LISTEN TO THIS
DENGAR INI

After poorness there will be richness, after being thirsty there will be freshness, after parting there will be a meeting, after rift there will be adhesiveness, after disconnect will being reconnected and after you cannot sleep at night you could be sleep well after it.

Setelah kefakiran itu ada kekayaan, setelah kehausan akan ada kesegaran, setelah perpisahan akan ada pertemuan, setelah keretakan akan ada kerekatan, setelah terputus akan tersambung kembali dan setelah tidak tidur malam Anda akan dapat tidur pulas.

I knew something in this life, is not necessary need to be strong but to feel strong...

Saya tahu sesuatu dalam hidup, adalah tidak penting untuk menjadi kuat tetapi bersikap kuat...

Wir Eingeschlagen Haben Und Zu Weit Zurück Zu Gehen, Gehen Sie Auf!

Kita Sudah Memulai Dan Terlalu Jauh Untuk Kembali, Lanjutkan!




Jumat, 13 November 2015

Beberapa Hal Yang Dilakukan Orang Pintar

Orang-orang pintar bukanlah orang yang jago mengerjakan soal matematika rumit, tetapi mereka yang memandang sesuatu hal dengan hikmah dan belajar dari masa lalunya, memperbaiki kualitas hidupnya dan mengendalikan amarahnya.

-Aditya Von Herman

ASTERPRESCOTT.BLOGSPOT.COM, Bismillah Hirrahman Nirrahim, selamat pagi Sobat Ast dan semoga semua dalam keadan baik serta sehat selalu. Salah satu dari kekalahan, kegagalan dan kesalahan seseorang dalam menjalani hari-harinya adalah ketidak tepatan dalam mengambil keputusan secara rasional.

Sejatinya setiap orang mempunyai suara yang selalu berbicara padanya ketika dia sedang dihadapi dengan pengambilan keputusan atau hal-hal yang menuntut kebijaksanaan. Lalu bagaimana seseorang yang dikatakan pintar dalam bidang akademis bisa sangat salah mengambil arah?

Berikut beberapa hal yang dilakukan orang pintar sesungguhnya:

1. Mendengarkan Kata Hati Ketimbang Otak

"Hati adalah tempatnya kebijaksanaan sedangkan otak adalah sarang kerakusan dan ketidak puasan" -Aditya Von Herman. Bagaimana seseorang yang pintar dalam bidang akademis bisa salah ambil arah? Semakin tinggi derajat seseorang semakin pula besar tanggung jawabnya, itu...

Apa tuh Herman? Mereka orang-orang yang derajatnya ditinggikan dan diberi sesuatu yang orang lain tidak diberi oleh -Nya mengambil arah yang salah karena mereka tidak mau memikul tanggung jawab, mereka melalaikan tanggung jawab dan lari dari kebijaksanaan kehidupan dan mau jalan pintasnya saja karena frustasi akan susahnya jadi orang baik.

Orang-orang pintar mengambil keputusan berdasarkan kebijaksanaan bukan otak, karena otak tidak bisa membedakan yang mana yang baik dan buruk, karena itu manusia mempunyai hati.

2. Belajar Dari Kesalahan Masa Lalu

Seseorang dikatan cukup revolusioner ketika mereka bisa memperbaiki kekurangan dari waktu ke waktu bukan malah takut mencoba kembali. Jika Anda tidak pernah tahu itu salah lantas bagaimana Anda bisa tahu hal-hal yang dikatakan itu baru benar! -Aditya Von Herman. 

Maka selalu jalani kehidupan berbekal dari kesalahan masa lalu dan perbaiki kualitas diri Anda dan jangan takut salah dalam melakukan karena dari kesalahan Anda dapat menemukan kebenaran.

Salah dulu baru benar menyusul kemudian.

3. Menghargai Pembicaraan

Orang-orang pintar selalu memberi kesempatan lawan bicara untuk mencurahkan semua argumennya. Ada bagian dimana Anda harus tenang mendengarkan dan dimana Anda menjawab lawan bicara Anda.

Dari serangkaian pembicaraan Anda bisa tahu dengan siapa Anda sedang berbicara dia orang pintar atau orang bodoh yang sedang memintari Anda, maka dengarkanlah. -Aditya Von Herman.

4. Menghindari Pertengkaran

Sesuatu yang sulit dikesampingkan jika sudah berhubungan dengan harga diri, bukan begitu Sobat! Yes, saya juga berpikir begitu, "harga diri adalah nomor satu!". Saja juga tidak terima jika ada orang yang melecehkan saya atau orang-orang yang saya sayang dan cintai.

Perlu Anda ketahui pertengkaran adalah langkah akhir dan jika masih ada kebijaksanaan kenapa Anda harus bertengkar dan menjadi bahan tontonan dan disaat itu orang-orang memandang Anda rendahan karena tidak bisa kontrol emosi.

Orang pintar marahnya diam dan menjauh sedangkan orang bodoh marahnya norak dan kampungan. -Aditya Von Herman.

5. Damai Dalam Pembawaan Yang Tenang

Berhati-hatilah dengan para pria yang perutnya tidak bergerak ketika ia tertawa. -Pepatah Canton. Tenanglah Sob dan jangan terlalu mencolok, membaurlah dengan warna dan atmosphere maka jadilah tenang dengan hati yang damai.

Orang-orang pintar tahu bahwa pembawaan yang tenang dan damai menaikkan wibawa dan harga diri pribadi. Jangan terburu-buru santai saja semua berjalan sesuai waktu dan jika Anda mau lebih tenang maka bangunlah lebih awal dan pelihara ibadah selalu serta tetap rendah diri agar Anda tidak mudah ditembak jatuh orang-orang yang kelasnya diatas Anda.

Semua diatas tentunya dilakukan sesuai pengalaman, ketika Anda berusaha mempercayainya Anda tidak akan benar-benar tahu apakah itu benar atau hanya omong kosong, tetapi pengalamanlah yang akan berbicara benar tidaknya kepada seseorang.

Written By : Aditya Von Herman
Time To Write Article : 7:00-9:05 AM



Artikel Terkait Advice (Nasihat) ,Education ,Psikologis Dan Kejiwaan


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentar yang baik atau lebih baik diam. Dilarang keras untuk iklan yang berbau judi, pornografi dan syirik! Jika terpaksa Anda inginkan iklan juga, di sebelah samping kanan ada text box silahkan iklankan kehendak Anda disana. Terima kasih atas pengertian Anda. Semoga Allah merahmati Anda...

-Aditya Von Herman

Über Mich

Foto saya

Herman is a student from University of BSI Margonda Depok, Indonesia major of Computer Engineering. He is the author of www.asterprescott.blogspot.com, www.explorejakartahere.blogspot.com as an article publisher, administrator and moderator on his own personal web blog since February 2013.