LISTEN TO THIS
DENGAR INI

After poorness there will be richness, after being thirsty there will be freshness, after parting there will be a meeting, after rift there will be adhesiveness, after disconnect will being reconnected and after you cannot sleep at night you could be sleep well after it.

Setelah kefakiran itu ada kekayaan, setelah kehausan akan ada kesegaran, setelah perpisahan akan ada pertemuan, setelah keretakan akan ada kerekatan, setelah terputus akan tersambung kembali dan setelah tidak tidur malam Anda akan dapat tidur pulas.

I knew something in this life, is not necessary need to be strong but to feel strong...

Saya tahu sesuatu dalam hidup, adalah tidak penting untuk menjadi kuat tetapi bersikap kuat...

Wir Eingeschlagen Haben Und Zu Weit Zurück Zu Gehen, Gehen Sie Auf!

Kita Sudah Memulai Dan Terlalu Jauh Untuk Kembali, Lanjutkan!




Minggu, 30 Agustus 2015

Prototype Tablet PC Pertama Di Dunia Dan Sang Pioner Alan Kay

Cara yang terbaik untuk memprediksikan masa depan adalah menciptakannya


ASTERPRESCOTT.BLOGSPOT.COM, Alan Curtis Kay lahir pada May 17, 1940 di Springfield, Massachusetts, Amerika Serikat. Dia mendapat gelar Bachelor dalam ilmu Matematik dan Biologi Molekular di University of Colorado, Boulder. Sebelum dan selama ini dia bekerja sebagai professional jazz guitarist.

Pada tahun 1966, dia telah mulai kuliah di University of Utah College of Engineering mendapat gelar Master's degree dan Ph.D. degree dan lulus pada tahun 1969. Di sana, dia bekerja dengan Ivan Sutherland, yang telah lebih dulu sebagai pioner pemrograman grafis termasuk Sketchpad. Ini menginspirasi Alan Kay untuk terlibat dalam pemrograman OOP (Object Oriented Programming).

Pada tahun 1967 Alan Kay memulai usaha pertamanya pada desain sebuat metamedium (Mesin FLEX), berfokus pada penggunaan untuk anak-anak "sebagai komunitas penggunanya". 

Pada tahun 1968, Alan Kay bertemu Seymour Papert dan mempelajari bahasa pemrograman LOGO, sebuah bahasa dialek dari LISP yang dioptimalkan untuk keperluan edukasi. Papert, adalah orang yang sangat mempengaruhi Alan Kay untuk menciptakan sistem komputer untuk anak-anak yang bisa mereka gunakan secara kreatif dari sisi lain Amerika Serikat di MIT. Disana (MIT), dia mengembangkan LOGO. Alan Kay sebelumnya bekerja pada FLEX untuk menciptakan sebuah komputer yang penggunanya dapat memprogramnya sendiri. Pekerjaan ini mengarah pada definisi dari OOP (Object Oriented Programming). Terinspirasi dari Sketchpad Ivan Sutherland. Dan dari pekerjaan Seymour Papert, Alan Kay melihat sejauh mana ide ini bisa dibawa, dan menyaring kembali gagasan atas, kenapa itu penting sekali. Dan selanjutnya Alan Kay bekerja dalam area ini yang pada puncaknya tercipta bahasa pemrograman Smalltalk.

Pada tahun 1970, Alan Kay bergabung dalam perusahaan Xerox Corporation's Palo Alto Research Center, PARC. Dalam rentang tahun 1970-an dia adalah salah satu kunci dari semua member yang tergabung untuk mengembangkan prototype networked workstations menggunakan bahasa pemrograman Smalltalk. Yang nantinya Alan Kay juga menjadi seorang anggota peneliti Appel dan juga Disney. Sebelum ini semua dan setelah kerjanya di PARC, dia memimpin penelitian di Atari yang cukup besar tetapi tidak lama kemudian menjadi korban dari runtuhnya industri video game Amerika dalam pertengahan tahun 1980-an.

Pada tahun 1968 Alan Kay menciptakan sebuah konsep yang menarik yaitu Dynabook. Dia ingin membuat sebuah komputer personal untuk anak-anak dari segala umur, sebuah perangkat yang portabel lagi juga tipis, perangkat yang sangat dinamis yang mempunyai berat tidak lebih dari dua pound dan ide ini mengarah pada dikembangkannya Xerox Alto prototype, yang mana pada mulanya dinamakan Dynabook. Perangkat ini menghimpun semua elemen dari graphical user interface (GUI), lebih awal dari tahun 1972! Software IDE dari penelitian ini adalah Smalltalk yang mana dengan konsep ini sendiri menjadi dasar konsep hidupnya Dynabook. (Sungguh luar biasa revolusioner!!!)

(Baik, nanti dulu Sob. perlu di garis bawahi 1968 ketika teknologi masih culun-culunya munculah sebuah ide dari sang pelopor Alan Kay yaitu komputer portable yang begitu revolusioner ketimbang Apple inc sekalipun!!! "Yang" lebih mulianya lagi beliau membuatnya untuk keperluan pembelajaran anak-anak! Berawal dari browsing karena frustasi chatting yang gak pernah jelas (dan gue emang gak pernah suka chatting kecuali udah bosen tingkat dewa.) Ast temukan artikel berbahasa inggris tentang sang pioner revolusioner ini, terima kasih untuk Bapak. Alan Kay atas semua usaha keras Anda...)

Dan mari kita lanjutkan...

Konsep dari Dynabook menggambarkan apa yang sekarang telah dikenal sebagai netbook computer atau (reinkarnasinya dari Dynabook) sebuah tablet PC atau komputer slate dengan baterai dan software yang di targetkan pada memberikan akses kepada anak-anak ke media digital (ini telah terjadi Bung! Sekarang lu liat anaknya siapa yang hari gini gak megang tablet atau kecil-kecilnya smartphone!). Orang dewasa bisa juga menggunakannya tapi target audiencenya adalah anak-anak.


Tetapi, Dynabook tidak pernah diproduksi, singkat alasanya karena konsep dari Dynabook sendiri jauh melebihi dari teknologi yang dikenal pada tahun 1960-an dan 1970-an. Alan Kay dan timnya bagaimanapun juga meneruskan untuk mengembangkan konsepnya. Prototype pertama dari hasil kerjanya atas Dynabook diciptakan hampir 20 tahun kemudian setelah konsepnya sendiri. Tetapi hal itu menginspirasi secara besar-besaran tidak hanya para pengembangnya saja pada awal-awal komputer desktop dan komputer portable (contohnya seperti; Xerox NoteTaker yang secara besarnya menjiplak pada Dynabook "setidak-tidaknya konsepnya"). GUI, multimedia, seperti sekarang kita ketahui perangkat ini dinamakan Laptop, walaupun ini membutuhkan 4 dekade untuk menbuatnya lebih langsing.

Dan kemudian Alan Kay menerima sebuah posisi jabata dalam Xerox PARC, dia mencoba untuk membuat tertarik eksekutif Xerox pada pojectnya. Pemikiran-pemikirannya adalah tentang sebuah kemudahan personal komputer dalam berinteraksi, bahwa bagaimana ini bisa dan seharusnya bekerja sebagai penguat untuk manusia dan terutama anak untuk pengoperasiannya? Dan dari sini terciptanya User Interface (UI), bahasa dan media desain, yang mana beberapa diantaranya berhasil diperkenalkan kepada dunia komersil pada tahun 1980-an.

Konsep dari Dynabook digambarkan dalam sebuah artikel tahun 1972, Kay A Personal Computer For Children Of All Ages, yang dipresentasikan pada konferensi ACM National di Boston.

Yang berisi:

Although it (i.e. Dynabook) can be used to communicate with others through the “knowledge utilities” (or business information system), we think that a large fraction of its use will involve reflexive communication of the owner with himself through this personal medium, much as paper and notebooks are currently used...
What then is a personal computer? One would hope that it would be both medium for containing and expressing arbitrary symbolic notions, and also a collection of useful tools for manipulating these structures, with ways to add new tools to the repertoire... “Personal” also means owned by its user (needs to cost no more than a TV) and portable (which to me means that the user can easily carry the device and other things at the same time). Need we add that it be usable in the woods?
The size should be no larger than a notebook; weight less that 4 lbs.; the visual display should be able to present at least 400 printing quality characters with contrast ratios approaching that of a book; dynamic graphics of reasonable quality should be possible; there should be removable local file storage of at least one million characters traded off against several hours of audio files.
Kay and DynabookThe active interface should be a language whish uses linguistics concepts not far removed from the owner of the device. The owner will be able to maintain and edit his own files and programs when and where he chooses. He can use his Dynabook as a terminal when at work (or as a connection to the library system when in school). When he is done perusing and has discovered information that he wishes to abstract and take with him, it can rapidly be transferred to his local file storage...
A combination of this “carry anywhere” device and a global information utility such as ARPA network or two-way cable TV, will bring the libraries and schools (not to mention stores and billboards) of the world to the home. One can imagine one of the first programs an owner will write is a filter to eliminate advertising!

Nah lho, mencret-mencret dah lu translate nya! Emang lu kira gue kagak pegel muter kata-kata translate dari inggris ke Indonesia dari Indonesia ke Inggris supaya mudah dipahami audience? "Peace Bro, asal tau aja". So kebijaksanaan yang dapat kita petik hari ini terkait Bapak. Alan Kay dan usaha gue untuk jadi translator audience adalah;
----------------------------------
"Pekerjaan dan pencapaian besar tidak tercipta tanpa usaha dan kerja keras, tekun dan kesabaran, tidak juga dalam waktu satu malam butuh keahlian pengalaman dan pembelajaran dalam waktu yang tidak sebentar... -Aditya Von Herman"
----------------------------------

Rewrite and Translated By : Aditya Von Herman
Time To Write Article : 07:40-9:37 AM
Source : history-computer.com, all images are by google.com



Artikel Terkait Biography Tokoh ,Education


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentar yang baik atau lebih baik diam. Dilarang keras untuk iklan yang berbau judi, pornografi dan syirik! Jika terpaksa Anda inginkan iklan juga, di sebelah samping kanan ada text box silahkan iklankan kehendak Anda disana. Terima kasih atas pengertian Anda. Semoga Allah merahmati Anda...

-Aditya Von Herman

Über Mich

Foto saya

Herman is a student from University of BSI Margonda Depok, Indonesia major of Computer Engineering. He is the author of www.asterprescott.blogspot.com, www.explorejakartahere.blogspot.com as an article publisher, administrator and moderator on his own personal web blog since February 2013.