LISTEN TO THIS
DENGAR INI

After poorness there will be richness, after being thirsty there will be freshness, after parting there will be a meeting, after rift there will be adhesiveness, after disconnect will being reconnected and after you cannot sleep at night you could be sleep well after it.

Setelah kefakiran itu ada kekayaan, setelah kehausan akan ada kesegaran, setelah perpisahan akan ada pertemuan, setelah keretakan akan ada kerekatan, setelah terputus akan tersambung kembali dan setelah tidak tidur malam Anda akan dapat tidur pulas.

I knew something in this life, is not necessary need to be strong but to feel strong...

Saya tahu sesuatu dalam hidup, adalah tidak penting untuk menjadi kuat tetapi bersikap kuat...

Wir Eingeschlagen Haben Und Zu Weit Zurück Zu Gehen, Gehen Sie Auf!

Kita Sudah Memulai Dan Terlalu Jauh Untuk Kembali, Lanjutkan!




Rabu, 22 Juli 2015

Charizz Legaspi: Alquran Dan Hadits Adalah Tempat Terbaik Untuk Memulai

Mualaf ilustrasi


ASTERPRESCOTT.BLOGSPOT.COM, Semua berawal dari sebuah benih keraguan. Charizz Legaspi, mahasiswi 23 tahun asal Filipina ini memberikan alasan mengapa ia berhenti ke gereja dan memilih Islam. Charizz hanyalah satu dari ribuan orang yang masuk Islam setiap tahunnya. Namun, gadis itu menuturkan, ada satu titik di pertengahan masa remajanya ketika ia benar-benar mulai meragukan keyakinan yang diajarkan oleh gereja. 

“Jika kamu tidak datang ke gereja tertentu, kamu tidak akan masuk surga. Itu benar-benar menyakitkan untuk saya. Apalagi ketika memikirkan Daddy tidak akan masuk surga karena dia Katolik, bukan bagian dari gereja Kristus,” kata Charizz dilansir dari Anadolu Agency, Selasa (14/7). 

Charizz mulai menjauh dari agama, meski kepercayaannya terhadap Tuhan masih tinggi. Sampai kemudian, gadis yang tinggal di Amerika Serikat ini mulai mempelajari Islam dan Nabi Muhammad. Pelan tapi pasti, Charizz akhirnya masuk Islam pasca Idul Fitri 2013. Sebagaimana lazimnya para mualaf, ia mengalami kesulitan dalam mempelajari ajaran Islam. Gadis itu kemudian memanfaatkan sumber-sumber online untuk mengobati keingintahuannya tentang agama. 

Ia mengaku tidak bisa tidur tanpa membaca atau menonton video tentang Islam dan Muslim. Namun, informasi agama yang tersebar luas di internet sulit diverifikasi. Charizz menyadari benar hal ini. Ia pun merujuk pada teman-teman Muslim untuk menjawab keraguannya.

“Saya menonton video, membaca terjemahan Alquran dan hadits, kemudian meminta bantuan teman-teman Muslim ketika saya membutuhkan klarifikasi,” katanya. 

Tantangan paling umum yang dialami para mualaf justru berasal dari keluarga. Hal serupa juga dialami Charizz. Kerabatnya di Filipina tidak sepenuh hati menyetujui keputusan besar itu. Mereka melontarkan banyak pertanyaan, misalnya "Apakah kamu menyembah Muhammad?” 

Ia juga menerima ejekan dari anggota keluarga dan rekan kerja. Mereka menyebutnya teroris, berbeda, atau hal-hal semacam itu. Tatapan aneh juga dia alami saat mereka melihatnya mengenakan jilbab. Terlepas dari itu, Charizz menilai semua tergantung kemauan seseorang. “Ini adalah tanggung jawab pribadi. Wahyu pertama yang diterima Nabi Muhammad menyuruh Muslim untuk membaca. Saya pikir, di atas segalanya, Alquran dan hadits adalah tempat terbaik untuk memulai,” kata Charizz.

Edited By : Aditya Von Herman
Source : republika.co.id



Artikel Terkait Mualaf


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentar yang baik atau lebih baik diam. Dilarang keras untuk iklan yang berbau judi, pornografi dan syirik! Jika terpaksa Anda inginkan iklan juga, di sebelah samping kanan ada text box silahkan iklankan kehendak Anda disana. Terima kasih atas pengertian Anda. Semoga Allah merahmati Anda...

-Aditya Von Herman

Über Mich

Foto saya

Herman is a student from University of BSI Margonda Depok, Indonesia major of Computer Engineering. He is the author of www.asterprescott.blogspot.com, www.explorejakartahere.blogspot.com as an article publisher, administrator and moderator on his own personal web blog since February 2013.