at night you could be sleep well after it.

Setelah kefakiran itu ada kekayaan, setelah kehausan akan ada kesegaran, setelah perpisahan akan ada pertemuan, setelah keretakan akan ada kerekatan, setelah terputus akan tersambung kembali dan setelah tidak tidur malam Anda akan dapat tidur pulas.

I knew something in this life, is not necessary need to be strong but to feel strong...

Saya tahu sesuatu dalam hidup, adalah tidak penting untuk menjadi kuat tetapi bersikap kuat...

Wir Eingeschlagen Haben Und Zu Weit Zurück Zu Gehen, Gehen Sie Auf!

Kita Sudah Memulai Dan Terlalu Jauh Untuk Kembali, Lanjutkan!




Jumat, 26 Juni 2015

HowAst: Membangun Kesan Pertama Yang Mengagumkan

Anda tidak akan pernah mendapat kesempatan kedua untuk kembali membuat kesan pertama


ASTERPRESCOTT.BLOGSPOT.COM, Bismillah Hirrahman Nirrahim, Assalamualaikum Sobat Ast selamat pagi. So Sobatku yang bijaksana, seperti halnya yang Sobat ketahui jika Sobat berjumpa dengan orang pasti yang kita ingat-ingat adalah waktu pertama kita mengenalnya, apakah dia pendiam ataupun seorang yang ceria, cerewet, atau pemurung. Bagaimana menurut Sobat tentang judul diatas? Ast rasa ini sangat pantas sekali untuk dipaham, dipelajari dan di amalkan untuk menjadi pribadi yang lebih profesional ketika berjumpa seseorang.

Untuk bisa terlihat menyenangkan dalam kesan pertama langkah awal yang Anda bisa ambil adalah tersenyum. Ingat ini Sobat, karena senyum mengandung empat hal penting:

1. Kepercayaan Diri
2. Kebahagiaan
3. Antusiasme
4. Penerimaan

Orang yang tersenyum ketika menghadapi pertemuan entah itu pertemuan besar atau personal menggambarkan bahwa dia penuh rasa percaya diri. Jika Anda terlihat gugup dalam pertemuan, Anda mudah ditebak bahwa Anda sedang tidak yakin pada diri sendiri maupun keadaan sekitar. Tentu saja senyum menggambarkan kebahagiaan dan kebanyakan orang tertarik dengan orang-orang yang bahagia. Senyuman adalah antusiasme penting untuk menanamkan kesan yang baik, karena ia mudah menular pada orang lain, Senyuman Anda mamperlihatkan bahwa Anda senang berada di tempat itu dan bertemu dengannya, sehingga dia makin tertarik dalam menemui Anda.

Senyuman mengisyaratkan penerimaan dan membuat kesan bahwa Anda tulus dalam menerima apa adanya. Mari kita sedikit membahas hewan, Ast punya pertannyaan untuk kalian Sob, pernahkah Sobat terpikir mengapa anjing begitu disayang? (hayo kenapa?) Karena... Hewan itu menyambut kita dengan penuh penerimaan. Andaikan Anda memiliki ekor maka kibaskanlah tetapi karena Anda tidak memiliki ekor maka tersenyumlah, bukankah ini cukup bijaksana Sob.

Membahas psikologis memang sangat mengagumkan bagi Ast pribadi Sob, bagaimana tidak kita bisa menilai orang jauh sebelum orang itu mengucapkannya, kita bisa mengesankan orang jauh sebelum orang sadar inilah saya.

Berkenaan dengan kesan pertama, ada sesuatu yang disebut pengaruh pertama, proses di mana kesan pertama kita pada seseorang menyebabkan kita menafsirkan tingkah laku dia berikutnya sesuai dengan kesan pertama itu. Artinya, kesan pertama kita tentang seseorang sangatlah penting karena semua yang kita lihat dan dengar dari dia selanjutnya tersaring lewat penilaian awal itu, Karenanya, bila kita mendapatkan kesan bahwa orang yang kita temui baik, maka kita akan melihat tingkah laku dia selanjutnya berdasarkan kesan itu. Jadi jika kesan pertama dia tentang Anda baik, dia akan cenderung menilai Anda lebih baik. Bagaimana Sob apa cukup masuk akal? Mari kita bahas secara mendalam:

Sebegitu pentingnya pengaruh-pertama sehingga urutan informasi yang kita terima tentang seseorang pun mempengaruhi kesan kita tentang dia. Lihatlah dua daftar kata berikut,

A. Orang yang sinis, rajin, kritis, praktis dan teguh pendirian.
B. Orang yang ramah, rajin, kritis, praktis dan teguh pendirian.

Harold Kelley (1950) menyusun dua daftar di atas untuk menggambarkan dosen tamu yang akan mengajar para mahasiswa yang menjadi objek penelitiannya. Hasilnya, mahasiswa yang membaca daftar A saja memiliki kesan yang lebih buruk tentang sang dosen daripada mahasiswa yang membaca daftar B saja. Seperti yang bisa Anda lihat, kata-katanya identik, kecuali kata pertama. Begitu kita membaca kata pertama, semua kata lainnya tersaring melalui persepsi awal kita tentang orang ini: sinis atau ramah. Bagaimana Sob cukup logis kah?

Inilah sebabnya seorang pelamar kerja, membubuhkan kata-kata sifat positif dalam data dirinya misalnya: tegas, energik, meyakinkan, penuh semangat, cerdas ketimbang hanya mengatakan siapa Anda dan apa kemampuannya. Gunakan bahasa yang kuat, spesifik dan positif untuk menyampaikan dengan tepat bakat dan kemampuan Anda. Lalu, ketika pewawancara menemui Anda, segera setelah dia membaca data diri Anda, sifat-sifat itu, telah “melekat” pada diri Anda.

Buatlah kesan pertama pada awal jumpa sebaik mungkin, maka kedepannya tentang diri Anda akan dipengaruhi oleh kesan itu, dengan demikian Anda telah menanamkan kesan pertama sebagi orang yang menyenangkan, itulah sebabnya mengapa senyuman begitu penting. Anda bisa segera melakukannya dan senyuman mengatakan banyak hal tentang Anda, semua hal yang positif.

Faktor lain yang mempengaruhi penilaian awal tentang kita adalah pencitraan dan kemudahan dikenali. Menurut penelitian yang khusus menyoroti hal ini (Higgins, Rholes, dan Jones 1977) mereka yang sejak awal terbetik dalam pikiran mereka kata-kata sembrono, angkuh, suka menyendiri dan keras kepala mempunyai kesan negatif tentang seseorang yang akan mereka temui (belum bertemu atau dalam kata lain dalam pertemuan awal "perdana"). Mereka akan berspekulasi seperti yang dibayangkan dalam pikiran tadi.

Namun orang-orang yang sejak awal terbetik dalam pikirannya kata-kata petualang, percaya diri, mandiri dan gigih akan mendapatkan kesan yang positif tentang orang tersebut dan gagasan-gagasan yang termuat didalamnya terbayang di benak mereka. Dan hal ini mewarnai persepsi mereka tentang orang yang sedang diperkenalkan kepada mereka untuk pertama kalinya. Walaupun kata-kata itu “tak ada hubungannya dengan orang tadi,” sifat-sifat semacam ini “mudah masuk” ke dalam pikiran mereka dan karena itu, mereka secara tak sadar menisbahkan sifat-sifat itu pada orang tersebut.

Rewrite By : Aditya Von Herman
Time To Write Article : 9:00 AM - 11:36AM
Source : Get Anyone to Do Anything: Never Feel Powerless-with Psychological Secrets to Control and Influence Every Situation, karangan David J. Lieberrnan, Ph.D., terbitan St. Martin's Griffin, New York, 2.000



Artikel Terkait Psikologis Dan Kejiwaan


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentar yang baik atau lebih baik diam. Dilarang keras untuk iklan yang berbau judi, pornografi dan syirik! Jika terpaksa Anda inginkan iklan juga, di sebelah samping kanan ada text box silahkan iklankan kehendak Anda disana. Terima kasih atas pengertian Anda. Semoga Allah merahmati Anda...

-Aditya Von Herman

Über Mich

Foto saya

Herman is a student from University of BSI Margonda Depok, Indonesia major of Computer Engineering. He is the author of www.asterprescott.blogspot.com, www.explorejakartahere.blogspot.com as an article publisher, administrator and moderator on his own personal web blog since February 2013.